Fenomena Baby Blues Sebagai Faktor Pemicu Perilaku Self-Harm dan Kekerasan Pada Anak (Studi Kasus UPT PPA Prov. Riau Tahun 2025)
Kata Kunci:
baby blues, self-harm, kekerasan pada anak, kriminologiAbstrak
Penelitian ini membahas fenomena baby blues sebagai faktor pemicu perilaku self-harm dan kekerasan pada anak di Kota Pekanbaru. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kondisi baby blues yang sering dianggap sebagai gangguan emosional ringan pascamelahirkan, padahal dapat berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh baby blues terhadap munculnya perilaku self-harm dan kekerasan pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di UPT PPA Provinsi Riau melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan terkait kasus perempuan dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormonal, kelelahan fisik, tekanan psikologis, minimnya dukungan keluarga, dan kondisi sosial ekonomi menjadi faktor utama terjadinya baby blues. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakstabilan emosi, stres, dan hilangnya kontrol diri sehingga memicu perilaku menyakiti diri sendiri maupun kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan layanan kesehatan mental bagi ibu pascamelahirkan.
Unduhan
Referensi
Chin, K., et al. (2022). Self-harm and postpartum depression among mothers. Mental Health Review, 18(3), 120–129.
Janssen, T., et al. (2022). Social control and containment theory in modern criminology. Criminology Review, 15(2), 88–102.
Komariah. (2024). Hubungan perubahan psikologis ibu postpartum dengan kejadian baby blues. Jurnal Riset Ilmiah, 1(3), 12–20.
Masullo, G. (2023). Violence against children and family stress factors. International Journal of Social Studies, 9(1), 77–89.
Moran, P., et al. (2024). Self-harm behavior and emotional disorders. Journal of Mental Health, 22(4), 201–214.
Palladino, C., et al. (2020). Postpartum mood disorders and self-harm ideation. Women’s Health Journal, 9(2), 88–96.
Putri, A., et al. (2025). Viktimologi modern dan perlindungan korban. Jurnal Hukum dan Sosial, 7(1), 55–70.
Thi, L., et al. (2024). Social stigma and postpartum mental health in developing countries. Global Mental Health Journal, 11(2), 90–104.
Tosto, V., et al. (2023). Postpartum emotional disorders and maternal mental health. Journal of Maternal Health, 12(1), 45–53.
Tutrianto, R., & Nizar, S. (2021). Cyber Sexual Harassment Sebagai Bentuk Kerentanan Viktimisasi Terhadap Perempuan (Studi pada Tiga Korban Pengguna Twitter Inisial DN, NA, dan R). Sisi Lain Realita, 6(2), 17-32.
Ulfah, M. (2024). BABY BLUES SYNDROME DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS TAFSIR AL-AZHAR). Studi Atas.
Usmani, S. S., Mehendale, M., Shaikh, M. Y., Sudan, S., Guntipalli, P., Ouellette, L., Shoib, S. (2024). Understanding the Impact of Adverse Childhood Experiences on Non-suicidal Self-Injury in Youth: A Systematic Review. Alpha Psychiatry, 25(2), 150–164.
