Pendampingan Optimalisasi Potensi Genetik Siswa SMA melalui Deteksi Dini Minat dan Bakat

https://doi.org/10.25299/ceej.v7i2.26826

Authors

  • Indah Widiati Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
  • Rahma Qudsi Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
  • Endang Istikomah Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
  • Suripah Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Keywords:

Potensi Genetik, Minat, Bakat, STIFIn

Abstract

Latar Belakang: Siswa SMAN 1 Pekanbaru pada umumnya telah memiliki perencanaan pendidikan lanjut dan karier. Namun sebagian besar mengambil keputusan tersebut belum didasarkan pada potensi genetik yang dimiliki, maupun minat bakatnya. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendampingi optimalisasi potensi genetik siswa SMA melalui deteksi dini minat dan bakat sebagai dasar perencanaan pendidikan dan karier. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pekanbaru dengan melibatkan 40 siswa. Metode: Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Teknologi diterapkan melalui media digital dan tes potensi genetik STIFIn untuk mengidentifikasi minat dan bakat siswa. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi diri (87%), perbedaan minat dan bakat, serta pentingnya deteksi dini dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Pendampingan dan self-assessment membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, kepercayaan diri (86%), dan motivasi dalam merencanakan jenjang pendidikan lanjut yang sesuai dengan karakteristik pribadi. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran sekolah sebagai mitra strategis dalam pengembangan potensi siswa secara terarah dan berkelanjutan. Kesimpulan: Dengan demikian, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan potensi siswa SMA dan dapat dijadikan model pendampingan deteksi dini minat dan bakat yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk melatih mental dan juga moral dari peserta didik. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam merencanakan pendidikan sesuai potensi serta memperkuat peran sekolah, dan direkomendasikan untuk berkelanjutan melalui layanan BK dan kolaborasi perguruan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brewster, C., & Dawson, V. (Eds.). (2020). Psychometric assessment and validity of fingerprint-based personality tests. Journal of Educational Technology & Society. https://doi.org/10.1111/insr.12017.

Creed, P. A., Patton, W., & Prideaux, L. A. (2007). Predicting change over time in career planning and career exploration for high school students. Journal of Adolescence, 30(3), 377–392. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2006.04.003.

Gati, I., & Levin, N. (2014). Counseling for career decision-making difficulties: Measures and methods. The Career Development Quarterly, 62(2), 98–113. https://doi.org/10.1002/j.2161-0045.2014.00073.x.

Gati, I., & Saka, N. (2001). High school students’ career-related decision-making difficulties. Journal of Counseling & Development, 79(3), 331–340. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.2001.tb01978.x.

Gati, I., Krausz, M., & Osipow, S. H. (1996). A taxonomy of difficulties in career decision making. Journal of Counseling Psychology, 43(4), 510–526. https://doi.org/10.1037/0022-0167.43.4.510.

Germeijs, V., & Verschueren, K. (2007). High school students’ career decision-making process. Journal of Vocational Behavior, 70(2), 223–241. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2006.10.004.

Hirschi, A. (2011). Career-choice readiness in adolescence: A two-dimensional construct. Journal of Vocational Behavior, 79(2), 404–418. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2011.01.001.

Höffler, T. N., & Leutner, D. (2007). Instructional animation versus static pictures: A meta-analysis. Learning and Instruction, 17(6), 722–738. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2007.09.013.

Kuo, Y. C., Walker, A. E., Belland, B. R., & Schroder, K. E. (2014). A predictive study of student satisfaction in online education programs. International Review of Research in Open and Distributed Learning, 12(2), 14–39. https://doi.org/10.19173/irrodl.v12i2.1856.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

OECD. (2019). Future of education and skills 2030: Conceptual learning framework. OECD Publishing.

Plomin, R., DeFries, J. C., Knopik, V. S., & Neiderhiser, J. M. (2016). Top 10 replicated findings from behavioral genetics. Perspectives on Psychological Science, 11(1), 3–23. https://doi.org/10.1177/1745691615617439.

Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231. https://doi.org/10.1002/j.2168-9830.2004.tb00809.x.

Redecker, C., Punie, Y., & Ferrari, A. (2011). Digital competence in education. European Commission.

Savickas, M. L. (2013). Career construction theory and practice. In S. D.

Super, D. E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. Journal of Vocational Behavior, 36(3), 282–298. https://doi.org/10.1016/0001-8791(90)90056-I.

Wolfe, J., & Johnson, S. (2012). Evaluating psychometric equivalence of fingerprint-based and questionnaire-based personality assessments. Journal of Applied Psychological Measurement, 36(3), 197–210. https://doi.org/10.1177/0146621611422449.

Published

2026-04-30

How to Cite

Widiati, I., Qudsi, R., Istikomah, E., & Suripah. (2026). Pendampingan Optimalisasi Potensi Genetik Siswa SMA melalui Deteksi Dini Minat dan Bakat. Community Education Engagement Journal, 7(2), 119–136. https://doi.org/10.25299/ceej.v7i2.26826

Issue

Section

Articles
Received 2026-01-07
Accepted 2026-04-21
Published 2026-04-30

Most read articles by the same author(s)