Representasi Kearifan Lokal dalam Gaya Wacana pada Antologi Cerpen Presean Karya Hafazah Bukhari
Keywords:
Alih Kode, Campur Kode, Gaya Wacana, Kearifan Lokal, StilistikaAbstract
Kajian terhadap penggunaan bahasa dalam karya sastra memiliki peran penting dalam memahami dan melestarikan identitas budaya lokal dalam suatu masyarakat. Namun, masih sedikit penelitian yang secara spesifik menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam karya sastra berlatar budaya lokal, terutama dalam konteks budaya Sasak. Penelitian ini menyoroti bagaimana alih kode dan campur kode dalam antologi cerpen Presean karya Hafazah Bukhari memperkuat identitas budaya Sasak dan memperkuat estetika narasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik studi dokumentasi, sementara analisis data dilakukan melalui pendekatan stilistika dan analisis konten (content analysis) untuk memahami fungsi estetis dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode digunakan untuk menonjolkan nilai tradisi, spiritualitas, dan filosofi masyarakat Sasak, sedangkan campur kode memperkaya deskripsi kehidupan sehari-hari, elemen adat, dan interaksi sosial khas budaya Sasak. Kedua elemen ini memberikan kontribusi signifikan dalam melestarikan nilai budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik estetis cerpen. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra berperan penting sebagai media pelestarian identitas budaya, terutama di tengah tantangan era globalisasi.
Downloads
References
Al-Ma’ruf, A. (2017). Kearifan Budaya Lokal Pada Gaya Wacana Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika. Stilistika: Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 3(1).
Baharuddin, B. (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Presean di Lombok. Jurnal Kebudayaan Dan Pendidikan, 4(2), 45–58.
Bukhari, H. (2020). Presean: Antologi Cerpen Pendek. Lombok: Arga Puji.
Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelaja.
Fathurrohman, H. R., Sumarwati, S., & Hastuti, S. (2013). Bentuk Dan Fungsi Campur Kode Dan Alih Kode Pada Rubrik “Ah... tenane” Dalam Harian Solopos. BASASTRA, 1(2), 207–222.
Holmes, J. (2013). An Introduction to Sociolinguistics (4th Ed.). New York: Routledge.
Irsyadi, A. N. (2019). Gaya Wacana Media dalam Kontruksi Media tentang Pemberitaan Elektabilitas Presiden. LiNGUA, 14(1).
Lafamane, F. (2020). Kajian Stilistika (Komponen Kajian Stilistika).
Meldani, A., & Indrawati, D. (2018). Alih kode dan campur kode dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra. Jurnal Sapala, 5(1), 5–11.
Nababan, V., Diman, P., & Cuesdeyeni, P. (2021). Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel Garis Waktu Karya Fiersa Besari. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 1(2), 67–78.
Pradopo, R. D. (2021). Beberapa teori sastra metode kritik dan penerapannya. UGM PRESS.
Pratama, F. Y. (2023). Alih Kode, Campur Kode, dan Variasi Bahasa pada Pementasam Wayang Sasak. 1–10.
Rosnaningsih, A. (2019). Analisis Campur Kode dan Alih Kode Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia pada Novel Wandu Berhentilah Menjadi Pengecut Karya Tasaro. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2), 25–32.
Susiati, S. (2020a). Gaya Bahasa dan Representasi Budaya dalam Sastra Lokal Indonesia. Jurnal Literasi, 6(1), 12–24.
Susiati, S. (2020b). Gaya Bahasa Secara Umum dan Gaya Bahasa Pembungkus Pikiran: Stilistika.
Sutrisni, S. (2005). Alih kode dan campur kode dalam wacana interaksi jual beli di Pasar Johar Semarang. Universitas Negeri Semarang.
Yulizasusanti, D. (2024). Metafora Konseptual Dalam Novel Terjemahan Perempuan Di Titik Nol Oleh Amir Sutaarga: Tinjauan Stilistika. Skripsi, Universitas Hasanuddin.













