Pelaksanaan Pelaksanaan Pembinaan Kemandirian Terhadap Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru
pembinaan kemandirian, warga binaan, lembaga pemasyarakatan
Kata Kunci:
pembinaan kemandirian, warga binaan, lembaga pemasyarakatanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan kemandirian warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui program keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi warga binaan. Pelaksanaan program didukung kerja sama dengan pihak eksternal serta pengawasan petugas pemasyarakatan. Evaluasi dilakukan melalui penilaian keterampilan dan perubahan sikap warga binaan. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter warga binaan dan keterbatasan sarana pendukung. Pembinaan kemandirian memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, perubahan perilaku, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat setelah bebas.
Unduhan
Referensi
Arifin, M. (2020). Evaluasi program rehabilitasi berbasis keterampilan terhadap warga binaan pemasyarakatan. Jurnal Pemasyarakatan Indonesia, 9(2), 88–101.
Firmansyah, R. (2023). Partisipasi warga binaan dalam program pembinaan keterampilan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Sosial dan Humaniora, 12(1), 55–68.
Hidayat, A. (2021). Pembinaan keterampilan kerja sebagai upaya reintegrasi sosial narapidana. Jurnal Kriminologi Indonesia, 17(2), 120–134
Maulana, F. (2021). Pengaruh fasilitas dan pengawasan terhadap efektivitas pembinaan narapidana. Jurnal Ilmu Pemasyarakatan, 10(1), 41–53.
Nurhadi, A., & Hartono, B. (2021). Kendala pelaksanaan pembinaan warga binaan dalam kondisi overcrowding di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 201–215.
Peterson, R. (2020). Skill-based rehabilitation and recidivism reduction among inmates. Journal of Correctional Education, 71(2), 77–91.
Putra, R., & Wahyuni, D. (2023). Pengaruh pelatihan keterampilan terhadap motivasi dan kepercayaan diri warga binaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pemasyarakatan, 8(2), 97–110.
Putri, F., & Mahendra, A. (2023). Rehabilitasi sosial melalui pembinaan keterampilan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Kriminologi dan Keadilan, 15(1), 66–81.
Ramadhan, T., & Putri, N. (2022). Pelatihan kerja dan kesiapan reintegrasi sosial mantan narapidana. Jurnal Sosiologi Hukum, 13(1), 90–104.
Siregar, H. (2020). Pembinaan berbasis keterampilan kerja dalam meningkatkan produktivitas warga binaan. Jurnal Pemasyarakatan dan Rehabilitasi Sosial, 7(2), 73–85.
Wahyuni, D., & Prasetyo, A. (2022). Kolaborasi lembaga pemasyarakatan dan pihak eksternal dalam pembinaan warga binaan. Jurnal Administrasi Publik, 14(2), 150–163.
Yuliana, R., & Rahmawati, N. (2022). Stigma sosial mantan narapidana dan tantangan reintegrasi sosial. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 18(1), 45–59.
Buku
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Braithwaite, J. (1989). Crime, shame and reintegration. Cambridge: Cambridge University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. New York: Routledge.
Hirschi, T. (1969). Causes of delinquency. Berkeley: University of California Press.
Kartono, K. (2014). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Siegel, L. J. (2020). Criminology: Theories, patterns, and typologies (13th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.
Sutherland, E. H. (1947). Principles of criminology (4th ed.). Philadelphia: J.B. Lippincott.
Willis, S. S. (2017). Konseling keluarga (Family counseling). Bandung: Alfabeta.
