FILOSOFI RUMAH ADAT MELAYU: REPRESENTASI PERADABAN ISLAM

Authors

  • Febby Asteriani UIR
  • Hasnah Faiza AR Prodi Doktor Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25299/jurps.2025.25503

Keywords:

filosofi, islam, rumah adat melayu

Abstract

Rumah adat Melayu kerap direduksi sebagai artefak antropologis, padahal ia mengandung kosmologi dan etika yang berakar pada metafisika Islam. Dalam konteks krisis ekologis dan dislokasi makna modern, diperlukan pembacaan ulang atas arsitektur  tradisional dari perspektif filsafat peradaban. Artikel ini bertujuan menganalisis rumah  Melayu sebagai arsitektur metafisik yang memadukan tauhid, adab, dan amanah ekologis melalui kerangka filsafat Islam dan epistemologi ta’wīl spasial. Fokus penelitian diarahkan untuk menunjukkan bahwa rumah Melayu bukan sekadar identitas budaya, tetapi tawaran paradigmatik bagi masa depan. Pendekatan teoretis-filosofis digunakan dengan basis hermeneutik Islam, analisis fenomenologi ruang, dan penelusuran literatur klasik Melayu Rumah Melayu dibaca sebagai teks teofanik, bukan sekadar entitas material. Struktur rumah Melayu mencerminkan hierarki wujud, etika malu dan marwah, segregasi spasial yang melindungi martabat, dan relasi ekologis yang anti-ekstraktif. Arsitektur ini mengintegrasikan spiritualitas, etika sosial, dan keberlanjutan ekologis secara organik. Rumah adat Melayu adalah model arsitektur spiritual-ekologis yang menolak antroposentrisme modern dan menawarkan paradigma alternatif bagi masa depan, arsitektur yang tidak hanya layak huni, tetapi layak dimaknai dan dipertanggungjawabkan secara metafisik.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam. ISTAC.

[2] Al-Attas, S. M. N. (2021). Islam and the Philosophy of the Future. Ta’dib International.

[3] Azra, A. (2004). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia. Allen & Unwin.

[4] Effendy, T. (1988). Tunjuk Ajar Melayu: Butir-Butir Budaya Melayu Riau. Dewan Bahasa dan Pustaka. Husin, R., & Hanafi, Z. (2018). Traditional Malay house construction ethics and environmental stewardship. Journal of Islamic Architecture, 5(2), 101–110.

[5] Hanafi, Z. (2017). Sacred ecology in Malay architecture: Reassessing sustainability beyond materiality. Journal of Islamic Built Environment, 9(1), 55–70.

[6] Nasr, S. H. (1996). Religion and the Order of Nature. Oxford University Press.

[7] Nasr, S. H. (2002). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. HarperCollins.

[8] Rashid, M. S., & Ahmad, A. S. (2014). Gendered space and Malay domestic architecture. Asian Journal of Environment-Behaviour Studies, 2(6), 77–89.

[9] Wan Mohd Nor, W. N. (2010). Islam and the Problem of Knowledge. Ta’dib International.

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Asteriani, F., & Faiza AR, H. (2025). FILOSOFI RUMAH ADAT MELAYU: REPRESENTASI PERADABAN ISLAM . Journal of Urban Regional Planning and Sustainable Environment, 4(02). https://doi.org/10.25299/jurps.2025.25503

Most read articles by the same author(s)