Membangun Character Building bagi Anak Difabel dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  • Istiqomah Faiz Isti Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia.
  • Hendro Widodo Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia.
Keywords: Independence, Self and Social Acceptance, Self Confidence, Islamic Education, Diffable

Abstract

This article aims to examine the realm of planting and character development for children with disabilities in learning Islamic religious education at SD NU Sleman. This study is a field research with a descriptive qualitative approach. Data analysis techniques were carried out using the Spradley model, namely data analysis carried out in conjunction with data collection consisting of domain analysis, taxonomic analysis, compound analysis, and data analysis. The results of this study indicate that character planting must be built for children with disabilities in NU Elementary School, namely about independence, self-acceptance and social, and self-confidence, especially in school. By planting this character, disabled participants did not get negative perceptions by other normal students. Instead normal students appreciate and admire the persistence of learning disabled students. NU Elementary School has an integrated curriculum in PAI learning so that the formation of the akhlaqul karimah character is increasingly realized. Students with disabilities or those with other special needs have the right to receive the same Islamic education despite the limitations. In determining the material, objectives, and methods of learning Islam, religious teachers consider the ability, depth of material, methods, and time available.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdorin, M. (2011). Kemampuan Berfikir Matematis Mahasiswa Difabel Netra Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Matakuliah Statistika. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema “Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran” pada tanggal 3 Desember 2011 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, halaman 346-355.

Abdullah, N. (2013). Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus. Magistra, 25 (86), 1-10.

Albab, H.A.U. (2015). Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Siswa Autis (Studi Kasus di SMA Galuh Handayani Surabaya). Tesis Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

Gutama, Th.A., dan Setyaningsih, R. (2016). Pengembangan Kemandirian bagi Kaum Difabel. Jurnal Sosiologi DILEMA, 31 (1), 42-52.

Hafiar, H. (2012). Komunikasi Difabel Melalui Buku Bacaan bagi Anak-anak. Jurnal Edulib, 2 (1), 43–50.

Hapsari, M.J. (2011). Upaya Meningkatkan Self-Confident Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Inkuiri Terbimbing. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema “Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran” pada tanggal 3 Desember 2011 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, halaman 337-345.

Irfan, L.A. (2017). Menyelesaikan Problem Materi Belajar bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan Reseach and Development in Education. Nadwa Jurnal Pendidikan Islam, 11 (1), 67-83.

Maftuhin, A. (2016). Mengikat Makna Diskriminasi: Penyandang Cacat, Difabel, dan Penyandang Disabilitas. Inklusi: Journal of Disability Studies, 3 (2), 139-162.

Nurussalihah, A. (2016). Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi (Studi Multisitus di SDN Mojorejo 01 dan SDN Junrejo 01 Kota Batu). Tesis Program Magister PAI Fakultas Pascasarjana, UIN Maulana Malik Ibrahim.

Sholeh, A. (2015). Islam dan Penyandang Disabilitas: Telaah Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas dalam Sistem Pendidikan di Indonesia. JurnalPalastren, 8 (2), 293-320.

Spradley, J. (1997). The Etnographic Interview, terj. Misbah Zulfah Elizabeth, Metode Etnografi, (Yogyakarta: Tiara Wacana).

Suprihatiningrum, J., Yuliawati, F., dan Rokhimawan, M.A. (2013). Pengembangan Modul Pembelajaran Sains Berbasis Integrasi Islam-Sains untuk Peserta Didik Difabel Netra MI/SD Kelas 5 Semester 2 Materi Pokok Bumi dan Alam Semesta. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2 (2), 169-177.

Tentama, F. (2014). Hubungan Positive Thinking dengan Self-Acceptance pada Difabel (Bawaan Lahir) di SLB Negeri 3 Yogyakarta. Jurnal Psikologi Integratif, 2 (2), 1-7.

Trisnani, R.P., Anggriana, Tyas M., dan Kadafi, A. (2017). Peran Konselor dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Difabel. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIPMA, h. 146-151.

Wawancara dengan kepala sekolah SD NU Sleman pada tanggal 20 Mei 2019 mengenai konsep pendidikan karakter bagi anak difabel di SD NU.

Zuntriana, A. (2011). Hak atas Informasi bagi Difabel. Jurnal Pustakalola, 3 (2), 19-28.
Published
2019-10-07
Abstract viewed = 11 times
PDF downloaded = 15 times