Netralisasi Perempuan Pekerja Seks Komersial (Studi Pada Tiga Perempuan Pekerja Seks Komersial di Kota Pekanbaru)

Penulis

  • Anggun Refliana Universitas Islam Riau
  • Rio Tutrianto Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/sisilainrealita.2023.18796

Kata Kunci:

Neutralization, Workers, Women, Sex

Abstrak

Fenomena pekerja seks komersial adalah hal menarikuntuk dikaji, karena fenomena ini dari dulu hinggasekarang tetap berlangsung. Seperti yang fenomenapekerja seks komersial yang ada di Kota Pekanbaru. Masalah pekerja seks komersial atau pelacuran sudah ada sejak lama, sejak terdapat banyak tempat-tempat hiburan, baik itu cafe- cafe, warung reman-remang, panti pijat dan ada pula yang mangkal di pinggir jalanatau pertokoan. Pada saat ini tempat hiburan semakinbanyak terletak di setiap sudut Kota Pekanbaru. Melaluipendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber terpilih, penelitian ini menjelaskan bahwa. Menggunakan teori tekniknetralisasi, dapat dijelaskan bahwa seorang perempuanmungkin memilih untuk menjadi PSK bukan hanya karena alasan ekonomi atau sosial, tetapi juga karena kemampuan mereka untuk menetralkan rasa bersalah dan mempertahankan citra diri yang positif. Teknik netralisasi memungkinkan individu untuk menjustifikasi tindakan mereka dengan cara yang membuat mereka merasa lebih nyaman dan kurang bersalah. Dengan memahami teknik ini, dapat terlihat bahwa keputusan seorang perempuan untuk menjadi PSK sering kalimerupakan hasil dari serangkaian pembenaran kompleks yang memungkinkan mereka untukmenghadapi stigma dan tekanan sosial yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa upaya untuk mengatasi masalah pekerja seks komersialperlu mempertimbangkan tidak hanya faktor ekonomi dan sosial tetapi juga cara- ara di mana individu menetralkan tindakan mereka secara psikologis.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anwar, Yesmil & Adang. 2017. “Sosiologi Untuk Universitas”. Bandung : Reflika Aditama

Black, A. James dan Dean J. Champion. 2009. “Metode dan Masalah Penelitian Sosial”. Bandung : PT Rafika Aditama.

Desrianti, Febri (2018). Studi Kualitatif Pekerja Seks Komersial Di Daerah Jondul Kota Pekanbaru Tahun 2016.

Kartono, Kartini. 2005. Patalogi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta : Rajawali Pres Koentjoro.2004. On The Spot: Tutur Dari Sarang Pelacur. Yogyakarta : Tinta

Mulyana, Deddy. 2006. “Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya”. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Munawarah, Site (2010). Pekerja Seks Komersial Di Wilayah Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Vol 4 (2). September

Sugiyono. 2013. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung : Alfabeta Zaitunah, Subhan. 2004. Kekerasan Terhadap Perempuan. Yogyakarta : Pustaka Pesantren

Tutrianto, R., & Zulhermawan, M. (2023). Manajemen Strategis Kepolisian Dalam Mengatasi Factual Threat dan Police Hazard Pada Wilayah Perbatasan Pesisir Pantai Provinsi Riau Dari Peredaran Narkoba Internasional (Studi Pada Polres Rokan Hilir). 4 (4). Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 4(4), 3083-3093.

Zulherawan, M. (2022). UPAYA PENANGANAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL (Studi Kasus DP2KBP3A di Kabupaten Kuantan Singingi). SISI LAIN REALITA, 7(1), 108-121.

Zulherawan, M., Afrianda, R. T., Tutrianto, R., & Joesyiana, K. (2023). Socialization of the Dangers of Drugs and Drug Crime Patterns to High School Students as an Effort to Make Teenagers Clean from Drugs in Pelalawan Regency. Pasundan Community Service Development, 1(2), 59-64.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-30

Cara Mengutip

Anggun Refliana, & Rio Tutrianto. (2023). Netralisasi Perempuan Pekerja Seks Komersial (Studi Pada Tiga Perempuan Pekerja Seks Komersial di Kota Pekanbaru). Sisi Lain Realita Another Side Of Reality Journal Criminology , 8(2), 73–79. https://doi.org/10.25299/sisilainrealita.2023.18796