Gambaran Kesiapan Menikah Pada Wanita Muda yang Berasal dari Keluarga Broken Home

Authors

  • Nadhila Azzahra Fakultas Psikologi, Universitas Islam Riau, Indonesia.
  • Icha Herawati Fakultas Psikologi, Universitas Islam Riau, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.25299/jicop.v3i2.21324

Keywords:

Readiness for Marriage, Broken Home Family, Young Woman

Abstract

Kesiapan menikah adalah salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh individu sebelum menikah terutama bagi wanita di usia dewasa awal. Salah satu faktor penting dari kesiapan menikah adalah faktor keberadaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan menikah pada wanita muda yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria: wanita muda yang berusia antara 22-26 tahun dengan pendidikan terakhir S.1. Hasil penelitian menunjukan bagaimana gambaran kesiapan wanita muda untuk menikah dengan merujuk kepada aspek-aspek dan indikator-indikator yang mendukung gambaran kesiapan menikah, seperti 1) aspek love, dengan indikator merasa aman dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, 2) aspek respect, dengan indikator memahami pikiran, 3) aspek communication, dengan indikator emotional readiness, 4) dan aspek personality fulfillment, dengan indikator marital life skills, financial readiness, contextual dan social readiness, interpersonal readiness, mental readiness, serta kesiapan psikologis. Berdasarkan analisis terhadap aspek-aspek yang menggambarkan kesiapan menikah dari tiga wanita muda, ditemukan bahwa ketiga partisan hanya menunjukan tiga aspek kesiapan menikah, yaitu aspek love, respect, dan personality fullfillment, namun untuk aspek communication ketiga partisipan belum serius atau belum berani untuk membuka komunikasi dengan lawan jenis. Sementara untuk aspek personality fulfillment dari tiga orang partisipan juga belum sepenuhnya siap. Ada enam indikator untuk kesiapan menikah untuk aspek personality fullfillment, namun ketiga partisipan belum memenuhi di salah satu indikator, yaitu mental readiness.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, S. M. (2019). Social Cognitive Theory : A Bandura Thought Review published in 1982-2012. Psikodimensia, 18(1), 85. https://doi.org/10.24167/psidim.v18i1.1708 DOI: https://doi.org/10.24167/psidim.v18i1.1708

Amalia, R. dan P. S. (2018). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Calon Pengantin Di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 1(7), 29–38. https://e-journal.unair.ac.id/JBK/article/view/6638/pdf DOI: https://doi.org/10.20473/jbk.v7i1.2018.29-38

Badger, S., & Carroll, J. S. (2005). Ready or not? Perceptions of marriage readiness among emerging adults. 3194487, 100-100 p. http://proxyau.wrlc.org/login?url=http://search.proquest.com/docview/305029914?accountid=8285%5Cnhttp://vg5ly4ql7e.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info:ofi/enc:UTF-8&rfr_id=info:sid/ProQuest+Dissertations+&+Theses+Full+Text&rft_va

Basysya, A. N. (2018). Pemahaman anak-anak broken home di Desa Sedan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang tentang Tujuan Pernikahan. UIN Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8869

Fitria Ningrum, D. N., Latifah, M., & Krisnatuti, D. (2021). Marital readiness: Exploring the key factors among university students. HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal, 18(1), 65. https://doi.org/10.26555/humanitas.v18i1.17912 DOI: https://doi.org/10.26555/humanitas.v18i1.17912

Herdiansyah. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Salemba Humanika.

Jones, G. W. (2013). Marriage in Asia. East Asia Forum. https://www.eastasiaforum.org/2013/04/26/marriage-in-asia/

LaMont, J. H. L. and C. (2005). The Relationship of Childhood Sexual Abuse to the Marital Attitudes and Readiness for Marriage of Single Young Adult Women. Journal of Family Issues, 26(4), 415–430. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0192513X04270474 DOI: https://doi.org/10.1177/0192513X04270474

Ndari, P. T. W. (2016). Dinamika Psikologis Siswa Korban Broken Home Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Sleman. E-Journal Bimbingan Dan Konseling, 11(5), 22280. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/fipbk/article/view/4768

Riami, M. D. (2022). PERSEPSI ANAK BROKEN HOME TERHADAP PERNIKAHAN. Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/55612/

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tsania, N., Sunarti, E., & Pranaji, D. K. (2015). Karakteristik Keluarga, Kesiapan Menikah Istri, dan Perkembangan Anak Usia 3-5 tahun. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 8(1), 28–37. https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.1.28 DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.1.28

Upadhyay, S. K., & Gupta, P. (2010). Marriage, Process and Preparedness Among Youth: Insight from Youth in India. 21(5), 61–73. https://www.semanticscholar.org/paper/Marriage%2C-its-process-and-preparedness-among-Youth%3A-Upadhyay-Gupta/ae963237b9e87516f017e854ed8682581319589b

Santrock, J. W. (2011). Life – Span Development : Perkembangan Masa Hidup (13. Jilid). Erlangga.

Witasari, A. N. (2022). The Impact of Divorce on Daughter’s Mental Readiness to Marriage in Semanding Tuban. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. http://etheses.uin-malang.ac.id/42572/

Zakiah, D. (2005). Ketenangan dan Kebahagiaan dalam Keluarga. Bulan BIYFg.

Downloads

Published

2026-02-21

How to Cite

Nadhila Azzahra, & Herawati, I. (2026). Gambaran Kesiapan Menikah Pada Wanita Muda yang Berasal dari Keluarga Broken Home. Journal of Islamic and Contemporary Psychology , 3(2), 73–87. https://doi.org/10.25299/jicop.v3i2.21324