Respons Mutu Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max) terhadap Pemberian Biosaka pada Berbagai Konsentrasi

Authors

  • Maulida Khairunnisa Universitas Riau
  • Hariy Laksamana Universitas Lancang Kuning
  • Debi Fitria Gerniwati Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/jaaa.2026.30165

Keywords:

biosaka, elisitor biotik, kedelai, mutu fisiologis benih, viabilitas benih

Abstract

Kedelai (Glycine max) merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting sebagai sumber protein nabati, tetapi produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Salah satu upaya peningkatan mutu perbenihan dapat dilakukan melalui pemanfaatan Biosaka sebagai elisitor biotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi Biosaka terhadap mutu fisiologis benih kedelai serta menentukan konsentrasi yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 selama satu bulan di Laboratorium Biologi UPT PSBTPH. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan konsentrasi Biosaka, yaitu 0% (P0), 50% (P1), dan 100% (P2), masing-masing empat ulangan dengan 100 benih per satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biosaka tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, volume akar, dan tinggi tanaman. Potensi tumbuh maksimum menunjukkan perbedaan nyata, dengan nilai P0 97%, P1 91%, dan P2 96,5%. Konsentrasi Biosaka 100% lebih baik dibandingkan 50% dalam mempertahankan mutu fisiologis benih kedelai. Biosaka 100% merupakan konsentrasi yang lebih baik, meskipun efektivitasnya terbatas pada parameter potensi tumbuh maksimum.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-02

How to Cite

Khairunnisa, M., Laksamana, H., & Gerniwati, D. F. (2026). Respons Mutu Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max) terhadap Pemberian Biosaka pada Berbagai Konsentrasi . Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, Dan Akuakultur, 6(2). https://doi.org/10.25299/jaaa.2026.30165