HUKUM BIOTEKNOLOGI MODERN DAN REKAYASA GENETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM

Authors

  • Puti Mayang Seruni Universitas Islam Riau
  • Yusri Munaf Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/dlr.2024.20041

Keywords:

Biotechnology, Genetic Engineering, Philosophy of Islamic Law

Abstract

Abstract

Modern biotechnology practice in cattle development, food production, and human genetic engineering (organ transplantation and cloning) have advanced rapidly. The purpose of this study is to discover the philosophy of legal principles in Islam and genetic engineering (in food and in humans) in Islamic legal philosophy perspective. The type of research used by the author is normative legal research with an Islamic legal philosophy approach. The results of this study are first, the determination of the legal basis of a case in Islamic law using taklifi law (wajib, sunnah, mubah, makruh and haram). The determination of the law of a case according to Islamic law is based on the Qur'an, Hadith, Ijma' and Qiyas. Biotechnology in food is fundamentally mubah (permissible), and its products are halal if they do not cause harm to customers or the environment, and are not inserted with banned materials and human DNA in the process. Meanwhile, in terms of biotechnology and genetic engineering (cloning and organ transplantation) in human have been still reaps debate among scholars. Cloning in humans (connected to reproduction) is prohibited because it contradicts human nature, which they must take care of their descendants. Meanwhile, scholars continue to discuss about human law of organ transplantation. However, according to MUI Fatwa Number 13 of 2019, organ transplantation in humans is authorized under certain conditions, one of which is that it is justified by Sharia Islam, hence transplantation of human organs for "outside of Sharia reasons" is prohibited.

Keywords: Biotechnology; Genetic Engineering; Philosophy of Islamic Law.

Abstrak

Praktik bioteknologi modern di bidang pengembangan ternak, pangan maupun rekayasa genetik manusia (transplantasi organ dan kloning) telah mengalami perkembangan pesat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui filosofi kaidah hukum dalam Islam dan seperti apa pandangan filsafat hukum islam terhadap rekayasa genetik (pada bahan pangan dan pada manusia). Jenis penelitian yang penulis gunakan ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan filsafat hukum islam. Hasil penelitian ini adalah pertama, penentuan dasar hukum suatu perkara dalam hukum islam menggunakan hukum taklifi (wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram). Adapun penentuan hukum dari suatu perkara menurut hukum islam bersumber pada Al-Qur’an, Hadist, Ijma’ dan juga Qiyas. Kedua, bioteknologi pada pangan pada dasarnya dibolehkan (mubah) dan produknya adalah halal apabila tidak mendatangkan kerugian bagi konsumen, dampak lingkungan serta tidak disisipkan unsur yang haram dan DNA manusia dalam prosesnya. Sementara itu, terkait bioteknologi dan rekayasa genetik pada manusia ditinjau dari kloning dan transplantasi organ. Kloning pada manusia (berhubungan dengan reproduksi) hukumnya haram, karena tidak sesuai dengan fitrah manusia yang harus menjaga keturunan. Sedangkan, transplantasi organ pada manusia masih menuai perdebatan dikalangan ulama. Akan tetapi, menurut Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2019, transplantasi organ pada manusia diperbolehkan dengan beberapa syarat tertentu salah satunya ialah dibenarkan oleh syariat Islam, sehingga transplantasi organ tubuh manusia dengan alasan “diluar alasan syariah” hukumnya adalah haram.

Kata Kunci: Bioteknologi; Rekayasa Genetik; Filsafat Hukum Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Nurhayati. “Section Articles Perkembangan Teknologi Di Bidang Produksi Pangan Dan Obat-Obatan Serta Hak-Hak Konsumen.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 16, no. 3 (2009). https://doi.org/https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss3.art7.

Arrofiq, Muhammad Ilham. “Rekayasa Genetika Tanaman Pangan Dalam Pandangan Islam.” An Nahdhoh: Jurnal Kajian Islam Aswaja 2, no. 2 (2022).

Ash-Shiddieqy, Hasbi. Pengantar Ilmu Fiqh. Jakarta: Bulan Bintang, 1993.

Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam Wa Adillatuhu (Jilid 1): Pengantar Ilmu Fiqih, Tokoh-Tokoh Madzhab Fiqih Niat, Thaharah, Shalat. Edited by dkk Abdul Hayyie al-Kattani. Edisi 1. Jakarta: Gema Insani, n.d.

Batrisyia, Briana, and Imam Haryanto. “Analisis Regulasi Pada Tanaman Transgenik Dalam Perlindungan Varietas Tanaman Bagi Pemulia Tanaman.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v6i3.7433.

Fakhri, Jamal. “Sains Dan Teknologi Dalam Al-Qur’an Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran.” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 1 (2010). https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.19109/td.v15i01.

Faridah, Hayun Durrotul. “Halal-Kah Produk Bioteknologi GMO Hasil Rekayasa Genetika?” Pusat Halal Universitas Airlangga, 2018. https://halal.unair.ac.id/blog/2018/10/24/halal-kah-produk-bioteknologi-gmo-genetically-modified-organism-hasil-rekayasa-genetika/.

Hanafi, H. “Teologi Penciptaan Perempuan: Rekonstruksi Penafsiran Menuju Kesetaraan Gender.” Buana Gender: Jurnal Studi Gender Dan Anak 1, no. 2 (2016). https://doi.org/https://doi.org/10.22515/bg.v1i2.408.

Herlina, Lenny. “Pangan Rekayasa Genetika: Perspektif Kesehatan, Hukum Negara Dan Agama.” Pendidikan Dan Sosial Budaya 2, no. 2 (2022). https://doi.org/10.58578/yasin.v2i2.362.

Koto, Alaiddin. Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

———. Ilmu Fiqh Dan Ushul Fiqh. Depok: Raja Grafindo Persada, 2018.

Mahdewi, Risa, and Desia Rakhma Banjarani. “Food Safety of Genetically Modified Organism According to International Law and It’s Implementation in Indonesia.” Lampung Journal of International Law (LaJIL) 2, no. 1 (2020). https://doi.org/https://doi.org/10.25041/lajil.v2i1.2031.

Nasution, Muhammad Syukri Albani. Filsafat Hukum Islam. Depok: Raja Grafindo Persada, 2013.

Nurhakim, Amien. “Bagaimana Nabi Memandang Kemajuan Sains Dan Teknologi?” NU Online, 2023. https://islam.nu.or.id/ilmu-hadits/bagaimana-nabi-memandang-kemajuan-sains-dan-teknologi-jqKZN.

Praja, Juhaya S. Filsafat Hukum Islam. Bandung: Pusat Penerbitan LPPM Universitas Islam Bandung, 1995.

Rahmayumita, Restesa. “Rekayasa Genetika Ditinjau Dari Segi Etika Dan Moral Dalam Kajian Human Cloning.” Jurnal Ilmiah Multi Sciences 14, no. 2 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.30599/jti.v14i2.1599.

Sutandar, Yacintha Pertiwi, and Moch Iqbal. “Rekayasa Genetika Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern.” Risalah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 8, no. 2 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i2.279.

Sutarno. “Rekayasa Genetik Dan Pekembangan Bioteknologi Di Bidang Peternakan.” Proceeding Biology Education Conference 13, no. 1 (2016).

Wakayama, Sayaka, Daiyu Ito, Erika Hayashi, Takashi Ishiuchi, and Teruhiko Wakayama. “Healthy Cloned Offspring Derived from Freeze-Dried Somatic Cells.” Nature Communications 13, no. 1 (2022). https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1038/s41467-022-31216-4.

Downloads

Published

2024-12-08

How to Cite

Puti Mayang Seruni, & Munaf, Y. (2024). HUKUM BIOTEKNOLOGI MODERN DAN REKAYASA GENETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM . Desiderata Law Review, 1(2), 124–142. https://doi.org/10.25299/dlr.2024.20041

Issue

Section

Articles