Pengaruh Kombinasi Bahan Pakan Pellet dan Phytogenic Terhadap Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Benih Ikan Tambakan (Helostoma temminckii)
Kata Kunci:
Helostoma temminckii, pakan phytogenic, pertumbuhan, rasio konversi pakanAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pakan pellet dengan bahan phytogenic terhadap kinerja pertumbuhan dan rasio konversi pakan benih ikan tambakan (Helostoma temminckii). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi: P0 (pellet komersial FF 999); P1 (kiambang 40% + tepung ikan 10% + tepung tapioka 10% + dedak halus 5% + ampas tahu 5% + FF 999 30%); P2 (eceng gondok 40% + tepung ikan 10% + tepung tapioka 10% + dedak halus 5% + ampas tahu 5% + FF 999 30%); P3 (daun lamtoro 40% + tepung ikan 10% + tepung tapioka 10% + dedak halus 5% + ampas tahu 5% + FF 999 30%); dan P4 (daun kelor 40% + tepung ikan 10% + tepung tapioka 10% + dedak halus 5% + ampas tahu 5% + FF 999 30%). Pemeliharaan benih dilakukan dalam keramba berukuran 30 × 30 × 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 memberikan kinerja terbaik, dengan tingkat kelulushidupan tertinggi sebesar 95,83%, pertambahan berat mutlak 1,22 g, pertambahan panjang mutlak 2,13 cm, laju pertumbuhan harian sebesar 3,49%, serta nilai rasio konversi pakan terendah sebesar 0,80. Hasil ini menunjukkan bahwa suplementasi bahan phytogenic berupa daun kelor dalam pakan pellet mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan benih ikan tambakan.
Unduhan
Referensi
Agusnimar, A., Setiaji, J., Sadikin, K., Marliana, D., Eko Cahyo, F., & Hadi, K. (2023). Pengaruh pemberian pakan fermentasi ampas sagu dan tepung kepala ikan teri dengan persentase berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Jurnal Riset Akuakultur, 18(2), 71-80.
Arie, U. (1999). Pembenihan dan pembesaran nila gift. Penebar Swadaya, Jakarta.
Coon, C. N. (2002). Vitamins, minerals, and trace ingredients. In Commercial Chicken Meat and Egg Production. pp. 371-393. Boston, MA: Springer US. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-0811-3_20
Daniel, N. (2017). Status of aquaculture with respect to nutrition and feed. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 5(1), 333–345.
Djatmika, D. (1986). Usaha perikanan kolam air deras. CV. Simplex.
Effendie, M. (2002). Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta. 163 halaman.
Gaye, D. (2008). Protein metabolism in fishes. Journal of Fisheriessciences, 2(1), 30–40. https://doi.org/10.3153/JFSCOM.2008003
Ikhfanisa, F., Rosyadi, R., & Hadi, K. (2024). Pemanfaatan pakan pasta usus ayam terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, dan Akuakultur, 4(1), 41-50. https://doi.org/10.25299/jaaa.2024.16445
Khan, K. U., Rodrigues, A. T., Mansano, C. F. M., Queiroz, D. M. de A., Sakomura, N. K., Romaneli, R. de S., Nascimento, T. M. T. do, & Fernandes, J. B. K. (2019). Dietary protein quality and proper protein to energy ratios: a bioeconomic approach in aquaculture feeding practices. Latin American Journal of Aquatic Research, 47(2), 232–239. https://doi.org/10.3856/VOL47-ISSUE2-FULLTEXT-3
Kristanto, A. H., Subagja, J., Cahyanti, W., & Arifin, O. Z. (2018). Evaluasi variasi fenotipe dan genotipe populasi ikan tambakan dari jawa barat, kalimantan tengah, dan jambi dengan truss morfometrik dan random amplified polymorphic dna (rapd). Jurnal Riset Akuakultur, 12(3), 203–211. https://doi.org/10.15578/JRA.12.3.2017.203-211
Lestari, D. F., & Syukriah, S. (2020). Manajemen stres pada ikan untuk akuakultur berkelanjutan. JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia, 1(1), 96-105. https://doi.org/10.46510/JAMI.V1I1.23
Masitoh, D., Subandiyono, & Pinandoyo. (2015). Pengaruh kandungan protein pakan yang berbeda dengan nilai e/p 8,5 kkal/g terhadap pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio). Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(3), 46–53.
Mulyani, Y. S., Yulisman, Y., & Fitrani, M. (2014). Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipuasakan secara periodik. Jurnal akuakultur rawa indonesia, 2(1), 1-12.
Omasaki, S. K., Omasaki, S. K., Janssen, K., Besson, M., Besson, M., & Komen, H. (2017). Economic values of growth rate, feed intake, feed conversion ratio, mortality and uniformity for Nile tilapia. Aquaculture, 481, 124–132. https://doi.org/10.1016/J.AQUACULTURE.2017.04.013
Prabu, E., Felix, S., Felix, N., Ahilan, B., & Ruby, P. (2017). An overview on significance of fish nutrition in aquaculture industry. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 5(6), 349–355.
Prasad, P. J., Chaurasia, M., Sohony, R. A., Gupta, I., & Kumar, R. (2013). Water quality analysis of surface water: a Web approach. Environmental Monitoring and Assessment, 185(7), 5987–5992. https://doi.org/10.1007/S10661-012-2999-9
Rosyadi, R. (2012). Pemberian Spirulina sp dengan dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis REGAN). Dinamika Pertanian, 27(3), 181-188.
Rosyadi, R., Agusnimar, A., Hadi, K., Anggi, P., Suharman, I., & Caipang, C. M. A. (2025). Growth performance and nutrient utilization of glass catfish (Kryptopterus lais) larvae in response to varying dietary protein levels. International Journal of Aquatic Biology, 13(3), 42-51.
Steiner, T., & Syed, B. (2015). Phytogenic feed additives in animal nutrition. In Medicinal and aromatic plants of the world: Scientific, production, commercial and utilization aspects. pp. 403-423. Dordrecht: Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9810-5_20
Valentine, S., & Kwasek, K. (2022). Feeding rate and protein quality differentially affect growth and feeding efficiency response variables of zebrafish (Danio rerio). Zebrafish, 19(3), 94-103. https://doi.org/10.1089/zeb.2022.0002
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Akuakultur

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.











