ANALISIS KEJAHATAN PEREDARAN UANG PALSU DI KOTA PEKANBARU (STUDI KASUS PADA POLSEK BUKIT RAYA)

Penulis

  • Kadek Suriningsih Universitas Islam Riau
  • Riky Novarizal Universitas Islam Riau

Kata Kunci:

Pemalsuan, Uang, Polsek Bukit Raya, Hambatan, Preventif

Abstrak

Kasus pemalsuan uang di Indonesia semakin sering terjadi dan dampak kejahatan ini cukup besar karena dapat mengancam kondisi perekonomian dan moneter nasional. Mengingat pentingnya fungsi uang sebagai alat pembayaran, maka dampak pidana pemalsuan uang sangat besar dan merugikan negara.Begitupula yang terjadi pada Kota Pekanbaru. Berdasarkan data dari Polsek Bukit Raya, jumlah uang palsu yang beredar di Pekanbaru mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. pada tahun 2021 jumlah kasusnya sebanyak 12 kasus dengan nominal Rp 32 juta. Pada tahun 2022, jumlah kasus diperkirakan meningkat menjadi 11 kasus dengan nominal Rp 36 juta, Dan pada tahun 2023, jumlah kasus menjadi 10 kasus dengan nilai nominal Rp 35 juta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian ini berupa data deskriptif untuk menjelaskan fenomena yang ditemui berdasarkan amatan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Tindak pidana pemalsuan uang yang terjadi di Kota Pekanbaru banyak disebabkan utamanya oleh faktor ekonomi. Mayoritas pelaku merupakan seorang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan dan mengambil jalan pintas untuk memperoleh uang yaitu dengan melakukan tindakan pidana mengedarkan uang palsu. Faktor-faktor seperti kesenjangan ekonomi, kemudahan akses terhadap teknologi, dan lemahnya penegakan hukum. Kepolisian Bukit Raya dalam penanganannya menghadapi banyak hambatan dalam menanggulangi permasalahan peredaran uang palsu di Pekanbaru. kendala utama dalam penanggulangan masalah peredaran uang palsu adalah tidak adanya tindakan preventif yang benar benar efektif dalam menanggulangi masalah ini, karena pihak kepolisian hanya dapat bertindak saat adanya permasalahan atau pengaduan dari masyarakat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdussalam. (2007). Kriminologi dan Kejahatan sebagai Fenomena Sosial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Afwan. (2017). Pengendalian Sosial dan Kejahatan Ekonomi di Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Alam. (2010). Sosiologi Kejahatan dan Hukum. Makassar: Pustaka Pelajar.

Askarial, & Susanti. (2017). Analisis Teori Pilihan Rasional dalam Pencegahan Kejahatan. Jurnal Kriminologi Indonesia, 13(2), 55–68.

Barlow, H. D., & Kauzlarich, D. (2010). Introduction to Criminology. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Blume, L., & Easley, D. (2008). Rational Expectations and Rational Choice. The New Palgrave Dictionary of Economics.

Darmawan. (2000). Pengantar Kriminologi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Erlina. (2015). Teori Uang dan Perbankan. Medan: USU Press.

Hartono. (2012). Ekonomi dan Keuangan: Stabilitas Moneter dan Sistem Pembayaran. Jakarta: Gramedia.

Irawan. (2001). Tindak Pidana Pemalsuan Uang di Indonesia. Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyati. (2015). Kejahatan Ekonomi dan Teknologi: Studi Kasus Pemalsuan Uang. Bandung: Refika Aditama.

Mustofa. (2007). Kriminologi dan Kejahatan Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.

Mustofa, M. (2021). Ilmu Forensik dalam Penegakan Hukum di Indonesia. Pustaka Setia.

Santoso, T. (2001). Kriminologi. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Soesilo, R. (2002). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya. Bogor: Politeia.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-09

Cara Mengutip

Kadek Suriningsih, & Riky Novarizal. (2026). ANALISIS KEJAHATAN PEREDARAN UANG PALSU DI KOTA PEKANBARU (STUDI KASUS PADA POLSEK BUKIT RAYA). Sisi Lain Realita Another Side Of Reality Journal Criminology , 10(1), 10–23. Diambil dari https://journal.uir.ac.id/index.php/sisilainrealita/article/view/29382