Dynamics of Bali's Shadow Economy: Maqashid Al-Ijtima'iyah Analysis Illegal Foreign Investments

Authors

  • Ifra Wahyuni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ach. Tahir Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.25299/syarikat.2026.vol9(1).27997

Keywords:

Investasi Ilegal, Airbnb, Maqasid Syariah, Ibnu Asyur

Abstract

Pariwisata Bali sebagai ikon ekonomi nasional menghadapi tantangan serius berupa fenomena shadow economy yang dipicu oleh aktivitas ilegal Warga Negara Asing (WNA) melalui platform akomodasi digital Airbnb. Praktik ini berkembang melalui berbagai modus, seperti penggunaan skema nominee atau pinjam nama warga lokal, penguasaan lahan secara terselubung, serta penyewaan akun digital untuk menghindari kewajiban pajak dan perizinan. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan mengancam kedaulatan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui analisis laporan otoritas berwenang, data analitik platform digital, dan pemberitaan media kredibel selama periode 2025 hingga April 2026. Analisis dilakukan menggunakan perspektif Maqashid al-Ijtima’iyyah yang dikembangkan oleh Muhammad al-Thahir bin Asyur melalui prinsip An-Nizam (ketertiban umum), Al-Aman (keamanan sosial), dan Istiqrar al-Maslahah (stabilitas kemaslahatan). Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas yang signifikan antara jumlah akomodasi digital dan yang memiliki izin resmi di Bali. Tercatat sekitar 41.116 unit akomodasi beroperasi secara digital, sedangkan hanya 12.227 unit yang memiliki izin pemerintah, sehingga terdapat selisih sekitar 28.889 unit yang diduga beroperasi di luar pengawasan negara. Dalam perspektif Ibnu Asyur, praktik tersebut merupakan bentuk Fasad al-Ijtima’i karena merusak ketertiban hukum dan keadilan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerintah sebagai Ulil Amri perlu memperkuat regulasi digital yang terintegrasi untuk memulihkan tata kelola pariwisata serta melindungi harta publik sesuai prinsip Maqashid Syariah. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data sekunder tanpa observasi atau wawancara lapangan sehingga temuan masih memerlukan verifikasi melalui penelitian empiris.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ach Fuad Fahmi, Jamiliya Susantin, & T. H. (2025). Kontribusi Imam Asy-Syathibi dan Thahir Ibnu 'Asyur dalam pengembangan maqashid syariah. Yustitia: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Madura, 26(2). https://doi.org/10.53712/yustitia.v26i2.2928

Anggriani, R., & Zandra, A. M. (2021). Nominee contract practice on ownership of foreign national land in Indonesia. Jurnal Hukum Novelty, 12(1), 96–108. https://doi.org/10.26555/novelty.v12i01.a18124

Aritenang, A. F. (2025). Impact of COVID-19 on Airbnb occupancy rate in Bandung, Indonesia. Journal of Urban Management, 14(1), 147–159. https://doi.org/10.1016/j.jum.2024.10.003

Dharma, K. R. W., Budiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2022). Larangan penguasaan tanah oleh WNA melalui perjanjian nominee. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(2), 246–251. https://doi.org/10.55637/jkh.3.2.4806.246-251

Fauzan, H. (2023). Pemikiran maqashid syariah Al-Tahir Ibn Asyur. Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum, 5(1), 101–114. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss1.art7

Hansen, S. (2026). Legal case study on indent house purchasing in Indonesia. Journal of Property, Planning and Environmental Law, 18(1), 20–40. https://doi.org/10.1108/JPPEL-03-2025-0026

Iqbal, M. (2025). Rahasia bank dalam perspektif maqashid syariah: Tinjauan hifdz al-maal. Al-Muhkam: Journal of Islamic Law and Jurisprudence, 1(1), 53–66.

Kahyalar, N., Seetaram, N., & Fethi, S. (2024). Tourism and the shadow economy: Long-run and short-run implications for resource allocation. Tourism Economics, 30(3), 749–766. https://doi.org/10.1177/13548166231181261

Kapoor, M., & Le Blanc, D. (2008). Measuring risk on investment in informal (illegal) housing: Theory and evidence from Pune, India. Regional Science and Urban Economics, 38(4), 311–329. https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.03.005

Kim, J., Lee, J., & Na, H. J. (2025). Resilience through an online platform: Evidence from Airbnb and hotels. Information & Management, 62(5), Article 104157. https://doi.org/10.1016/j.im.2025.104157

Kleinert, S., & Urbig, D. (2026). Startup evaluations with generative artificial intelligence: An exploratory study on early-stage investments and survival predictions by large language models. Entrepreneurship Theory and Practice. Advance online publication. https://doi.org/10.1177/10422587261430320

Muawaffaq, M., Ni'mah, F., Al, S., & Lasem, H. (2021). Maqashid syariah dalam perspektif Ibnu Asyur. Jurnal Ekonomi Syariah, 6.

Ningsih, D. W., Albahi, M., & Andrini, R. (2025). Integrasi maqashid syariah dalam regulasi dan pengembangan instrumen pasar modal syariah: Kajian konseptual hukum dan ekonomi. Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 7(2), 134–153.

Raddatz, K. C. E. (2025). Authorized participants' regulatory constraints and limits to ETF arbitrage during market turmoil: Evidence from the dash-for-cash episode. Journal of Banking & Finance, 179, Article 107499. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2025.107499

Rofiullah. (2025). Pengembangan ekonomi syariah dalam perspektif maqashid syariah di era ekonomi digital. SAUJANA: Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah, 7(2), 24–43.

Sun, K., Tao, M., & Che, S. (2026). Tourism's curved path to global renewable energy growth. Journal of Cleaner Production, 547, Article 147808. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2026.147808

Syahruddin, N. I., Santoso, T., Fitriyani, D., & Sari, W. (2025). Implementation of restorative justice in law enforcement. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 12(1), 48–60.

Vandini, T. (2025). Implementasi nominee agreement dalam perspektif hukum di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(4), 2057–2063. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i4.7660

Wahyuni, T. (2026). Menguak modus investasi ilegal warga asing yang manfaatkan platform penginapan di Bali.

Williams, C. C., & Horodnic, I. A. (2017). Regulating the sharing economy to prevent the growth of the informal sector in the hospitality industry. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 29(9), 2261–2278. https://doi.org/10.1108/IJCHM-08-2016-0431

Xu, M., & Xu, Y. (2021). What happens when Airbnb comes to the neighborhood: The impact of home-sharing on neighborhood investment. Regional Science and Urban Economics, 88, Article 103670. https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2021.103670

Yukuri, U., & Maelavae. (2024). Tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB dalam mengatasi permasalahan investasi digital ilegal yang merugikan konsumen di Lombok (Studi di PT FEC Shopping Indonesia). Jurnal Commerce Law, 4(1).

Downloads

Published

2026-06-30