Strategi Pengembangan Agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery & Cake di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Pendekatan pada Business Model Canvas)

Authors

  • Mario Al'aziz Universitas Islam Riau
  • Sisca Vaulina Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/jaaa.2026.30155

Keywords:

bolu gulung, strategi pengembangan, BMC

Abstract

Bolu gulung adalah kue bolu berbentuk gulungan dengan isian. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui karakteristik pengusaha, tenaga kerja, dan profil usaha agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery and Cake; 2) menganalisis strategi pengembangan usaha berdasarkan pendekatan Business Model Canvas (BMC); dan 3) menganalisis strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah studi kasus di Qia Bakery and Cake, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau selama enam bulan (Maret–Agustus 2025). Responden pengusaha dan tenaga kerja diambil secara sensus (1 orang, pemilik usaha), dengan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: 1) usaha agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery and Cake memiliki pengusaha dan tenaga kerja usia produktif berpendidikan menengah atas dengan pengalaman usaha sekitar tiga tahun serta tanggungan keluarga cukup banyak; profil usaha bermula pada 2020 saat pandemi COVID-19 sebagai usaha mikro berbasis rumah dengan modal pribadi dan lima tenaga kerja yang aktif dalam produksi hingga pemasaran; 2) analisis BMC menggambarkan model bisnis yang terstruktur melalui sembilan elemen utama namun perlu evaluasi untuk efisiensi operasional dan perluasan pasar; dan 3) analisis SWOT merekomendasikan strategi pengembangan melalui inovasi produk, peningkatan mutu, loyalitas pelanggan, pemasaran digital, kolaborasi, serta perbaikan manajemen dan kapasitas produksi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-01

How to Cite

Al'aziz, M., & Vaulina, S. (2026). Strategi Pengembangan Agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery & Cake di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Pendekatan pada Business Model Canvas). Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, Dan Akuakultur, 6(2), 164–175. https://doi.org/10.25299/jaaa.2026.30155