Analisis Usaha Agroindustri Tahu (Studi Kasus Agroindustri Tahu Pak Gutd di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis)

  • Santo Ronaldo Manullang Universitas Islam Riau
  • Darus Universitas Islam Riau
Keywords: analisis usaha, tahu, pendapatan, nilai tambah, agroindustri

Abstract

Agroindustri merupakan salah satu subsistem agribisnis yang mengelola bahan mentah atau bahan baku dari hasil pertanian untuk menciptakan suatu nilai tambah serta memberi peluang lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik pengusaha dan profil usaha, (2) penggunaan bahan baku dan penunjang, teknologi pengolahan, (3) proses produksi, biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi dan nilai tambah usaha agroindustri tahu Pak Gutd di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan dalam penelitian metode survey pada studi kasus pada usaha Agroindustri tahu Pak Gutd, lokasi yang diambil yaitu di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) bulan, dari bulan Maret 2020 sampai bulan Agustus 2020;  meliputi kegiatan penyusunan proposal, pengumpulan data di lapangan, pentabulasian data, analisis data, penulisan laporan, perbanyak, dan penyusunan laporan akhir, teknik pengambilan responden menggunakan teknik sengaja atau (purposive sampling) dengan mengambil 1 (satu) sampel atau satu pengusaha. Analis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriftip kuantitatif dan analisis metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan (1) Karakteristik pengusaha agroindustri tahu Pak Gutd berada pada kelompok umur yang tidak produktif lagi, yaitu umur 66 tahun dan umur tenaga kerja yang digunakan termasuk umur yang produktif, yaitu dengan rentang usia 27–50 tahun, lama pendidikan pengusaha yaitu 6 tahun, dan lama pendidikan tenaga kerja berada pada 9 dan 12 tahun. Pengalaman berusaha pengusaha yaitu 45 tahun dan  tenaga kerja kisaran dari 2-45 tahun. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 4 orang tenaga kerja. (2) Penggunaan bahan baku kedelai yang digunakan dalam sekali proses produksi adalah sebanyak 200 Kg. Penggunaan bahan penunjang per proses produksi yaitu listrik 35,54 kWh, solar sebanyak 10 liter, kayu bakar 1,5 M³, transportasi Rp. 50.000, plastik PE 1 Kg, kantong kresek 10 bungkus, karet 1 ons. Sedangkan untuk teknologi produksi yang digunakan pada agroindustri pengolahan tahu Pak Gutd dapat dikatakan semi modern dikarekan sudah menggunakan teknologi mesin. (3) Total biaya produksi dalam agoindustri tahu Pak Gutd adalah sebesar Rp.2.470.187,50. produksi yang dihasilkan adalah 704 Kg tahu dengan harga Rp. 5000/Kg. Pendapatan kotor per proses produksi yang diterima oleh pengusaha adalah sebesar Rp. 3.520.000 dan pendapatan bersih yang diterima pengusaha sebesar Rp.1.049.812,50 /proses produksi. Efisiensi usaha agroindustri pengolahan tahu Pak Gutd (RCR) sebesar 1,42 yang artinya layak untuk dikembangkan. Nilai tambah yang diperoleh dari agroindustri tahu Pak Gutd adalah Rp. 6.548,45 dengan rasio nilai tambah 37,21 %.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-01-01
How to Cite
Manullang, S. R., & Darus. (2021). Analisis Usaha Agroindustri Tahu (Studi Kasus Agroindustri Tahu Pak Gutd di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis). Jurnal Agroteknologi Agribisnis Dan Akuakultur, 1(1), 41-48. https://doi.org/10.25299/jomaaa.v1i1.7357
Abstract viewed = 15 times
pdf downloaded = 49 times