Advokasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Malioboro

Authors

  • Anisa Choirin NM Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Siti Fatiha EP
  • Putri Anggraeni Pangestuti
  • Aulia Alissa
  • Syifa Adha Kamelia
  • Adista Artika Dewi

DOI:

https://doi.org/10.25299/wedana.2025.20899

Keywords:

Relokasi, Pedagang Kaki Lima, Malioboro, Kebijakan

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kebijakan relokasi pedagang kaki lima di Kawasan Malioboro, Sebagai langkah dalam penataan ruang publik serta pengelolaan Kawasan wisata di Yogyakarta. Kebijakan ini berfokus pada pemindahan PKL dari trotoar Malioboro ke dua lokasi yang baru, yaitu teras Malioboro 1 dan 2. Melalui metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari relokasi tersebut, terutama terhadap kondisi ekonomi PKL dan seberapa efektivitas pengimplementasian kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi ini telah mengurangi sampah di Kawasan Malioboro dan juga telah menciptakan ruang yang lebih tertata. Akan tetapi, ditemukan beberapa keluhan dari para pedagang mengenai penurunan pendapatan mereka akibat lokasi baru yang kurang strategis, fasilitas yang kurang mendukung, serta adanya keterbatasan ruang usaha. Penelitian ini juga menemukan fakta tentang kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam proses perumusan kebijakan Bersama, yang membawa dampak pada resistensi terhadap relokasi. Kesimpulan yang didapat yaitu menekankan betapa pentingnya melakukan pendekan inklusif dan partisipatif antara pedagang, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan cara peningkatan komunikasi, fasilitas, dan juga dukungan kepada pedagang, agar tercipta rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga kebijakan relokasi tetap berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, dengan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-12