Pengaruh Variasi Jenis Moluska terhadap Kematangan Gonad pada Ikan Tambakan (Helostoma temminckii)

Authors

  • Rudy Saputra Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia
  • Muchtar Ahmad Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia
  • Andre Sofian Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru 28284, Indonesia

Keywords:

fekunditas, ikan tambakan, moluska, pakan alternatif, pematangan gonad

Abstract

Budidaya ikan tambakan (Helostoma temminckii) menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan proses reproduksi, khususnya pematangan gonad yang dipengaruhi oleh pemberian pakan yang tepat. Pakan pelet komersial sering digunakan, namun biaya yang tinggi mendorong pencarian pakan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jenis moluska sebagai pakan alternatif terhadap kematangan gonad ikan tambakan. Penelitian dilakukan dengan lima perlakuan pakan: P0 (pelet, kontrol), P1 (siput bakau Telescopium telescopium), P2 (bekicot Achatina fulica), P3 (keong mas Pomacea sp), dan P4 (keong sawah Bellamiya javanica). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (bekicot) menghasilkan tingkat kematangan gonad tertinggi dan indeks kematangan gonad yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian bekicot juga meningkatkan fekunditas dan diameter telur ikan tambakan secara signifikan. Sebaliknya, perlakuan P1 (siput bakau) menunjukkan hasil yang lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa bekicot adalah pakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kematangan gonad dan fekunditas ikan tambakan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisuzzaman, M., Haque, M. M., Kamrunnahar, K., & Kang, S. J. (2016). Freshwater snail (Viviparus sp); its potential to use in fish feed formulation. American Scientific Research Journal for Engineering, Technology, and Sciences, 18(1), 182-195. https://asrjetsjournal.org/American_Scientific_Journal/article/view/1524

Astiyani, W. P., Akbarurrasyid, M., Kristiana, I., Prama, E. A., & Sudinno, D. (2024). Perbedaan penambahan tepung bekicot (Achatina fulica) pada pakan komersil terhadap hasil pemijahan induk ikan bawal (Colossoma macropomum). Jurnal Megaptera, 3(2), 55-60. https://doi.org/10.15578/jmtr.v3i2.15135

Effendie, M. I. (2002). Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama: Bogor.

Fitriliyani, I., Siswanto, S., & Luchas, L. (2022). Optimizing the gonadal performance of broodstock Helostoma temminckii with addition of enrichment ingredients in feed. Jurnal Natural, 22(1), 17–24. https://doi.org/10.24815/jn.v22i1.23426

Gunasekera, R. M., Shim, K. F., & Lam, T. J. (1996). Effect of dietary protein level on spawning performance and amino acid composition of eggs of Nile tilapia, Oreochromis niloticus. Aquaculture, 146(1-2), 121-134. https://doi.org/10.1016/S0044-8486(96)01365-8

Hasan, M. R., & Halwart, M. (2009). Fish as feed inputs for aquaculture: practices, sustainability and implications. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No. 518. Rome, FAO. 407p. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/i1140e

Iskandar, R., & Elrifadah, E. (2015). Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diberi pakan buatan berbasis kiambang. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 40(1), 18-24. https://dx.doi.org/10.31602/zmip.v40i1.93

Karsono, A., & Ahmad, M. (2025). Pengaruh kombinasi bahan pakan pellet dan phytogenic terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan benih ikan tambakan (Helostoma temminckii). Jurnal Dinamika Akuakultur, 1(2), 48-56.

Khalil, M., Salamah, S., Zumairi, Z., & Muliani, M. (2021). Kajian kinerja pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kerapu macan (Ephinephelus fuscogusttatus) menggunakan pakan hewani yang berbeda. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 8(2), 118-123. https://doi.org/10.29103/aa.v8i2.4785

Mokoginta, I., Jusadi, D., Setiawati, M., & Suprayudi, M. A. (2000). Kebutuhan asam lemak esensial, vitamin dan mineral dalam pakan induk Pangasius suchi untuk reproduksi. Hibah Bersaing, 7, 1-2.

Radhakrishnan, G., Shivkumar, V. S. M., Yashwanth, B. S., Pinto, N., Pradeep, A., & Prathik, M. R. (2020). Dietary protein requirement for maintenance, growth, and reproduction in fish: A review. Journal of Entomology and Zoology Studies, 8(4), 208-215.

Rasidi. (2022). Potential utilization of mussel meals as an alternative fish feed raw material for aquaculture. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1119(1), 012063.

Rhomadhan, V. R., Johan, T. I., Hasby, M., Melati, H., & Purba, F. F. (2025). Pengaruh pemberian pakan bekicot (Achatina fulica) dengan dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata). Jurnal Dinamika Akuakultur, 1(2), 40-47.

Sitanggang, M. (1987). Budidaya gurami. Penebar Swadaya: Jakarta.

Sukendi. (2001). Biologi reproduksi dan pengendaliannya dalam upaya pembenihan ikan baung (Mystus nemurus CV) dari perairan Sungai Kampar, Riau. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Volkoff, H. (2024). Nutrition and reproduction in fish. Encyclopedia of Reproduction (Third Edition), 6, 973-979. https://doi.org/10.1016/b978-0-443-21477-6.00038-9

Weiss, M., & Buck, B. H. (2017). Partial replacement of fishmeal in diets for turbot (Scophthalmus maximus, Linnaeus, 1758) culture using blue mussel (Mytilus edulis, Linneus, 1758) meat. Journal of Applied Ichthyology, 33(3), 354-360. https://doi.org/10.1111/JAI.13323

Published

2026-05-29

How to Cite

Saputra, R., Ahmad, M., & Sofian, A. (2026). Pengaruh Variasi Jenis Moluska terhadap Kematangan Gonad pada Ikan Tambakan (Helostoma temminckii). Jurnal Dinamika Akuakultur, 2(1), 7–12. Retrieved from https://journal.uir.ac.id/index.php/jda/article/view/27435