Representasi Relasi Manusia dan Alam dalam Naskah Drama Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau Karya Wahyudin

https://doi.org/10.25299/geram.2025.26661

Authors

  • Kanahaya Wisetyo Putri Mandiri Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia
  • Rina Feliyanti Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia
  • Artika Dita Rahayu Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia
  • Saski Ramdani Widia Putri Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia
  • Auzia Fadhila Rizky Study Program of Indonesian Language and Literature Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Herba Anggun Wilma Anggraeni Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia
  • Amanda Viraningsih Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Indonesia

Keywords:

literature, ecocriticism, drama, literary ecology

Abstract

This study examines the representation of the relationship between humans and nature in the drama script “Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau” by Wahyudin, utilizing ecocritical theory as an analytical lens and hermeneutics as an interpretative instrument. The focus of this study lies on three main dimensions: (1) human efforts in preserving nature, (2) human dependence on nature, and (3) the inner emotional bond between humans and nature. The results show that the main character's actions represent environmental conservation through the routine of planting mangroves to protect coastal areas from abrasion. Data findings reveal that human dependence on nature is fundamental, as demonstrated through character dialogues regarding the use of rainwater for household consumption and dry twigs as a source of livelihood. Furthermore, there is a deep emotional bond evidenced by the character's concern for marine degradation and the decision to remain in their homeland. Through the lens of eco-literacy, this script educates readers that the relationship between humans and the environment is not merely about a place to live, but an emotional attachment that determines sovereignty over water, food, and living space in the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aur, A. (2022). Analisis Social Ecology System-Action Situation Untuk Kerangka Kerja Memulihkan Bumi sebuah Proposal Aplikatif Artikel 138 Ensiklik Laudato Si’, 02(01), 1–14.

Aziz, A. G. P. A., Dermawan, T., & Sulistyorini, D. (2024). Paradigma Etika Lingkungan dalam Novel Kekal Karya Jalu Kencana, 10(1), 416–425.

Baso, B. S., Herni, & Said, Ide (2022). Ekokritik Sastra Pada Novel Rahasia Pelangi Karya. Jurnal Riset Rumpun Bahasa (JURRIBAH), 1(2), 165–189. Retrieved from https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/25725-Full_Text.pdf

Buell, L. (2005). The Future of Environmental Criticism: Environmental Crisis and Literary Imagination.

Bungatang, & Rosvita, I. (2025). Laut, Identitas, dan Ekologi Budaya:bKajian Ekokritik Biru terhadap Sastra Bugis-Makassar, 5(4), 5373–5380.

Cahyo, A. A. R., & Indarti, T. (2023). Representasi Lingkungan Kelautan dalam Novel Serdadu Pantai Karya Laode Insan ( Kajian Ekokritik Greg Garrard ).

Dewi, T. S. (2025). Environmental Crisis in the Drama Script “Bumi Sudah Tua” by Ajeng Illa: A Literary Ecology Study. ICONITIES: International Conference on Islamic Zation Anda Humanities, 434–444. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/3310%0Ahttps://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/download/3310/2103

Dewi, T. S. (2025). Environmental Crisis in the Drama Script “Bumi Sudah Tua” by Ajeng Illa: A Literary Ecology Study. ICONITIES: International Conference on Islamic Zation Anda Humanities, 434–444. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/3310%0Ahttps://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/download/3310/2103

Endraswara, S. (2016). Metodologi Penelitian Ekologi Sastra: Konsep, Langkah, dan Penerapan. Media Pressindo.

Faizah, U. (2020). Etika Lingkungan dan Aplikasinya dalam Pendidikan Menurut Perspektif Aksiologi. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(1), 14–22.

Garrard, G. (2012). Ecocriticism. Routledge.

Goodland, R., Daly, H. & El Serafy, S. 1992. Environmentally sustainable economic development: Building on Brundtland.

Hadi, S., Sjah, T., & Sarjan, M. (2024). Peran Manusia Dalam Mempertahankan Ketersediaan Sumber Daya Alam Melalui Etika Lingkungan. Lambda: Jurnal Pendidikan MIPA Dan Aplikasinya Lembaga “Bale Literasi,” 4(2), 143–149.

Haryati, T. A. (2017). Kosmologi Jawa Sebagai Landasan Filosofis Etika Lingkungan. Religia, 20(2), 174-189.

Herbowo, N. A. S. (2020). Kajian Ekologi Sastra Berbasis Lingkungan dalam Cerpen “Orang Bunian” Karya Gus TF Sakai, 7(1), 63–75. https://doi.org/10.15408/dialektika.v7i1.13887

Islam, M. B., Sudewa, I. K., & Nama, I. K. (2025). Etika Lingkungan Hidup dalam Antolongi Puisi Bandara dan Laba-laba: Kajian Ekologi Sastra. Inquiry in Science 2(3). Retrievedfromhttps://jurnal.serambimekkah.ac.id/index.php/mister/article/view/3599%0Ahttps://jurnal.serambimekkah.ac.id/index.php/mister/article/download/3599/2914

Islamiah, K. T., & Saryono, D. (2023). Representasi Alam dalam Novel Aroma Karsa Karya Dewi Lestari: Kajian Ekokritik Sastra Greg Garrard. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(10), 1450–1461. https://doi.org/10.17977/um064v3i102023p1450-1461

Ismail, K., & Marzuki, M. (2024). Ekokritikisme Dan Bencana: Puisi-Puisi A Halim Ali Dalam Memahami Interaksi Manusia dan Alam Semulajadi. RUMPUN JURNAL PERSURATAN MELAYU, 12(2), 46-56.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.

Khanifah, R., & Israhayu, E. S. (2025). Tema Konservasi Lingkungan Hidup pada Buku Antologi Cerpen Lingkungan (ANCELI) Karya Ni Putu Anik Erawati dkk: Sebuah Kajian Ekokritik. Ruang Kata, 5(01), 73–87. https://doi.org/10.53863/jrk.v5i01.1613

Latifah, N., Supriadi, O., & Suntoko. (2023). Nilai Etika Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Yang Lebih Bijak Daripada Peri Karya Rizqi Turama ( Pendekatan Ekologi Sastra ), 9(1), 38–48.

Manguju, Y. N. (2022). Membangun Kesadaran Sebagai Manusia Spiritual-Ekologis Dalam Menghadapi Krisis Ekologi di Toraja. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 29–49.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook Edition 3. United States of America: Sage Publications.

Oktaviani, S., & Ruddin, M. (2024). Representasi Ekokritik Sastra Perspektif Lawrance Buell dalam Novel Menanam adalah Melawan Karya Widodo. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 254–268. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17210

Pamungkas, O. Y., Sudigdo, A., Fathonah, S., Fauzan, A., & Suroso, E. (2022). Representasi Lingkungan dalam Sastra Indonesia: Tinjauan Literatur Review. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 4(02), 230–239. https://doi.org/10.53863/kst.v4i02.598

Pusposari, W. (2025). Ketidaksadaran Kolektif: Arketipe The Caregiver dalam Naskah Drama Mata Air Mata Karya Lab Teater Ciputat, 5(1), 154–169.

Sartina, Salam, & Bagtayan, Z. A. (2021). Manusia dengan Lingkungan Alam dalam Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari (Kajian Ekokritik Sastra), 293–302. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.393

Sihotang, A. E., Rahmadhani, U., Akbar, R. F., Saragih, S. J., Harahap, M., & Wuriyani, E. P. (2025). Pendekatan Antro-Ekologi dalam Pembelajaran Sastra Puisi di SMP: Integrasi Nilai Budaya dan Kesadaran Lingkungan. Pendidikan Bahasa Indonesia Dan Sastra (Pendistra), 1–6. https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i1.4736

Sihotang, A., Nurhasanah, E., & Triyadi, S. (2021). Analisis Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana, 9(2), 141–158.

Sulastri, S. (2019). Representasi Nilai Kesetiaan Dalam Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(2), 269–280.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta Bandung.

Sulastriana, E., Yuniarti, N., & Kusnita, S. (2025). Pesan Ekologis Dalam Novel Ngayau (Misteri Manusia Kepala Merah Cheu Fung Theu) Karya Masri Sareb Putra Dan M.S Gumelar Pendekatan Ekokritik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(1), 89–100. https://doi.org/10.31571/bahasa.v14i1.9115

Susilowati, D., Ngatma’in, & Affandy, A. N. (2022). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Kajian Ekokritik Greg Garrard), 15(1), 77–90.

Sutrisna, N. Y. (2024). Penciptaan Pertunjukan Shadow Puppet dalam Upaya Pelestarian Gumuk di Kabupaten Jember. Tonil: Jurnal Kajian Sastra, Teater Dan Sinema, 21(2), 141–155.

Wardani, I. K. (2024). Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (Ipas) Dalam Hubungannya Dengan Etika Lingkungan. Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956, 5(2), 167-174.

Yudono, K. D. A., Epit, Y., & Djokowidodo, A. (2024). Muatan Etika Lingkungan Hidup dan Pendidikan Karakter pada Drama Musikal Petualangan Madison Serta Relevansinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, 19(01), 69–86.

Published

2026-02-26

How to Cite

Mandiri, K. W. P., Feliyanti, R., Rahayu, A. D., Putri, S. R. W., Rizky, A. F., Anggraeni, H. A. W., & Viraningsih, A. (2026). Representasi Relasi Manusia dan Alam dalam Naskah Drama Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau Karya Wahyudin. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 13(2), 338–352. https://doi.org/10.25299/geram.2025.26661