Dongeng Masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dalam Kajian Sastra Ekologis

  • Noni Andriyani Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Alber Alber

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua kepentingan sekaligus yakni kepentingan menjaga kebudayaan khususnya kearifan lokal dan kepentingan menjaga lingkungan. Kepentingan menjaga kebudayaan khususnya kearifan lokal terdapat pada usaha mendokumentasikan dongeng-dongeng yang terdapat di Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Lalu, kepentingan menjaga lingkungan terdapat pula pada usaha mengkaji dongeng-dongeng yang akan didapatkan tersebut dengan teori sastra ekologis. Dongeng masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau belum didokumentasikan dengan baik dan diasumsikan memiliki banyak muatan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan bentuk manifestasi usaha melestarikan kebudayaan lokal dan melestarikan lingkungan sekaligus. Dongeng butuh pendokumentasian yang baik agar tidak punah atau tidak diakui sebagai milik bangsa lain. Dibalik bentuknya yang sederhana, dongeng ternyata dapat mengajarkan banyak hal baik untuk membentuk karakter seseorang termasuk membentuk karakter peduli lingkungan. Teori kajian aspek ekologis dalam karya sastra dikenal dengan nama ekokritik sastra atau sastra ekologis. Teori sastra ekologis ini berusaha menjawab keterkaitan sastra dengan lingkungannya. Belum banyak orang yang melakukan penelitian dengan teori ini. Sementara, pembahasan mengenai lingkungan saat ini merupakan agenda penting mengingat tingginya degradasi kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Pentingnya pembahasan lingkungan ini juga tertuang dalam delapan belas nilai pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 yakni karakter peduli lingkungan. Hal ini turut menunjukkan bahwa penelitian ini juga berimplikasi terhadap pendidikan karakter. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apa sajakah dongeng yang terdapat dalam Masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Riau? dan (2) Bagaimanakah sastra ekologis dalam dongeng Masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Riau? Teori yang digunakan untuk mengkaji sastra ekologis adalah teori Garrard (dalam Endraswara, 2016) mengenai enam konsep sastra ekologis yang meliputi (1) pencemaran; (2) hutan belantara; (3) bencana; (4) perumahan/tempat tinggal; (5) binatang; dan (6) bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Sumber data penelitian adalah informan yang dipilih berdasarkan teknik penentuan informan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, teknik rekaman, teknik simak libat cakap, dan teknik pancing. Teknik analisis data didasarkan pada teknik interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dongeng-dongeng masyarakat Telayap mengandung keseluruhan konsep sastra ekologis menurut Garrard. Konsep tersebut meliputi pencemaran, hutan belantara, bencana, perumahan/tempat tinggal, binatang,dan bumi. Konsep yang sering muncul adalah konsep perumahan/tempat tinggal, binatang, dan bumi dan yang paling sedikit adalah konsep bencana. 


 

References

Astana, Satria. 2012. “Konsumsi Kayu Bakar Rumah Tangga Pedesaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Sukabumi Jawa Barat dan Lebak Banten”. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan ,Vol. 9 No. 4. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/WartaRimba/article/download/11298/8712.

Eddy, Syaiful, dkk. 2015. “Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Degradasi Hutan Mangrove di Indonesia”. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, Volume 1, Nomor 3. https://www.academia.edu/34013670/DAMPAK_AKTIVITAS_ANTROPOGENIK_TERHADAP_DEGRADASI_HUTAN_MANGROVE_DI_INDONESIA.

Hadi, Etik Erna Wati, dkk. 2016. “Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Bawah pada Sistem Agroforestri di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo”. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, Vol. 23, No.2. https://media.neliti.com/media/publications/112353-keanekaragaman-dan-pemanfaatan-tumbuhan-dd77f806.pdf.

Jalal, Rosyidi. 2007. “Beberapa Aspek Kimia Daging Kancil (Tragulus Javanicus)”. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak ,Vol. 2, No. 1, ISSN : 1978 – 0303 15. https://jitek.ub.ac.id/index.php/jitek/article/download/106/104.

Khairani, Desi. 2011. “Profil Kesehatan Anjing Pemburu Di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat”. http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/52991/2/B11dkh.pdf.

Kosim, Abdul, dkk. 2018. “Konsepsi Makna Hari Kiamat dalam Tafsir Alquran”. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur‟an dan Tafsir 3. Edisi 119. http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Al-Bayan/article/download/3817/2589.

Kurnianingrum, Ragil. 2016. “Kualitas Perumahan di Desa Mranggen Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang”. Jurnal Geografi, Volume 13 No 1. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JG/article/download/7991/5541.

Revilia, Winda Tona, dkk. 2017. “Aktivitas Burung Nuri Bayan (Eclectus Roratus) di Wildlife Rescue Centre Kulon Progo Yogyakarta”. Prosiding Semnas Sains & Entrepreneurship, Edisi IV. http://prosiding.upgris.ac.id/index.php/snse2017/snse2017/paper/view/1789/1776.

Rosyidi, Arief. 2013. “Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan”. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24 No. 3. http://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/viewFile/4110/2196.

Soemarno. 2010. “Menanam Pohon untuk Mengatasi Banjir Perkotaan”. http://marno.lecture.ub.ac.id/files/2011/12/MENANAM-POHON-UNTUK-ATASI-BANJIR-kota.pdf.
Published
2019-12-08
How to Cite
ANDRIYANI, Noni; ALBER, Alber. Dongeng Masyarakat Kelurahan Telayap Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dalam Kajian Sastra Ekologis. GERAM, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 51-64, dec. 2019. ISSN 2580-376X. Available at: <https://journal.uir.ac.id/index.php/geram/article/view/3790>. Date accessed: 25 jan. 2020. doi: https://doi.org/10.25299/geram.2019.vol7(2).3790.