Graffiti Satire Oleh Street Artist Di Kota Padang

Penulis

  • Ramadhani Putra Universitas Islam Riau
  • Abdul Munir Universitas Islam Riau
  • Sobri Sobri Universitas Islam Riau

Kata Kunci:

Graffiti Satire, Pemberontakan, Street Artis

Abstrak

Graffiti digunakan sebagai sarana komunikasi antar khalayak dengan menggunakan goresan cat semprot yang terletak di area penting yang strategis, seperti jalan tembok-tembok yang menimbulkan pro dan kontra bagi publik. Karena sebagian besar graffiti di selimuti sebagai tindakan vandalisme fasilitas umum. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis makna dan tujuan street artist dalam pembuatan dari beberapa graffiti satire yang ada di kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap dua street artist, satpol pp Kota Padang, PUPR Kota Padang dan tiga masyarakat. Hasil Penelitian ini yaitu ada beberapa cara yang dilakukan street artist untuk menyampaikan aspirasinya di tengah pandangan negatif masyarakat dengan mengabaikan pandangan negatif masyarakat terhadap graffiti satire, menggambar graffiti satire dengan tema dan makna yang menghadirkan isu-isu sosial dan graffiti satir harus dipertahankan karena bagi street artist itu adalah hobi, memberikan kepuasan diri, ekspresi artistik dan imajinasi yang harus dipertahankan, serta bentuk kegelisahan diri, sebagai sarana penyampaian. kritik sosial, dan memperindah tembok kota. Para street artist sendiri tidak menganggap karyanya sebagai vandalisme, karena graffiti satir mereka dibuat dengan tema dan bukan graffiti sembarangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Ramadhani Putra, Universitas Islam Riau

Program Studi Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Islam Riau

Abdul Munir, Universitas Islam Riau

Program Studi Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Islam Riau

Sobri Sobri, Universitas Islam Riau

Program Studi Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Islam Riau

Referensi

Adhe. 2005. Riwayat Graffiti dalam Hip-Hop: Perlawanan dari Ghetto. Yogyakarta: Alinea Ardhiansyah, N. 2020. Setting fisik graffiti tagging sebagai bentuk vandalisme di Kota Yogyakarta. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur. Arief, M. 2021. Street Art Park. Makassar: Universitas Hasanudin Ahmadi, D., Rachmiatie, A., & Nursyawal. (2019). Public Participation Model For Public Information Disclosure. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 35(4), 305–321. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2019-3504-19 Bahri, A., & Alam, A. S. (2022). Gaya Bahasa Mural Di Media Sosial Tagar Instagram Pada Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Bentuk Sindiran Kepada Pemerintah. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 209-217. Barry. 2008. Jalan seni jalanan Yogyakarta. Yogyakarta: Studium Christopher, D., & Sutisna, S. (2023). RUANG GRAFITI SEBAGAI RUANG INSPIRASI ASPIRASI MASYARAKAT. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 5(2), 1675-1686. Destriawan, A. (2018). FORMART MAGAZINE (Produksi Majalah Tentang Proses Kreatif Street Art dan Penguatan Eksistensi Komunitas Street Art di Yogyakarta. Fadilla, M. R., & Umar, T. M. (2024). Fenomena Street Art Dakwah. PERSON: Perspectives in Communication, 2(1), 27-32. Farmida, S., Ediwarman, E., & Tisnasari, S. (2021). Analisis Satire Dan Sarkasme Dalam Debat Capres 2019 Dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Di Sma. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 189-202. Indriati, R. f. 2012). Politik dan Graffiti. Yogyakarta: Polgov ugm. Prasetya, Teguh. 2014. Analisis Bahasa Graffiti Tembok Di Kota Surakarta : Tinjauan Sosiolinguistik. Jurnal Publikasi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Ums. Surakarta. Salam, Y. (2019, September). Menguak Estetika Potensi Grafiti Sebagai Ekonomi Kreatif Hati, Mata, Telinga di Tembok-Tembok Kota Malang. In Sandyakala: Prosiding Seminar Nasional Seni, Kriya, dan Desain (Vol. 1, pp. 257-262). Salmah, S. (2015). Perilaku Vandalisme Remaja di Yogyakarta. Yogyakarta: Media Informasi Sulistiyawati, E., Suaedi, H., & Widyaruli, A. (2024). Gaya Bahasa Sindiran dan Maknanya dalam Roasting Kiki Saputri di Channel Youtube. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 20233-20245. Stampoulidis, G. (2019). Stories of resistance in Greek street art: A cognitive-semiotic approach. The Public Journal of Semiotics, 8(2), 29-48. Wadipalapa, R. P. (2015). Meme culture & komedi-satire politik: kontestasi pemilihan presiden dalam media baru. Jurnal ilmu komunikasi, 12(1).

Diterbitkan

2024-05-14

Terbitan

Bagian

Articles