Analisis Wacana Kritis Terhadap Dokumen Homologasi Pkpu Garuda Indonesia
Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Homologasi PKPU, Garuda IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bahasa hukum dalam dokumen Homologasi PKPU Garuda Indonesia mencerminkan posisi ideologis dan relasi kekuasaan yang mendasarinya, dan bagaimana wacana tersebut berkontribusi pada normalisasi dan legitimasi kebijakan restrukturisasi utang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengintegrasikan kerangka Analisis Wacana Kritis Fairclough (1992, 1995) dalam menganalisis teks hukum. Data primer terdiri dari putusan pengadilan homologasi PKPU yang melibatkan Garuda Indonesia yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi yang saling terkait—analisis tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosial—dengan perhatian khusus pada strategi linguistik seperti modalitas, pasivisasi, nominalisasi, dan penggunaan kata kerja legitimasi. Temuan menunjukkan bahwa dokumen Homologasi PKPU didominasi oleh modalitas epistemik institusional, yang membangun kepastian hukum sebagai realitas yang tak terbantahkan dan final, di samping modalitas deontik yang mereproduksi relasi kekuasaan asimetris antara pengadilan dan pihak-pihak yang terlibat. Pasivisasi dan nominalisasi secara sistematis digunakan untuk menaturalisasi hasil hukum dan mengaburkan peran kelembagaan. Lebih jauh lagi, rasionalisasi berdasarkan keberlanjutan bisnis dan kepentingan ekonomi nasional berfungsi sebagai strategi utama untuk melegitimasi kebijakan penyelamatan korporasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dokumen Homologasi PKPU berperan aktif dalam membangun realitas hukum, mendistribusikan tanggung jawab, dan memperkuat otoritas kelembagaan dalam praktik hukum kepailitan di Indonesia.
Downloads
References
Arasta, G. M., & Sigit, R. R. (2021). Hegemoni kekuasaan dalam pemilihan wacana berita UU ITE pada website Kementerian Komunikasi dan Informasi. Mahardika Adiwidia, 1(1), 58–67. https://doi.org/10.36441/mahardikaadiwidia.v1i1.465
Candlin, C. N., & Maley, Y. (2014). Intertextuality and interdiscursivity in the discourse of alternative dispute resolution. In The construction of professional discourse (pp. 201–222). Routledge.
Coulthard, M., Johnson, A., & Wright, D. (2016). An introduction to forensic linguistics: Language in evidence. Routledge.
De Vreese, C. H. (2007). No news is bad news! The role of the media and news framing in embedding Europe-20. WRR.
Dewi, P. E. T. (2019). Implementasi penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dalam kepailitan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. Jurnal Hukum Saraswati, 1(2), 280–291. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/JHS/article/view/662
Eggins, S. (2004). An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.). Continuum.
Elnizar, N. E. (2022). Pembaruan pemahaman bahasa hukum Indonesia dalam penafsiran konstitusi untuk jaminan kepastian hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(3), 578–598. https://doi.org/https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no3.3361
Entman, R. M. (2004). Framing: Towards clarification of a fractured paradigm. In D. McQuail (Ed.), McQuail’s reader in mass communication theory. Sage.
Entman, R. M. (2007). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163–173. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2006.00336.x
Entman, R. M. (2009). Projections of power: Framing news, public opinion, and US foreign policy. University of Chicago Press.
Entman, R. M. (2010). Framing media power. In Doing news framing analysis (pp. 347–371). Routledge.
Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972-1977. Pantheon.
Hart, H. L. A. (2012). The concept of law (3rd ed.). Oxford University Press.
Hendrastuti, R., Okitasari, I., Lestariningsih, D. N., Utami, R. E., & Maemunah, E. (2024). The language acceptability of Indonesian Omnibus Law. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 20(2), 223–241. https://doi.org/10.33633/lite.v20i2.11326
Huang, J., & Liu, M. (2025). Metaphorical framing of climate change in Chinese and American news media: A corpus-assisted discourse study. Critical Arts, 1–20. https://doi.org/10.1080/02560046.2025.2470677
Iftitah, F. D., & Abrian, R. (2024). Membedah Garuda Biru: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk Kawal Putusan MK. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sastra Indonesia (KONASINDO), 1, 733–756.
Jatmiko, L. D. (2022, June 20). Utang jumbo Garuda (GIAA) di BRI masuk rezim homologasi, manajemen: Kami pantau terus! Finansial.Bisnis.Com. https://finansial.bisnis.com/read/20220620/90/1545751/utang-jumbo-garuda-giaa-di-bri-bbri-masuk-rezim-homologasi-manajemen-kami-panta
Khoiruddin, A., & Setiawan, H. (2022). Analisis framing berita korupsi maskapai Garuda Indonesia pada media online CNBCIndonesia.com dan Sindonews.com sebagai bahan ajar teks berita di SMP. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(4), 779–785. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2005
Maulida, F. (2025). Afiliasi Politik Media dalam framing pemberitaan Debat Pilpres 2024 pada Asumsi.co dan Republika.co.id. Jurnal Studi Jurnalistik, 7(1), 20–29. https://doi.org/10.15408/jsj.v7i1.42859
Mellinkoff, D. (2004). The language of the law. Wipf and Stock Publishers.
Muharrom, F., Feriyanti, O. P., & Radivan, Z. (2025). Analisis framing pemberitaan “Indonesia Gelap” pada media online CNNIndonesia.com dan Tempo.co (analisis framing R Entman). Jurnal Komputer, Informasi Dan Teknologi, 5(1), 14. https://doi.org/https://doi.org/10.53697/jkomitek.v5i1.2434
Nurfita, A., & Febrianti, K. U. W. (2025). Hukum sebagai alat kekuasaan: Analisis sosiologis terhadap kebijakan yang tidak netral. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 8(3), 21–30. https://doi.org/10.6578/triwikrama.v8i3.13217
Poesoko, F. F. D. R., Susanti, D. O., Tektona, R. I., Suci, I. D. A., & Astutik, S. (2024). Permanent legal strength (inkracht van gewijsde) PKPU peace in bankruptcy law. Awang Long Law Review, 6(2), 376–382. https://doi.org/10.56301/awl.v6i2.1167
Ramadhan, M. J. (2024). Menjembatani Ambiguitas Antinomi Hukum: Harmonisasi Pengaturan Konten Digital dengan Perspektif Hukum Hak Asasi Manusia dalam UU ITE 2024. KEADILAN : Jurnal Penelitian Hukum Dan Peradilan, 2(2), 26–36. https://doi.org/10.62565/keadilan.v2i2.48
Ramdani, D. (2022). Filsafat ilmu: Panduan untuk pemula. Perkumpulan Fata Institute-Fins.
RCTI+. (2025, April 30). Anak usaha Garuda Aero Systems Indonesia resmi berstatus PKPU sementara. RCTI+. https://www.rctiplus.com/news/detail/ekonomi/4743608/anak-usaha-garuda-aero-systems-indonesia-resmi-berstatus-pkpu-sementara
Rembulan, I., & Hizbullah, N. (2021). Analisis wacana kritis Fairclough mengenai pemberitaan Eiger di media daring. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 193–198.
Ronny, R. (2025). Analisis pengaturan pasal berkaitan hoaks dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2016. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(6), 403–409. https://doi.org/https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i6.564
Saussure, F. de. (1959). Course in general linguistics (W. Baskin, Trans.). In New York: Philosophical Library. Philosophical Library.
Shanty, W. Y. (2016). Analisis terhadap fungsi bahasa indonesia hukum dalam mewujudkan kepastian hukum. Jurnal Cakrawala Hukum, 7(2), 268–280. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/idjch.v7i2.1917
Sianipar, R., & Anwar, M. (2024). Analisis wacana kritis Fairclough terhadap putusan MK: Kelayakan capres–cawapres di bawah usia 40. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27038–27045. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/16665
Subyantoro, S. (2019). Linguistik forensik: Sumbangsih kajian bahasa dalam penegakan hukum. ADIL Indonesia Journal, 1(1), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.141
Suci, A., Dewi, I., Shubhan, M. H., Poesoko, H., Murjiyanto, R., Zahir, M., & Zamre, M. (2024). Prinsip sistemik lembaga perdamaian PKPU untuk mencapai nilai keadilan. Media Iuris, 7(2), 299–322. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mi.v7i2.55386
Susanto, S., & Nanda, D. S. (2020). Dimensi analisis bahasa dalam linguistik forensik. IJFL (International Journal of Forensic Linguistic), 1(1), 17–22.
Tiersma, P. M. (1999). Legal language. University of Chicago Press.













