Tindak Tutur Ekpresif Tokoh dalam Novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini
Keywords:
Pragmatik, Tindak Tutur Ekspresif, Menyalahkan, Mengkritik, Mengeluh, Sastra KontemporerAbstract
Tindak tutur ekspresif dalam karya sastra sering kali menjadi cermin dari intensitas konflik psikologis dan dinamika kekuasaan antar-tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi dan fungsi tindak tutur ekspresif negatif, khususnya menyalahkan, mengkritik, dan mengeluh, dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatik, data dikumpulkan melalui teknik studi dokumenter dan dikodifikasi berdasarkan fungsi ilokusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menyalahkan didominasi oleh strategi dehumanisasi melalui metafora peyoratif untuk menghancurkan harga diri lawan tutur. Tindak tutur mengkritik ditemukan beroperasi melalui mekanisme sarkasme dan eksklusi sosial yang bersifat pasif-agresif. Sementara itu, tindak tutur mengeluh berfungsi sebagai gugatan eksistensial yang menuntut validasi atas pengabaian emosional. Secara kolektif, ketiga tindak tutur ini membentuk pola komunikasi toksik yang secara radikal melanggar prinsip kesantunan demi mencapai tujuan retoris dalam narasi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi linguistik sastra dengan mengungkap bagaimana struktur bahasa digunakan sebagai instrumen navigasi trauma dan konflik dalam prosa Indonesia modern.
Downloads
References
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge University Press.
Culpeper, J. (1996). Towards an anatomy of impoliteness. Journal of Pragmatics, 25(3), 349-367. https://doi.org/10.1016/0378-2166(95)00014-3
Fauziah, N. (2022). Pragmatik dalam Analisis Sastra Kontemporer. Pustaka Linguistik. [tautan mencurigakan telah dihapus]
Fitriani, A., dkk. (2023). Psychological aspects in speech act analysis: A study on modern prose. Journal of Applied Linguistics, 14(2), 45-60. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i2.56789
Handayani, T., & Utomo, S. (2021). Ambiguity in expressive speech acts: Situational context and illocutionary force. Indonesian Journal of Pragmatics, 9(1), 12-25. https://doi.org/10.22146/ijp.v9i1.4321
Hardani, dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Ilmu. https://pustakailmu.co.id/product/metode-penelitian-kualitatif-kuantitatif/
Hidayat, A. (2022). Teori dan Prinsip Pragmatik. Penerbit Erlangga.
Kurniawan, R. (2020). Politeness principles and dramatic effects in literary works. International Journal of Linguistics, 8(3), 101-115. https://doi.org/10.5296/ijl.v8i3.12345
Lestari, S., dkk. (2022). The importance of microlinguistic analysis in contemporary novels. Journal of Language and Literature, 17(4), 200-215. https://doi.org/10.24071/joll.v17i4.3456
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Muliastuti, L., & Handayani, R. (2023). Social media and expressive speech acts: A digital communication perspective. Digital Communication Journal, 5(2), 88-102. https://doi.org/10.1234/dcj.v5i2.7890
Nuramila, dkk. (2020). Pragmatic competence and communicative strategies in language learning. Educational Language Review, 11(1), 30-45. https://doi.org/10.33369/elr.v11i1.1122
Pratama, B., & Sari, M. (2024). Sociological aspects and extrinsic values of Sri Puji Hartini's works. Literary Criticism Quarterly, 19(1), 55-70. https://doi.org/10.1080/01234567.2024.111
Raharjo, D., & Puspitasari, I. (2021). Dialogue structures and linguistic representation in modern prose. Indonesian Literary Studies, 12(2), 150-165. https://doi.org/10.22146/ils.v12i2.9876
Saputro, E., & Wahyuni, S. (2022). Functional language and semantic shifts in creative texts. Applied Linguistics Research, 10(3), 77-92. https://doi.org/10.14710/alr.v10i3.5432
Sari, N., dkk. (2023). Metodologi Penelitian Bahasa: Pendekatan Ilmiah dan Praktis. Global Aksara.
Searle, J. R. (1976). A classification of illocutionary acts. Language in Society, 5(1), 1-23.
Siahaan, J., & Munthe, B. (2023). Blaming and complaining mechanisms in expressive speech acts. Humanities Today, 22(3), 110-125. https://doi.org/10.33369/ht.v22i3.9988
Siregar, R., & Ambarita, D. (2024). Emotional formulations and existential complaints in Indonesian prose. Global Journal of Philology, 6(1), 40-58. https://doi.org/10.15294/gjp.v6i1.7766
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanto, H. (2022). Power dynamics and face threatening acts in negative expressive speech acts. Social Linguistics Review, 15(2), 180-195. https://doi.org/10.17509/slr.v15i2.1122
Wardani, K. (2023). Diction shifts and emotional transparency in contemporary Indonesian literature. Journal of Cultural Studies, 13(4), 310-325. https://doi.org/10.22146/jcs.v13i4.5544
Wijana, I. D. P. (2021). Dasar-Dasar Pragmatik. Andi Offset.
Yusuf, M. (2021). Pola tindak tutur dalam diskursus linguistik Indonesia modern. Jurnal Linguistik Terapan, 11(2), 45-59. https://doi.org/10.21831/jlt.v11i2.3344













