Pengaruh Tingkat Inklusi Tepung Cumi yang Berbeda terhadap Palatabilitas, Konsumsi Pakan, dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata)

Authors

  • Miftalil Hawariyun Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia
  • Rosyadi Rosyadi Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia
  • Khairul Hadi Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia

Keywords:

ikan gabus, konsumsi pakan, palatabilitas, pertumbuhan, tepung cumi

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) memiliki potensi besar dalam akuakultur, namun optimalisasi pakan yang efisien masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inklusi tepung cumi dalam pakan terhadap palatabilitas, konsumsi pakan, dan pertumbuhan benih ikan gabus, serta untuk menentukan tingkat inklusi tepung cumi yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (P0, P1, P2, P3, P4) dan tiga ulangan, di mana perlakuan P1 hingga P4 mengandung tepung cumi dengan tingkat inklusi 3%, 6%, 9%, dan 12%, masing-masing. Ikan yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,98±0,04 g dan diberi pakan empat kali sehari secara ad satiation. Parameter yang diukur meliputi kelulushidupan, palatabilitas, pertumbuhan berat dan panjang, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan, serta kualitas air sebagai parameter pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (6% tepung cumi) memberikan hasil terbaik, dengan kelulushidupan 92%, palatabilitas 0,45%, pertumbuhan berat 0,53 g, pertumbuhan panjang 0,28 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,72%, rasio konversi pakan 4,96, dan efisiensi pakan 17,96%. Kesimpulannya, penambahan tepung cumi dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas dan efisiensi pertumbuhan benih ikan gabus, dengan tingkat inklusi 6% sebagai yang paling optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Souti, A., Gallardo, W., Claereboudt, M., & Mahgoub, O. (2019). Attractability and palatability of formulated diets incorporated with chicken feather and algal meals for juvenile gilthead seabream, Sparus aurata. Aquaculture Reports, 14, 100199. https://doi.org/10.1016/j.aqrep.2019.100199

Andriani, S., Pamukas, N. A., & Putra, I. (2024). Pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata) yang dibudidayakan menggunakan sistem boster. Ilmu Perairan (Aquatic Science), 12(1), 47-58. https://doi.org/10.31258/

Arditya, B. P., Subandiyono, S., & Samidjan, I. (2019). Pengaruh berbagai sumber atraktan dalam pakan buatan terhadap respon pakan, total konsumsi pakan, dan pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata). Sains Akuakultur Tropis, 3(1), 70-81. https://doi.org/10.14710/sat.v3i1.3132

Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. (2018). Karakteristik ekstrak protein ikan gabus berdasarkan ukuran berat ikan asal DAS Mahakam Kalimantan Timur. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(1), 137-142. https://doi.org/10.17844/jphpi.v21i1.21462

Córdova-Murueta, J. H., & García-Carreño, F. L. (2002). Nutritive value of squid and hydrolyzed protein supplement in shrimp feed. Aquaculture, 210(1), 371–384. https://doi.org/10.1016/S0044-8486(02)00011-X

Fitriyani, E., Nuraenah, N., & Deviarni, I. M. (2020). Perbandingan komposisi kimia, asam lemak, asam amino ikan toman (Channa micropeltes) dan ikan gabus (Channa striata) dari Perairan Kalimantan Barat. Manfish journal, 1(2), 71-82. https://doi.org/10.31573/manfish.v1i02.121

Grey, M., Forster, I., Dominy, W., Ako, H., & Giesen, A. F. (2009). Validation of a feeding stimulant bioassay using fish hydrolysates for the Pacific white shrimp, Litopenaeus vannamei. Journal of the World Aquaculture Society, 40(4), 547-555. https://doi.org/10.1111/j.1749-7345.2009.00264.x

Guillaume, J. (2001). Nutrisi dan pemberian pakan ikan dan krustasea. Springer Science and Business Media.

Hadi, K., Suharman, I., Hasan, B., Rosyadi, & Caipang, C. M. A. (2024). Shrimp head protein hydrolysate as a potential feed attractant for the Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) larvae. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 28(5), 1755-1769. https://doi.org/10.21608/ejabf.2024.387014

Hadi, K., Suharman, I., Hasan, B., Rosyadi, R., & Agusnimar, A. (2025). Hidrolisat protein kepala udang sebagai atraktan dalam pakan ikan. Eureka Media Aksara: Jawa Tengah. 74 halaman.

Haryati, D. D., Trijuno, E., Saade, E., Kudsiah, H., & Purwanti, S. (2023). The effect of feeding frequency with different levels of protein and carbohydrates on growth, survival rate, and albumin content of snakehead fish (Channa striata). Journal of Propulsion Technology, 44(6), 5925-5932.

Hasan, B., Suharman, I., Iriani, D., & Caipang, C. M. A. (2025). Growth, feed utilization, and body functional composition of snakehead (Channa striata) fed natural food diets. Egyptian Journal of Aquatic Research, 51(2), 234-241. https://doi.org/10.1016/j.ejar.2025.02.008

Hirt‐Chabbert, J. A., Skalli, A., Young, O. A., & Gisbert, E. (2012). Effects of feeding stimulants on the feed consumption, growth and survival at glass eel and elver stages in the European eel (Anguilla anguilla). Aquaculture Nutrition, 18(2), 152-166. https://doi.org/10.1111/j.1365-2095.2011.00883.x

Khasani, I. (2013). Atraktan pada pakan ikan: jenis, fungsi, dan respons ikan. Media Akuakultur, 8(2), 127-133. http://dx.doi.org/10.15578/ma.8.2.2013.127-133

Ramadhan, A. Y. H. (2014). Penambahan atraktan dalam pakan pasta terhadap kosumsi pakan, retensi potein dan retensi lemak pada belut sawah (Monopterus albus) yang dipelihara dengan sistem resikulasi. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya. 77 Halaman.

Wulandari, D. A. (2018). Peranan cumi-cumi bagi kesehatan. Oseana, 43(3), 52-60.

Published

2026-05-29

How to Cite

Hawariyun, M., Rosyadi, R., & Hadi, K. (2026). Pengaruh Tingkat Inklusi Tepung Cumi yang Berbeda terhadap Palatabilitas, Konsumsi Pakan, dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata). Jurnal Dinamika Akuakultur, 2(1), 27–33. Retrieved from https://journal.uir.ac.id/index.php/jda/article/view/27911