Implementasi Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Siak dan Pengolahan Air Bersih untuk Masyarakat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru, Riau

Authors

  • Sri Listia Rosa Universitas Islam Riau
  • Muhammad Fikri
  • Farhan Assidiqi
  • Ari Kristian Damanik

DOI:

https://doi.org/10.25299/jpmpip.2026.28289

Keywords:

Sungai Siak, Pemantauan Kualitas Air, Rumbai Pesisir, Penyulingan, Pekanbaru

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan melalui penerapan sistem pemantauan kualitas air Sungai Siak dan instalasi pengolahan air bersih di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau. Kegiatan diawali dengan proses koordinasi bersama pemerintah setempat dan kelompok masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan guna menentukan lokasi strategis untuk pemasangan perangkat monitoring kualitas air dan unit pengolahan air bersih. Sistem pemantauan kualitas air dikembangkan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pengukuran parameter utama secara real-time, seperti suhu, tingkat keasaman (pH), dan kekeruhan air. Data hasil pemantauan dikirim secara daring sehingga dapat diakses dan dimonitor dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, program ini juga menerapkan teknologi pengolahan air bersih berbasis sistem multi-tahap yang mengombinasikan filtrasi karbon aktif, reverse osmosis, dan sterilisasi ultraviolet untuk menghasilkan air yang memenuhi standar kelayakan konsumsi rumah tangga. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT mampu memberikan informasi kualitas air Sungai Siak secara kontinu dan membantu masyarakat dalam mendeteksi perubahan kondisi air, terutama pada periode musim hujan yang ditandai dengan peningkatan tingkat kekeruhan. Di sisi lain, unit pengolahan air bersih yang ditempatkan di fasilitas umum masyarakat berhasil menyediakan sumber air bersih alternatif yang lebih aman dan mudah diakses oleh warga sekitar. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan perangkat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kualitas air dan kesehatan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan sistem yang telah diterapkan. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi pemantauan kualitas air berbasis sensor IoT dengan sistem pengolahan air bersih dapat menjadi solusi yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih di kawasan bantaran Sungai Siak. Selain mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, program ini juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap permasalahan pencemaran air.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Farid, A. & Munir, M. 2022, ‘Penerapan sensor kekeruhan untuk deteksi pencemaran air’, Jurnal Rekayasa Teknologi, vol. 14, no. 2, pp. 87–95.

Ginting, T. & Simanjuntak, S. 2021, ‘Analisis bakteriologis air sungai sebagai sumber air minum’, Jurnal Kesmas Indonesia, vol. 13, no. 1, pp. 41–49.

Hasan, R. & Yuliana, N. 2021, ‘Model pemantauan kualitas air berbasis partisipasi masyarakat’, Jurnal Pemberdayaan Lingkungan, vol. 5, no. 2, pp. 73–82.

Hidayat, R., Sari, N. & Fadli, M. 2022, ‘Analisis kualitas air Sungai Siak akibat aktivitas industri dan domestik’, Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 155–167.

Indarti, R. & Nirmala, M. 2020, ‘Penerapan teknologi Internet of Things untuk pemantauan kualitas air sungai’, Jurnal Teknologi Lingkungan, vol. 21, no. 1, pp. 11–20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2010, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kumar, M., Puri, A. & Singh, S. 2019, ‘Water purification using multi-stage filtration and UV sterilization’, Environmental Technology & Innovation, vol. 14, pp. 100–110.

Nguyen, T., Le, H. & Tran, D. 2020, ‘Community-based water management in Southeast Asia: Lessons from Vietnam and the Philippines’, Water Policy, vol. 22, no. 4, pp. 543–560.

Rahmawati, E., Susilo, H. & Putra, R. 2021, ‘Dampak limbah domestik terhadap kualitas air permukaan di kawasan urban’, Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 19, no. 3, pp. 350–362.

Robert Chambers 2017, Rural development: Putting the last first, Routledge, London.

Sari, A.P. & Nugroho, B. 2021, ‘Efektivitas kombinasi filtrasi karbon aktif dan UV untuk air permukaan’, Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 28, no. 1, pp. 45–53.

Setiawan, A. & Pratama, R. 2020, ‘IoT-based water quality monitoring system for Indonesian rivers’, International Journal of Smart Technology, vol. 3, no. 2, pp. 27–35.

United States Environmental Protection Agency 2020, National primary drinking water regulations, U.S. EPA, Washington, DC.

United Nations Development Programme 2021, Sustainable Development Goals: Goal 6—Ensure availability and sustainable management of water and sanitation, UNDP, New York.

Wahyuni, D. & Hartono, T. 2021, ‘Pendidikan masyarakat dalam menjaga kualitas air sungai’, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, vol. 2, no. 1, pp. 31–40.

World Health Organization 2020, Guidelines for drinking-water quality, 4th edn, World Health Organization, Geneva.

Zhang, Y., Chen, L. & Wang, H. 2021, ‘Real-time water quality monitoring using IoT and cloud computing’, Environmental Monitoring and Assessment, vol. 193, p. 512.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Rosa, S. L., Fikri, M., Assidiqi, F., & Damanik, A. K. (2026). Implementasi Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Siak dan Pengolahan Air Bersih untuk Masyarakat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru, Riau. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan, 7(1), 12–18. https://doi.org/10.25299/jpmpip.2026.28289

Issue

Section

Articles