KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI PEKANBARU

Authors

  • Thalia Amanda Putri Program Studi Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Pascasarjana, Universitas Riau
  • Puji Astuti Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau
  • Zulkarnain Program Studi Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Pascasarjana, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/jurps.2025.22516

Keywords:

Kedisiplinan Berlalu Lintas, Perilaku Berkendara, Transportasi Berkelanjutan

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru telah menimbulkan beberapa permasalahan transportasi terutama meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas yang berdampak pada keberlanjutan sistem transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kedisiplinan berlalu lintas masyarakat Kota Pekanbaru dan menganalisis implikasinya terhadap perencanaan transportasi berkelanjutan. Ruang lingkup penelitian meliputi evaluasi perilaku pengguna jalan dalam konteks pengetahuan peraturan lalu lintas, kepatuhan, keselamatan kendaraan dan aspek emosional saat berkendara. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 350 responden yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas tergolong (82%), masih terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Sebanyak 17,71% responden masih berbelok tanpa menyalakan lampu sein dan 5,43% berkendara secara zig-zag. Selain itu, sebanyak 44% mengaku mudah terpancing emosi saat berkendara. Temuan ini menunjukkan urgensi untuk lebih banyak melakukan pendidikan berlalu lintas, perbaikan infrastruktur berbasis spasial, dan mengintegrasikan perilaku lalu lintas ke dalam dokumen perencanaan seperti RITK dan RDTR. Oleh karena itu, perencanaan transportasi berkelanjutan harus mempertimbangkan pendekatan yang berbasis perilaku, seperti pendidikan lalu lintas yang adaptif, penerapan zona tertib berbasis spasial, dan integrasi desain jalan dengan karakteristik pengguna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] B. K. Pekanbaru, “Kota Pekanbaru dalam Angka 2022,” Badan Pusat Statistik Kota Pekan Baru. [Online]. Available: https://pekanbarukota.bps.go.id/

[2] D. Wijayanti, S., & Suryani, “Studi Perilaku Pelanggaran Lalu Lintas di Jalan Perkotaan: Studi Kasus di Kota Bandung,” J. Keselam. Transp. Jalan, vol. 7(1), pp. 45–53, 2020, doi: https://doi.org/10.21009/jktj.071.05.

[3] H. Handayani, R., & Wicaksono, “Analisis Hubungan Perilaku Pengguna Jalan dengan Karakteristik Fisik Jalan di Kota Metropolitan,” J. Transp. dan Tata Ruang, vol. 9(2), pp. 121–130, 2021, doi: https://doi.org/10.22146/jtt.2021.09.2.121.

[4] T. Litman, Urban Transportation Planning for Livable Communities. Victoria Transport Policy Institute, 2021.

[5] Sunyto, Statistik untuk Penelitian. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2011.

[6] I. N. Danuri, E., Rahayu, S., & Cahyani, Statistik Dasar untuk Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish, 2019.

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.

Downloads

Published

2025-07-28

How to Cite

Thalia Amanda Putri, Astuti, P., & Zulkarnain. (2025). KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TRANSPORTASI BERKELANJUTAN DI PEKANBARU. Journal of Urban Regional Planning and Sustainable Environment, 4(01). https://doi.org/10.25299/jurps.2025.22516

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>