Identifikasi Faktor Penyebab Perilaku Bullying di Pesantren: Sebuah Studi Kasus

  • Sigit Nugroho Mahasiswa Doktoral Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Seger Handoyo Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Indonesia.
  • Wiwin Hendriani Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Indonesia.
Keywords: perundungan, faktor penyebab perundungan, pelaku perundungan, pesantren

Abstract

Maraknya perilaku bullying atau perundungan di sekolah yang terjadi di berbagai negara menjadikannya sebagai permasalahan internasional yang berdampak serius pada kondisi akademik, kesejahteraan psikologis, kesehatan dan keselamatan jiwa pada korban, penonton dan pelaku. Bahaya yang lebih serius adalah banyak korban dan penonton yang dalam perkembangannya menjadi pelaku bullying. Kajian teoretis yang ada pada umumnya merupakan kajian pada sekolah-sekolah umum yang sifatnya non-boarding. Selain dari sebab-sebab yang telah dijelaskan dalam teori yang sudah ada, penulis ingin melihat apakah ada faktor spesifik yang terdapat dalam lingkungan pesantren yang menjadi penyebab munculnya perilaku bullying. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor penyebab menjadi pelaku bullying di lingkungan pesantren sebagai suatu institusi pendidikan Islam khas Indonesia. Pesantren diasosiasikan dengan lembaga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan, perilaku positif, dan muatan religiusitas yang kuat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melakukan analisis tematik dari hasil wawancara dengan pelaku bullying di pesantren yang minimal telah satu tahun menjalani pendidikannya dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hasil dari penelitian ini ditemukan lima tema yang menjadi penyebab perilaku bullying di pesantren yaitu faktor individu, keluarga, media massa, teman sebaya dan lingkungan sekolah. Tiga tema, yakni adaptasi siswa baru, persepsi terhadap perilaku bullying yang dianggap sebagai candaan dan tradisi pesantren serta bullying sebagai kompensasi mencari hiburan di pesantren karena padatnya aktivitas belajar dan minimnya fasilitas belajar adalah tema baru yang muncul di luar dari tema teoretis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, C. A., & Huesmann, L. R. (2007). Human aggression: A social- cognitive view. In M. A. Hogg & J. Cooper (Eds.), The sage handbook of social psychology (pp. 259-287). London: Sage Publications.

Anderson, Craig A.; Berkowitz, Leonard; Donnerstein, Edward; Huesmann, L. Rowell; Johnson, James D.; Linz, Daniel; Malamuth, Neil M.; Wartella, Ellen (2003). "The influence of media violence on youth". Psychological Science in the Public Interest.

Ardi, R. (2016). Anonimitas dan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial melalui Pengungkapan Diri di Media Sosial. In H. P. Indonesia, Psikologi dan Teknologi Informasi (pp. 379-400). Jakarta: Himpunan Psikologi Indonesia

Bandura, A., Ross, D., & Ross, S. A. (1963). Imitation of film-mediated aggressive models. Journal of Abnormal and Social Psychology, 66, 3–11.

Bawani, I. (1993). Tradisionalisme dalam pendidikan Islam: studi tentang daya tahan pesantren tradisional. Al-Ikhlas.

Boyatzis RE. (1998). Transforming Qualitative Information. Sage: Cleveland

Collins, W. A., Maccoby, E. E., Steinberg, L., Hetherington, E. M., & Bornstein, M. H. (2000). Contemporary research on parenting: The case for nature and nurture. American psychologist, 55(2), 218.

Derksen, D. J., & Strasburger, V. C. (1996). Media and Television Violence: Effects on Violence, Aggression, and Antisocial Behaviors in Children (From Schools, Violence, and Society, P 62-77, 1996, Allan M Hoffman, ed.-See NCJ-170982).

Desiree. (2012). Bullying di pesantren. Jurnal Psikologi. FSIP_UI Dolby, R. (2011). About bullying. Every Child, 17(1), 33.

Donaldson, M., & Poynting, S. (2005). Snakes and leaders: Hegemonic masculinity in ruling-class boys' boarding schools. Men and Maculinities, 7, 325-346.

Edling, S., & Francia, G. (2017). Children's rights and violence: A case analysis at a Swedish boarding school. Sage Journal, 24, 51-67. Doi: https://doi.org/10.1177/0907568216634063

Finiswati, E., & Matulessy, A. (2018). Kecendrungan melakukan bullying ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran pada santri di Pondok Pesantren. Fenomena: Jurnal Psikologi, 1, 13-23.

Hartini, H. M., Suminar, D. R., & Handoyo, S. (2001). Peran Pola Permainan Sosial Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak. Jurnal Penelitian Dinamika Sosial, 2(1), 66-72

Hendriani, W. (2017). Menumbuhkan Online Resilience pada Anak di Era Teknologi Digital. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 1.

Heusmann, H. W., & Bellville, R. H. (1982). Wood Duck research in Massachusetts, 1970–1980. Massachusetts Division of Fisheries and Wildlife, Westborough, Massachusetts.

Kass, S. (1999). Bullying widespread in middle school, say three studies. APA Monitor, 30(9), 1-2.

Kisti, H. H., & Fardana, N. A. (2012). Hubungan antara self efficacy dengan kreativitas pada siswa SMK. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(02), 52-58.

Laeheem, K., Kuning, M., & McNeil, N. (2009). Bullying: Risk factors becoming ‘Bullies’. Asian Social Science, 5(5), 50–57.

Lam, D.O.B & Liu, A.W.H. (2007). The path through bullying—A process model from the inside story of bullies in Hong Kong secondary schools. Child and Adolescent Social Work Journal, 24.

Lee & Kim (2007). Exposure to media violence and bullying at school: mediating influences of anger and contact with delinquent friends. J Adolesc Health. 2007 Dec; 41(6 Suppl 1): S6–13.

Licata, V. F. (1987). Creating a positive school climate at the junior high level. Paper presented at the Annual Meeting of the Michigan Association of Middle School Educators. Birmingham, A.L

Marthunis., & Authar, N. (2017). Bullying at Aceh modern islamic boarding school (Pesantren) Teacher’s perceptions and inverventions. Sukma: Jurnal Pendidikan, 1, 219-248.

Muguve, K. (2017). Causes of bullying in boarding high school in Zimbabwe. International Journal of Scientific and Research Publication, 7, 652-657.

Muna, E. N., Degeng, I. N. S., & Hanurawan, F. (2019). Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas IV SD. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 4(11), 1557-1561.

Neto, A. A. (2005). Bullying- aggressive behaviour among students. Journal de Pediatria. Brazilian Multi-professional Association for Children and Adolescent Protection

Nugroho, S., & Fardhana, N.A. (2018). Bullying at islamic boarding school: A pilot study in Pekanbaru. International Journal Of Pure And Applied Mathematics, 199, 2095-2100.

Olweus, D. (1978). Aggression in the schools: Bullies and whipping boys. Washington, DC: Hemisphere.

Olweus, D. (1980). Familial and temperamental determinants of aggressive behavior in adolescent boys: A causal analysis. Developmental Psychology, 16, 644–660.

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Oxford: Blackwell. Orpinas, P., & Horne, A. M. (2006). Bullying prevention: Creating a positive school climate and developing social competence. Washington, DC: American Psychological Association.

Olweus, D., (1978) Aggression in the schools. Bullies and whipping boys.

Pfeiffer, J.P., & Pinquart, M. (2014). Bullying in German boarding school: A pilot study. School Psychology International, 35, 580-591.

Rajendran, K., Kruszewski, E., & Halperin, J. (2015). Parenting style influences bullying: A longitudinal study comparing children with and without behavioral problems. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 57(2), 188-19.

Rasyid, M., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi remaja yang menjadi siswa di boarding school SMA Negeri 10 Samarinda. Jurnal psikologi pendidikan dan perkembangan, 1(3), 1-7.

Rigby, K. (2002). New Perspectives on Bullying. Jessica Kingsley: London.

Rowland, I. D. (1998). The culture of the High Renaissance: ancients and moderns in sixteenth-century Rome (p. 101). Cambridge: Cambridge University Press.

Schaverian, J. (2004). Boarding school: The trauma of the 'privileged' child. Journal of Analytical Psichology, 45, 683-705. Schneider, F., Gruman, J., & Coutts, L. (2012). Applied social psychology. Understanding and addressing social and practical.

Sigurdson, J. F., Undheim, A. M., Wallander, J. L., Lydersen, S., & Sund, A. M. (2015). The long-term effects of being bullied or a bully in adolescence on externalizing and internalizing mental health problems in adulthood. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health, 9, Article 42.

Simbolon, M. (2012). Perilaku bullying pada mahasiswa berasrama. Jurnal Psikologi, 39. 233-243.

Spergel, M. S. (1967). MS Spergel, Nuovo Cimento 47A, 410 (1967). Nuovo Cimento, 47, 410.

Suhariadi, F. (2019). Kontrak psikologis terhadap commitment to change: Resiliensi akademik sebagai variabel mediasi. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 8(2), 178-192.

Suteja. (1999). “Pola Pemikiran Kaum Santri: Mengaca Budaya Wali Jawa”, dalam Marzuki Wahid.et.all. (ed.), Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren (Bandung: Pustaka Hidayah), hlm. 77.

Walford, G. (2009). Private schools in England. Zeitschrift fu Pa dagogik, 55, 716–731.

Wang, C., Berry, B., & Swearer, S. M. (2013). The critical role of school climate in effective bullying prevention. Theory Into Practice, 52, 296 –302. http://dx.doi.org/10.1080/00405841.2013.829735

Washnigton D.C., Hemisphere press (Wiley).

Weiss, B., Dodge, K. A., Bates, J. E., & Pettit, G. S. (1992). Some consequences of early harsh discipline: Child aggression and a maladaptive social information processing style. Child development, 63(6), 1321-1335

White, M.A. (2004). An Australian co-education boarding school as a crucible for life: A humanistic sociological study of students’ attitudes from their own memoirs. Unpublished dissertation, University of Adelaide.

Whyte, J. (1943). American Words and Ways, Especially for German Americans.Viking Press.

Yani, A.L., Winarni, A., Lestari, R. (2016). Eksplorasi fenomena korban bullying pada kesehatan jiwa remaja di pesantren. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4, 93- 113.

Ziemek, M. (1986) Pesantren Dalam Perubahan Sosial, Jakarta: P3M.

Published
2020-11-03
Abstract viewed = 1521 times
pdf downloaded = 872 times