Pemasaran Mawar Merah di Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pada Usaha Tanaman Hias Kembang Bertuah)

Authors

  • Rafika Sari
  • Fahrial Fahrial

DOI:

https://doi.org/10.25299/jaaa.2025.27185

Keywords:

pemasaran, saluran pemasaran, usaha bunga mawar

Abstract

Umur pengusaha tanaman hias kembang bertuah berumur 45 tahun, tingkat pendidikan pengusaha tanaman hias S1 (Strata 1), pengalaman berusaha 10 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga berjumlah 3 jiwa. Profil usaha tanaman hias yaitu sejarah usaha yang dirintis sejak tahun 2010, modal usaha sebesar 60 juta, dan skala usaha pengusaha tanaman hias termasuk skala usaha kecil.2. Usaha tanaman hias di Kelurahan Tangkerang Tengah memerlukan biaya untuk menjalankan usahanya dengan total biaya usaha selama 1 kali produksi adalah bunga mawar sebesar Rp.13.374.217/bulan. Pendapatan kotor yang diperoleh dalam usaha ini bunga mawar sebesar Rp.9.000.000/bulan. Efisiensi usaha tanaman hias (Return Cost Ratio) adalah bunga mawar sebesar 1,49, yang artinya setiap Rp.1.000 biaya yang dikeluarkan untuk usaha tanaman hias. Berdasarkan kriteria penilaian RCR, maka usaha tanaman hias kembang bertuah di Kelurahan Tangkerang Tengah sudah efisien dan layak untuk dikembangkan. 3.Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran tanaman hias kembang bertuah yaitu terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran I: pengusaha → konsumen, dan saluran II: pengusaha → pedagang pengecer → konsumen dan fungsi-fungsi pemasaran yang digunakan pengusaha tanaman hias kembang bertuah yaitu fungsi pertukaran meliputi pembelian dan penjualan, fungsi fisik meliputi penyimpanan dan pengangkutan, dan fungsi fasilitas meliputi standarisasi dan pengolahan mutu, pembiayaan, penanggungan resiko dan informasi pasar. 4.Rata-rata total biaya pemasaran tanaman hias yang digunakan pada saluran I bunga mawar sebesar Rp.140.000/polybag dan pada saluran II bunga mawar sebesar Rp.257,15/polybag. Total margin pada saluran II sebesar Rp.33.000/polybag. Keuntungan      pemasaran        pada     saluran I           yakni    bunga mawar sebesar Rp.140.000/polybag dengan farmer’s share sebesar 100.00 %. Sedangkan pada saluran II yakni bunga mawar sebesar Rp.10.742,85/polybag dengan farmer’s share sebesar 54,17 %. Nilai efisiensi pemasaran tanaman hias pada saluran II yaitu bunga mawar sebesar 1,07 dan pada saluran I yaitu bunga mawar sebesar 1,08%. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat dikatakan bahwa saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran II. Hal ini dikarenakan biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh saluran pemasaran II lebih kecil debandingkan dengan saluran pemasaran I.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-02-01

How to Cite

Sari, R., & Fahrial, F. (2026). Pemasaran Mawar Merah di Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pada Usaha Tanaman Hias Kembang Bertuah). Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, Dan Akuakultur, 5(1), `10–21. https://doi.org/10.25299/jaaa.2025.27185