HOME

Pengantar Editorial Daring

Volume 16, No. 2 (Oktober 2019)

Menyenangkan, menulis ilmiah di jurnal dengan penuh gairah; semangat (passion) keilmuan, menciptakan kesenangan untuk merenung, mencatat pemikiran dan refleksi ilmiah, mengintegrasikan berbagai gagasan teoretis, apalagi dalil naqli dari Kitab Suci dijadikan sebagai dalil ilmiah, kemudian ditulis dan dipublikasikan. Boleh jadi, seperti itu kesenangan dan kegembiraan orang tua kita yang penuh gairah dan atau semangat merenungkan tentang anak-anak mereka, mencatat rencana pemikiran dan hasil renungan mereka tentang masa lalu dan masa depan anak-anaknya, mengintegrasikan semua sumber daya yang mereka miliki untuk mengasuh dan membesarkan anak-anaknya, mencari dan menemukan aksioma-aksioma kebenaran dari keyakinan akidah mereka, kemudian mereka tulis di dalam lipatan-lipatan cortex Short Term Memory di belahan otak kiri maupun Long Term Memory di belahan otak kanan mereka sebagai bentuk ketulusan, kecintaan, dan integritas orang tua.

Menyenangkan, memiliki kolega yang mengirimkan artikel ke jurnal yang kita kelola, lalu kita baca dengan nanar mata yang kelelahan setelah tugas Tri Dharma (Catur Dharma UIR) dengan batas sisa kemampuan fisik dan mental yang dimiliki. Setelah itu, melakukan pemeriksaan kesamaan artikel ilmiah dengan publikasi yang sudah terbit, entah dengan Similarity checker gratisan, atau berbayar seperti Turnitin agar kolega pengelola jurnal yang menjadi kontributor tulisan di jurnal, menjadi diri mereka sendiri, menuliskan pemikiran mereka sendiri, mengembangkan karya ilmiah dengan ketikan mereka sendiri, dan menciptakan produk keilmuan yang khas dengan ciri jati diri si penulis, tanpa perlu mengandalkan copy-paste yang mengindikasikan perilaku meniru dan malas menjadi diri sendiri. Mungkin, seperti itu kegembiraan dan kesenangan orang tua kita yang mengawasi, mengarahkan, ataupun memberikan masukan kepada anak-anaknya agar menjadi diri sendiri, seakan-akan mereka, orang tua kita berkata, "Jadilah dirimu sendiri, Nak. Kami ibarat busur panah, engkau adalah anak panah yang harus melesat jauh dengan energi pegas dari busur panah. Melesatlah dengan cepat dan jauh, jika engkau ingin berjalan cepat sampai di tujuan, berjalanlah sendirian, tetapi jika engkau ingin mencapai tujuan yang lebih besar dan semakin jauh maka berjalanlah bersama-sama."

Menyenangkan, jika tim editorial tim dan mitra bebestari berhasil mempelajari (peer review) artikel dengan penulis tunggal (yang seakan-akan analogis dengan cepat sampai di tujuan) maupun artikel kolaboratif dengan beberapa penulis (yang seakan-akan analogis dengan mencapai tujuan yang lebih besar dan pencapaian yang lebih jauh). Tim editorial dengan nanar mata yang sudah berkunang-kunang, bahu yang rasanya sedikit kesemutan, dan mata yang perih akibat radiasi monitor layar komputer/laptop, ibarat mengalami AHA Experience pada waktu setiap kali selesai memproduksi (published) satu artikel.  Mereka, tim editorial yang lelah di sudut-sudut ruang kerja jurnal, merasa bersyukur sudah menjadi bagian dari penerbitan artikel ilmiah, meskipun sebagian kelemahan masih tersisa pada proses kerja yang dinamis tersebut. Akan tetapi, bagian yang terpenting pada tim editorial adalah mengantarkan penulis personal (satu penulis) atau kelompok ilmuwan (kolaboratif riset) penulis ke arah tujuan masing-masing sesuai dengan pemikiran ilmiah mereka yang terdokumentasi dan dipublikasikan dengan mekanisme penerbitan jurnal elektronik dan cetak yang baik.

Menyenangkan, pada waktu sebagian tim editorial menyeruput kopi yang sudah dingin dari cangkir di samping keyboard dengan harapan impian dan gagasan besar Kemenristekdikti, Kemenag, maupun kolega ilmiah yang bersuka cita dengan terbitnya publikasi di jurnal bereputasi, yaitu jurnal yang menjaga kualitas publikasi dengan proses peer review dan orisinalitas karya tulis. Kuantitas dan kualitas tulisan ilmiah yang terbit merupakan indikator penting keberhasilan dari impian dan gagasan besar itu, sedangkan tim editorial setiap jurnal berupaya menjaga kualitas peer review dan editorial dari balik layar agar bersama-sama mewujudkan mimpi dan gagasan besar tersebut.

Menyenangkan, dalam proses itu ibarat polesan orang tua kepada anaknya, kadang mereka sebagai orang tua sedikit bersifat menggurui dan atau direktif, seringkali menjadi sahabat bagi anak-anaknya, memberi masukan dan memotivasi anak-anaknya agar semakin berkualitas dan produktif. Boleh jadi,  proses seperti di atas yang dialami oleh tim editorial dan mitra bebestari jurnal selama berinteraksi dengan kontributor artikel ilmiah. Tujuannya agar ilmuwan bangsa ini produktif berdaya sanding dan berdaya saing dengan kuantitas dan kualitas tulisan bangsa lain. Seperti itu pula harapan orang tua kepada anak-anaknya agar mampu berdaya sanding dan berdaya saing dengan cara menjadi diri mereka sendiri melalui sikap yang direktif, bersahabat,  memberi masukan dan motivator agar anak-anak mereka produktif dan sukses dalam kemajuan keilmuan sesuai potensi masing-masing dengan membentuk kompetensi yang unggul di lingkungan (lokal), di masyarakat (regional), maupun kompetensi untuk beradaptasi di lingkup yang lebih luas (internasional).

Menyenangkan, pengelola jurnal berperan serta mewujudkan gagasan Web Sinta menjadi salah satu portal yang secara bertahap melepaskan ketergantungan bangsa Indonesia kepada portal pengindeks dari luar negeri. Meskipun sebagian dari ilmuwan Indonesia masih belum bisa menerima bahwa portal pengindeks internasional dijadikan sebagai salah satu parameter portal Sinta, tetapi portal Sinta tetap produktif melakukan berbagai sistem yang gradual untuk melakukan kemandirian parameter keilmuan dosen, peneliti, maupun penulis di Indonesia. Visinya jelas, mirip dengan visi Universitas Islam Riau yang memiliki cita-cita Unggul di Asia Tenggara (tingkat nasional dan regional antarnegara), seperti itu pula visi kemenristekdikti melalui portal Sinta (atau Kemenag melalui Portal Moraref), yaitu agar bangsa Indonesia memiliki parameter daring yang unggul di tingkat nasional dan internasional, yaitu informasi publikasi bisa diakses oleh siapapun dari manapun tentang kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia. Menyenangkan, meskipun seringkali pengelola jurnal merasakan kelelahan berperan serta mencapai tujuan dan visi di atas.

Menyenangkan, dalam rasa lelah tersebut pengelola jurnal kembali mengemas bahan ajar mereka, mengajar di kelas perkuliahan, coba merencanakan penelitian yang belum terealisasi, dan konsep pengabdian masyarakat yang tertunda seraya berdoa di dalam hati, "Ya Allah, jadikan pekerjaan kami ini sebagai bagian dari penyebaran ilmu yang bermanfaat agar universitas dan bangsa kami mencapai tujuan dan visi mereka. Amin." Bukankah semua siklus harapan dan doa itu menyenangkan, terlepas dari jurnal kita terindeks Sinta 1, 2, 3, atau Sinta 5 setelah akreditasi asesor Arjuna akan mengembalikan pengelola jurnal kembali ke siklus di atas, lagi dan lagi, dengan standar kualitas (peer review) yang lebih tinggi? Dengan demikian, kelak setiap karya ilmiah yang dipublikasikan secara daring dan cetak (melalui siklus di atas) akan menorehkan sejarah keilmuan di lipatan cortex Big Data online (Long Term Memory of Publication) maupun versi cetak di kertas yang boleh jadi dalam beberapa tahun akan rusak, hilang, atau lapuk dimakan usia (Short Term Memory of Publication). Sejarah keilmuan tersebut diciptakan dari bentuk ketulusan, kecintaan, dan integritas yang sulit diukur dengan Metodologi Penelitian apapun secara valid dan reliabel (bagian inilah yang menjadi variabel paling tidak menyenangkan bagi peneliti).

Bahril Hidayat.

(Editor in Chief, penusiran akhir 8 November 2019).

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

e-ISSN: 2598-2168

p-ISSN: 1412-5382

 ====================================

Pengantar Editorial Daring

Volume 15 No 2 (Oktober 2018)

Pada tanggal 20 September 2018, al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (al-Hikmah: JAIP) mendapat undangan dari Ristekdikti untuk mengikuti Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik, di Denpasar, Bali. Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Riau (UIR), dengan dukungan penuh, mengirim Redaktur Pelaksana (Managing Editor), Bahril Hidayat, mengikuti workshop tersebut. al-Hikmah: JAIP, sebagai jurnal yang sudah terbit sejak tahun 2002 dengan nama pertama jurnal Al Hikmah, lalu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman melakukan perubahan nama menjadi al-Hikmah: JAIP, memenuhi undangan workshop yang berharga tersebut. al-Hikmah: JAIP memenuhi undangan dengan filosofi ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Filosofi yang seringkali harus menjadi renungan jurnal fakultas yang berjuang keras menjadi wadah berbagai rumpun jurusan atau program studi yang dinaungi oleh suatu fakultas.

Al-Hikmah: JAIP mendapatkan banyak ilmu, wawasan, dan jejaring dari workshop tersebut, khususnya mempersiapkan diri dalam menghadapi akreditasi jurnal ilmiah elektronik yang menjadi salah satu program utama Ristekdikti dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan terbesar al-Hikmah: JAIP adalah menaungi lima varian program studi (prodi), yaitu Pendidikan Agama Islam, Ekonomi  Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Perbankan Syariah. Dengan varian lima prodi, al-Hikmah: JAIP harus berhasil mewadahi kebutuhan fakultas (pada khususnya) dengan menyitir filosofi ilmu padi, yaitu al-Hikmah: JAIP siap untuk belajar hal-hal baru, menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, dan memberikan wadah pendokumentasian dan penyebaran artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Bahasa Arab sebagai bagian dari tanggung-jawab al-Hikmah: JAIP untuk memenuhi kebutuhan dosen, peneliti, dan penulis internal maupun eksternal FAI UIR.

Setelah menghadiri workshop tersebut, Al-Hikmah: JAIP menyimpulkan satu hal penting, yaitu al-Hikmah: JAIP memiliki keunggulan sekaligus kelemahan dalam pengelolaan jurnal, khususnya persiapan akreditasi jurnal ilmiah elektronik kontemporer melalui Ristekdikti, Kemenag, maupun skala internasional. Keunggulan al-Hikmah: JAIP yang sudah 16 tahun berusaha keras menjaga eksistensi jurnal, menjadi renungan penting bahwa selama hampir dua dekade, al-Hikmah: JAIP sudah berkontribusi kepada dunia keilmuan dan keislaman, maupun ilmu pengetahuan. Sementara itu, salah satu kelemahan al-Hikmah: JAIP, keterbatasan wawasan dewan editor tentang standar regulasi mutakhir tentang jurnal elektronik. Keterbatasan wawasan itu mengharuskan al-Hikmah: JAIP berpikiran terbuka untuk beradaptasi terhadap berbagai kondisi karena substansi proses pembelajaran adalah kemampuan yang reliabel untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi intrinsik dan ekstrinsik. Al-Hikmah: JAIP sebagai media cetak dan online merupakan implementasi proses pembelajaran konkrit bagi dosen, peneliti, dan penulis, harus mampu beradaptasi terhadap kondisi di atas dengan satu kesimpulan umum, yaitu satu-satunya hal yang tidak  mengalami perubahan adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, pilihan satu-satunya hanya beradaptasi terhadap perubahan agar proses belajar berkesinambungan berlangsung dengan baik.

Terima kasih kepada Ristekdikti, Kemenag, tim editorial, reviewer, dan penulis yang selama ini membantu Al-Hikmah: JAIP bertahan dalam proses belajar selama dua dekade agar al-Hikmah: JAIP mengambil keputusan untuk selalu beradaptasi terhadap perubahan dengan filosofi ilmu padi, semakin tua, semakin berisi, semakin merunduk. Tabik!

 

Assalamualaikum warahmatullah.

Bahril Hidayat

(Managing Editor)

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

e-ISSN: 2598-2168

p-ISSN: 1412-5382

 ====================================

Pengantar Editorial Daring

Volume 15 No 1 (April 2018)

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan sudah memasuki tahun ke-15. Berbagai kendala sudah berhasil dikelola oleh Tim Editorial al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan agar memenuhi kebutuhan para penulis, peneliti, dan pemikir keilmuan, keislaman, dan keagamaan. Tahun demi tahun, al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dengan melanjutkan perjuangan para pendiri jurnal Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Riau, agar memenuhi standar publikasi ilmiah yang berkualitas, produktif, dan konsisten dengan dimensi keislaman, keilmuan, dan keagamaan.

Pada edisi April tahun 2018, Tim Editorial Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan memutuskan untuk melibatkan berbagai ilmuwan tambahan dibanding edisi sebelumnya, dari luar lingkup Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Riau (UIR).  Dekan FAI UIR saat ini, Dr. Zulkifli Rusby, MM., ME.Sy dan Wakil Dekan I, Miftah Syarif, M.Ag., mengambil langkah strategis untuk melakukan perubahan editorial dan manajemen jurnal. Salah satu cara yang diambil adalah meminta kesediaan para ilmuwan dari dalam dan luar negeri sebagai Mitra Bestari (Reviewers) bagi  al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan. Harapan kami, dengan kehadiran Dr. H. Radjasa, M.Si, (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Dr. H. Fuad Nashori, M.Si., M.Ag., Psikolog (Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta), Dato' Dr. H. Abdul Malik, M.Pd (Univeristas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang), Azhar bin Ja’farRamli, Ph.D, (University College of Yayasan Pahang, Malaysia), dan Dr. Gamal Abdul Nasir Zakaria (Sultan Hassanal Bolkiah, Institute of Education, Universiti Brunei Darussalam), menjadi tolak ukur peningkatan tata kelola jurnal FAI UIR agar semakin berkualitas, produktif, dan bermanfaat. Selain itu, kami yakin jurnal FAI UIR akan berhasil mengakselerasi pencapaian Visi dan Misi FAI UIR, maupun Visi dan Misi UIR, khususnya Visi UIR, yaitu "Menjadi Universitas Islam Unggul dan Terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2020."

Kami, tim editorial dari al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Mitra Bestari atas kesediaan Mitra Bestari untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di FAI UIR melalui masukan dan review tulisan yang masuk ke jurnal FAI UIR. Kami yakin, dengan kehadiran Mitra Bestari tersebut, jurnal FAI UIR akan berhasil mencapai tujuan dan cita-cita penyebaran ilmu yang bermanfaat berdasarkan Visi dan Misi UIR. Lebih jauh lagi,  jurnal FAI UIR akan memenuhi kriteria jurnal sesuai kriteria LIPI, Kemenristekdikti, maupun Kemenag Pusat, Jakarta.

 

Semoga Allah SWT meneguhkan langkah kita dalam penyebaran ilmu yang bermanfaat ini dan menjadikan peran serta ini sebagai ladang ilmu yang bermanfaat. Amin Yaa Mujib.

Hormat saya.
Bahril Hidayat

(Managing Editor)

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

e-ISSN: 2598-2168

p-ISSN: 1412-5382

 ========