Analisis Wacana Kritis dalam Cerpen Rumus Hidup Bahagia Karya Sabrina Lasama dengan Pendekatan Sara Mills
Keywords:
Sara Mills, Short Stories, Women, Patriarchy, GenderAbstract
This article analyses Sabrina Lasama's short story Rumus Hidup Bahagia (The Formula for a Happy Life) using Sara Mills' critical discourse approach to reveal representations of women in social, cultural, and gender relations contexts. It focuses on how women are treated, viewed by men, and constructed in the narrative. The analysis shows that the main character, Anti, faces social pressure to follow the conventional formula for happiness: marry, have children, and become the wife of a well-established man. Anti is also a victim of sexual violence that is not believed, a sexual object, and a status symbol. Although they appear to be the subjects of the narrative, the women in this story are actually objects of the patriarchal social system. Anti shows resistance through manipulative actions that blur the line between obedience and resistance. This article suggests that the representation of women in literature reflects unequal power relations and can be a critique of patriarchal ideology.
Downloads
References
Agung, G. B., & Suroso. (2023). Perempuan dalam Berita Media Online: Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills. Universitas Negeri Yogyakarta.
Azzahra, N., & Hidayat, R. (2021). Narasi Penerimaan Perempuan dalam Relasi Timpang: Analisis Kesadaran Palsu. Jurnal Relasi, 3(2), 112–126. https://doi.org/10.36742/relasi.v3i2.198
Chudsyiah, E., Badrih, M., & Werdiningsih, D. (2022). Pengaruh minat membaca dan menulis sastra terhadap kemampuan menulis cerpen. Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 123–135. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200729.025 DOI: https://doi.org/10.32682/sastranesia.v10i3.2730
Cindi, D. T., Karkono, K., & Zahro, A. (2023). Resistensi dalam e-cerpen karya Muna Masyari dan relevansinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 14(1), 80–90. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v14i1.11742 DOI: https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.11742
Damono, S. D. (2002). Sastra dan masyarakat: Hubungan antara karya sastra dan struktur sosial. Jakarta: Pusat Bahasa.
Dwirahayu, E. P., Mardikantoro, H. B., & Indiatmoko, B. (2019). Preaching Violence against Women on Television: Analysis of Critical Discourse on the Sara Mills Model. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(3), 22–29. https://doi.org/10.15294/seloka.v8i3.34410
Dzulhi Dwiki Akbar Mahasiswa, & Sholihul Abidin. (2020). Analisis Wacana Sara Mills Pemberitaan Blaming Victim Perempuan Korban Perkosaan pada Okezone.com. Scientia Journal, 2(2). https://doi.org/10.31289/scientia.v2i2.2261
Erantika, D. E., & Asnawi, A. (2021). Analisis wacana kritis model Sara Mills dalam novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad. J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture, 1(3), 12–29. https://doi.org/10.25299/j-lelc.2021.7859 DOI: https://doi.org/10.25299/j-lelc.2021.7859
Ernawati Hermawan, Nuram Mubina, & Wina Lova Riza. (2023). Marital Rape: Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam Budaya Patriarki. Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.36805/empowerment.v3i1.787 DOI: https://doi.org/10.36805/empowerment.v3i1.787
Fairclough, N. (2019). Analisis wacana: Pendekatan kritis terhadap bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk. (2012). Metode penelitian sastra: Sebuah penjelajahan awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzia, D., & Rahayu, S. (2020). Stigma Sosial terhadap Perempuan yang Tidak Menikah: Sebuah Kajian Kritis. Jurnal Perempuan, 25(4), 321–333. https://doi.org/10.21009/jp.254.05
Franklin Asido Rossevelt, Dara Aisyah, Pasha Clara Ulyna Nadeak, Nadhirah Zahrahni, Putri Nabiha Dwiriani, Noni Fitria Achmad, Hilda Anggiani Siregar, Valentino Antonius Simamora, & Abednego Ferdian Malona Siallagan. (2023). Analisis Pengaruh Budaya Patriarki terhadap Kekerasan Perempuan di dalam Rumah Tangga. SAJJANA: Public Administration Review, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.31289/sajjana.v7i1.19627 DOI: https://doi.org/10.32734/sajjana.v1i2.19627
Fitriana, N., & Andriani, N. (2023). Perempuan dan Tekanan Sosial dalam Narasi Pernikahan: Studi Kasus pada Kalangan Perempuan Muda Urban. Jurnal Sosiologi Diri, 7(1), 45–60. https://doi.org/10.24036/jsd.v7i1.1789
Hanum, F., & Azizah, N. (2021). Taktik Perempuan dalam Menavigasi Norma Patriarki: Antara Kepatuhan Simbolik dan Resistensi Kultural. Jurnal Gender dan Sosial, 6(2), 89–104. https://doi.org/10.22146/jgs.2021.v6i2.33124
Juliana, S., Charlina, C., & Burhanudin, D. (2023). Mariah dalam novel Terusir karya Buya Hamka dengan kajian analisis wacana kritis Sara Mills. GERAM: Gerakan Aktif Menulis, 11(2). https://doi.org/10.25299/geram.2023.vol11(2).15502 DOI: https://doi.org/10.25299/geram.2023.vol11(2).15502
Kania, D., & Hamdani, A. (2023). Representasi wanita dibalik kosakata berita (analisis wacana kritis Sara Mills kekerasan seksual pada media Indonesia). Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 10(1), 33–40. https://doi.org/10.30595/mtf.v10i1.17674 DOI: https://doi.org/10.30595/mtf.v10i1.17674
Lasama,Sabrina (2025). Rumus Hidup Bahagia. Harian Kompas, rubrik Cerpen.
Luxemburg, J. van, Bal, M., & Weststeijn, W. G. (2021). Pengantar ilmu sastra. (Terj. Rini Widyantoro). Yogyakarta: Penerbit Ombak. (Edisi Terjemahan)
Mardhatillah, S., Putri, N. W., & Wicaksono, L. A. (2023). Objektivikasi Seksual dalam Representasi Tubuh Perempuan: Tinjauan Wacana Media dan Budaya. Kafa’ah: Journal of Gender Studies, 13(1), 17–30. https://doi.org/10.15575/kafaah.v13i1.17452
Mills, S. (2020). Analisis wacana kritis: Perspektif teori Sara Mills. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mufdlilah, M., & Nurhidayati, N. (2023). Ketimpangan Relasi Gender dalam Hubungan Romantik: Kajian Sosiologi Gender. Jurnal Studi Gender dan Anak, 5(2), 103–117. https://doi.org/10.25078/jurga.v5i2.431
Nadya Afdholy, Syifa Shafira Azzahra, & Edi Dwi Riyanto. (2024). Child Rape Cases in News Text: Sara Mills’ Critical Discourse Analysis. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 454–467. https://doi.org/10.31289/ghancaran.v5i2.467 DOI: https://doi.org/10.19105/ghancaran.v5i2.11971
Nuraini, I., & Kusumawardhani, R. (2022). “Tahu Diri” Sebagai Wacana Penjinakan Perempuan dalam Relasi Timpang. Jurnal Wacana Gender, 10(2), 114–130. https://doi.org/10.25077/jwg.10.2.114-130.2022
Nurgiyantoro, B. (2020). Teori pengkajian fiksi (Cet. ke-13). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Oktapiyani, D., & Hamdani, A. (2025). Model analisis wacana kritis Sara Mills dalam menganalisis representasi gender di media sosial: Studi kasus pada narasi feminisme dalam konten digital 2024. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.2991/jmbsi.v10i1.30297
Pusparani, M. (2022). Analisis wacana kritis teori inkluisi Van Leeuwen dalam berita online tema geng motor di Tribun Jambi. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(2). https://doi.org/10.22437/dikbastra.v5i2.25989 DOI: https://doi.org/10.22437/dikbastra.v5i2.25989
Ratna, N. K. (2019). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Saraswati, A. A., & Wulandari, H. (2022). Tekanan Sosial terhadap Perempuan Lajang Dewasa: Antara Moralitas, Keluarga, dan Stigma. Jurnal Perempuan dan Sosial, 8(1), 44–58. https://doi.org/10.33508/jps.v8i1.12634
Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Wellek, R., & Warren, A. (2016). Theory of Literature (Edisi Revisi). New York: Harcourt, Brace & World.
Widiyaningrum, W. (2021). Analisis Wacana Sara Mills Tentang Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 7(1), 14. https://doi.org/10.22373/equality.v7i1.8743 DOI: https://doi.org/10.22373/equality.v7i1.8743
Yusriana, Y. (2022). Meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa dengan pendekatan kontekstual pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. ACTION: Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah, 2(2), 132–144. https://doi.org/10.51878/action.v2i2.1163 DOI: https://doi.org/10.51878/action.v2i2.1163
