Wisata Burung di Hutan Larangan Adat Kenegarian Rumbio Kabupaten Kampar Untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga dan Konservasi Hayati

  • Elfis Elfis
  • Prima Wahyu Titisari
  • Nunut Suharni
  • Tika Permata Sari
Keywords: Pemandu wisata burung (birdwatching), Hutan Larangan Adat Kenegarian Rumbio

Abstract

Kawasan hutan Larangan adat Kenegarian Rumbio Kabupaten Kampar  sangat cocok untuk dijadikan lokasi wisata. Obyek wisata alam dapat dinikmati di hutan Larangan adat Kenegarian Rumbio dengan melakukan trecking berjalan kaki sepanjang hutan larangan adat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan berjumlah 40 spesies jenis burung dari 21 famili.  Keanekaragaman jenis burung di Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio yang ditemukan 40 spesies burung dari 21 famili. Jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 18,97%, Sialang Layang yaitu jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 20,22%, Halaman Kuyang yaitu jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 22% dan kawasan Tanjung Kulim yaitu jenis burung Cikrak Polos (Phylloscopus inornatus) tertinggi dibandingkan kawasan  lainnya yaitu sebesar 20,83% dan termasuk dalam kategori tinggi. Tolak ukur keberhasilan PKM ini adalah : Target sasaran dan Mitra Masyarakat telah menjadi pemandu wisata burung (birdwatching) yang ada di Hutan Larangan Adat Kenegarian Rumbio.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Conradie NC, Zyl v. (2013). Agreement of the international avitourist market to ecotourism principles: a South African development perspective. African Journal of Business Management 7 (30): 3013.
Dalem, AAGR, Widana IN, Putri IATE. (2014). Burung Sebagai Atraksi Ekowisata di Kawasan Pariwisata Ubud, Bali. Jurnal Bumi Lestari 14 (2): 125 – 132.
Endah GP, Partasasmita R. (2015). Bird diversity in Bandung City Park, West Java. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (6): 1289-1294. [Indonesian]
Fadrikal R, Fadliah E, Nugroho J. (2015). Urban bird community: The effect of size area and plant species on bird diversity. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (8):1842-1846. [Indonesian]
Fithri A. (2012). Bird species of Hutan Kota BNI Banda Aceh, Indonesia. The Proceedings of the 2nd Annual International Conference Syiah Kuala University 2012 & The 8th IMT-GT Uninet Bioscience Conference. Banda Aceh, 22-24 November 2012.
Green R, Jones DN. (2010). Practices, needs and attitudes of bird-watching tourists in Australia. Gold Coast, CRC for Sustainable Tourism.
IUCN, The World Conservation Union. (2009). Habitat Burung. Internasional Union for Conservation of Nature and Natural Resources and Mangrove action Project.
MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. (1998). Burung- burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (termasuk Sabah, Serawak dan Brunei Darussalam). Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.
Krisanti AA, Choirunnafi A, Septiana NO, Pratama FW, Amelia F, Manjaswari A, Septiningtyas PA, Wati AS, Satria JY, Ani IL, Wibowo T, Sugiyarto. (2017). The diversity of diurnal bird species on western slope of Mount Lawu, Java, Indonesia. Biodiversitas 18 (3): 1077-1083.
Nababan BRR, Setiawan A, Nurcahyani N. (2015). Wetland Birds Diversity at Way Pegadungan Rajawali Village Bandar Surabaya District Central Lampung Regency. Jurnal Sylva Lestari 3 (1):71-80. [Indonesian]
Ramos CC de O, Anjos L dos. (2014). The width and biotic integrity of riparian forest affect richness, abundance, and composition of bird communities. Nat Conservacao 12 (1): 59-64.
Ridwan M, Choirunnafi A, Sugiyarto, Suseno WA, Putri RDA. (2015). The relationship between bird diversity and tree species composition on Kentingan campus Sebelas Maret University Surakarta, Central Java. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (3): 660-666. [Indonesian]
Saini V, Joshi K, Bhatt K, Singh A, Joshi R. (2017). Short Communication: Waterbird species distribution between natural and manmade wetland in Himalayan foothills of Uttarakhand, India. Biodiversitas 18 (1): 334-340.
Published
2020-04-14
Section
Articles
Abstract viewed = 142 times
Download PDF downloaded = 130 times