Kata Sapaan dalam Bahasa Melayu di Desa Balai Pungut Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis

https://doi.org/10.25299/s.2026.25818

Authors

  • Lia Alfiah Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Sudirman Shomary Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia

Keywords:

greetings, Malay, change

Abstract

This research is motivated by the importance of using greetings as part of the communication system. Greetings not only function as a means of greeting, but also reflect social relations, kinship, and the cultural development of the local community. The development of the times also influences changes in the form of greetings used by the millennial generation, thus causing a shift in meaning and usage. Based on this, this research formulates two main problems, namely: (1) what is the form of greetings in the Malay language of Balai Pungut Village, and (2) how greetings change in the community. The purpose of this research is to describe the form of greetings and analyze the changes that occur in their use. This research is useful theoretically as a contribution to linguistic studies, especially morphology and greeting systems, and practically can be a consideration for educators, researchers, and readers in understanding the dynamics of the Sakai Malay language. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and recording techniques with informants who are native residents of Balai Pungut Village. The data obtained were transcribed, classified, and analyzed using Malay greeting theory. The analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using source and time triangulation. The results showed that greetings among the Malay community of Balai Pungut Village consist of two main categories: kinship greetings (blood and marriage) and non-kinship greetings (customs, religion, and general). There are 18 forms of greetings based on blood or descent, 7 forms of greetings based on marriage, 12 forms of non-kinship greetings, and 25 forms of greeting changes. Furthermore, changes in greetings were found as a result of social interaction, modernization, and the influx of foreign cultures, for example, the change from "Uwan" to "Oma" and "Abah" to "Ayah." These findings demonstrate that language is dynamic and continues to evolve in line with social changes in its society.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andayani, Z. (2023). Kekerabatan Bahasa Melayu Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang dan Bahasa Mandailing Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat. Persona: Kajian Bahasa dan Sastra, 2(1), 120-132.

Burhanuddin, B. (2021). Bahasa Sakai sebagai Variasi Melayu: Tinjauan Aspek Linguistik Diakronis. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(2), 326. https://doi.org/10.26499/rnh.v10i2.859

Chaer, A 2018. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Djahimo, S. E. (2018). Pengaruh penggunaan kata sapaan dalam dialek Kupang- Melayu terhadap perubahan pandangan dan perilaku pengguna.

Djajasudarma, F. (2017). Pergeseran Peran Bahasa Indonesia. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 1(1), 1-9.

Departemen Pendidikan Nasional.2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dewirsyah, A. R. (2018). Analisis Bahasa Rakyat Masyarakat Pesisir. Asas: Jurnal Sastra, 7(2), 49-63.

Fauzi, R. A., Siswanto, S., & Afriadi, D. (2024). Analisis Penggunaan Variasi Bahasa Sakai dan Bahasa Melayu di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Journal on Education, 6(3), 17922-17936.

Fithriani, Z. (2015). Kata Sapaan Bahasa Melayu Jambi di Desa Teluk Rendah Ilir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1).

Hasmianti, L., Usman, U., & Amir, J. (2023). Pergeseran Penggunaan Kata Sapaan oleh Generasi Milenial Banjar di Kota Banjarmasin. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 8(2), 122-130.

Irmayani, M. dan. (2004). Sistem Sapaan Bahasa Melayu Ketapang. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Karmizi, Y., Syofiani, S., & Morelent, Y. (2024). Penggunaan Kata Sapaan Kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(1), 89-96.

Kridalaksana, 2009. Kamus Linguitik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mesman, N. S., Jumadi, D., Rashidi, N. H., & Ganing, P. (2024). Pembelajaran Kata Sapaan Bahasa Melayu untuk Pelajar Antarabangsa. PENDETA, 15(1), 105-116.

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta: Cakra Books.

Nurhaliza, N., Cahayu, C., & Friscillia, J. (2023). Penamaan Sapaan Masyarakat Melayu Desa Sungai Pinang Kabupaten Rokan Hilir. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(1), 120-125.

Pitri, H., Susanti, A., Arfan, M., & Wardany, S. G. (2023). Penamaan Sapaan Kekeluargaan Masyarakat Melayu di Pematang Ibul. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(1), 100-102.

Rolyna, I. (2022). Perubahan sapaan di kalangan remaja (Studi kasus sapaan pada film remaja Indonesia tahun 1977-1979 dan 2019-2021). Deskripsi Bahasa, 5(2), 58-72.

Rusbiyantoro, W. (2011). Penggunaan Kata Sapaan dalam Bahasa Melayu Kutai. Parole: Journal of Linguistics and Education, 2(1 April), 59-76.

Santosa, V. N., & Zikri, A. (2023). Sistem Kata Sapaan dalam Bahasa Ocu di Desa Sipungguk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar Provinsi Riau. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 6(1), 37-44.

Saputra, S., & Amral, S. (2020). Kata Sapaan Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi di Desa Teriti Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 80-93.

Sumarsono. (2002). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Lembaga Studi Agama, Budaya dan Perdamaian.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian. Jakarta: Alfabeta CV.

Suryatin, E. (2020). Pergeseran Penggunaan Kata Sapaan oleh Generasi Milenial Banjar di Kota Banjarbaru. PRASASTI: Journal of Linguistics, 5(1), 30-51.

Yusuf, M. (2014). Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Depok. Prenadamedia Group.

Yusnidar, L., & Suryadi, M. (2024). Variasi Sapaan Masyarakat Multikultural di Rokan Hilir Riau: Kajian Sosiodialektologi. Kajian Linguistik dan Sastra, 9(1), 79-98.

Published

2026-02-18

How to Cite

Alfiah, L., & Shomary, S. (2026). Kata Sapaan dalam Bahasa Melayu di Desa Balai Pungut Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Sajak: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Sastra, Bahasa, Dan Pendidikan, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.25299/s.2026.25818

Issue

Section

Research Article

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.