AI-Storylit: Interactive Digital Storybook sebagai Media Literasi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan di Sekolah Dasar
Keywords:
Artificial Intelligence, Interactive Digital Storybook, Literasi Visual, Pemahaman Membaca, Sekolah DasarAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) membuka peluang besar untuk menghadirkan inovasi media pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan AI-StoryLIT, sebuah Interactive Digital Storybook berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk memperkuat literasi visual dan kemampuan memahami bacaan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian melibatkan 16 siswa kelas V di SDN 1 Gondang, kecamatan Tugu, kabupaten Trenggalek, serta 2 ahli materi dan 2 ahli media sebagai validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media AI-StoryLIT memenuhi kriteria kevalidan dengan kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media (91%) dan ahli materi (87,2%); (2) media memenuhi kriteria kepraktisan dengan kategori sangat baik berdasarkan uji coba lapangan (89,06%); dan (3) media efektif meningkatkan pemahaman membaca dengan peningkatan skor rata-rata dari 64 menjadi 82 (peningkatan 28%), nilai N-Gain 0,50 (kategori sedang), serta ketuntasan belajar mencapai 87% melampaui standar minimal 85%. Media juga efektif meningkatkan motivasi belajar siswa dengan peningkatan rata-rata sebesar 35% (kategori sedang-tinggi). Media ini terbukti layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar, khususnya untuk memperkuat literasi visual dan pemahaman membaca siswa kelas V.
Downloads
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. New York: Longman.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ayu, N. P., dkk. (2024). Analisis hasil PISA 2022: Capaian literasi membaca siswa Indonesia. Jurnal Pendidikan Internasional, 14(2), 78-92.
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Cambridge: Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (4th ed.). Boston: Pearson Education.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319-340.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.
Faturrokhman, I. (2024). Efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 8(1), 45-58.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64-74.
Handayani, T., & Purwanto, A. (2019). Penggunaan media audio visual pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 3(2), 524-532.
Keller, J. M. (1987). Development and use of the ARCS model of instructional design. Journal of Instructional Development, 10(3), 2-10.
Kress, G., & van Leeuwen, T. (2006). Reading images: The grammar of visual design (2nd ed.). London: Routledge.
Maula, N. M., & Antara, I. G. W. S. (2024). Pengembangan media buku interaktif digital untuk meningkatkan literasi baca tulis siswa kelas I sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 123-135.
Mayer, R. E. (2014). The Cambridge handbook of multimedia learning (2nd ed.). New York: Cambridge University Press.
Muchtar, H. S., dkk. (2024). Ketimpangan akses dan kualitas pendidikan dasar di Indonesia: Analisis wilayah kabupaten dan kota. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 13(1), 67-82.
Nanditasari, D., & Wibawa, S. (2024). Pengembangan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(1), 89-102.
Nurfajriani, N., dkk. (2024). Analisis data kualitatif dalam penelitian pendidikan: Reduksi, penyajian, dan verifikasi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(2), 156-170.
Piaget, J. (1954). The construction of reality in the child. New York: Basic Books.
Sadik, A. (2008). Digital storytelling: A meaningful technology-integrated approach for engaged student learning. Educational Technology Research and Development, 56(4), 487-506.
Sekartanjung, B. A., dkk. (2024). Pengembangan media flipbook cerita rakyat untuk meningkatkan minat baca siswa kelas III SDN Rejosari 01 Semarang. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(2), 134-148.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian & pengembangan: Research and development. Bandung: Alfabeta.
Sweller, J. (2011). Cognitive load theory. In J. P. Mestre & B. H. Ross (Eds.), The psychology of learning and motivation (Vol. 55, pp. 37-76). San Diego: Academic Press.
UNESCO. (2021). AI and education: Guidance for policy-makers. Paris: UNESCO Publishing.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge: Harvard University Press.
Widiyan, A., dkk. (2024). Tantangan pendidikan di wilayah pedesaan: Keterbatasan akses terhadap media pembelajaran digital. Jurnal Pendidikan dan Masyarakat, 10(1), 45-60.









