KOMUNIKASI LINGKUNGAN: UPAYA MEWUJUDKAN ARBORETUM GAMBUT SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN BENGKALIS

  • Anissa Febriani Primananda Universitas Islam Riau
  • Fatmawati Moekahar Universitas Islam Riau
  • Fitri Hardianti Universitas Islam Riau

Abstract

Arboretum Gambut merupakan salah satu PT. Pertamina RU II, Sungai Pakning yang dikelola oleh kelompok masyarakat Kampung Jawa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya lahan yang terselamatkan dari kebakaran lahan gambut di sekitar Kampung Jawa pada tahun 2013-2015. Pada dasarnya masyarakat Kampung Jawa adalah masyarakat yang berpendidikan rendah dan kurang memiliki kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan sebagai kawasan eduwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan  CSR dari PT. Pertamina RU II Sungai Pakning dalam membangun partisipasi masyarakat untuk mewujudkan Arboretum Gambut Marsawa sebagai ekowisata di Kabupaten Bengkalis dalam perspektif komunikasi lingkungan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan yang dilakukan PT Pertamina dalam program CSR dalam mewujudkan Arboretum Gambut sebagai ekowisata dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu penilaian, perencanaan, produksi, tindakan dan refleksi. Partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Arboretum Gambut sebagai ekowisata di Kabupaten Bengkalis sudah efektif, hal ini terlihat dari keterlibatan masyarakat secara sukarela dalam program-program yang mengarah pada perubahan sosial. Keempat tahapan tersebut adalah upaya edukasi, solusi komprehensif dalam mewujudkan Arboretrum Gambut sebagai Ekowisata di Kabupaten Bengkalis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hadikurnia, M. T., & Yasir. (2019). Strategi Komunikasi Lingkungan Kelompok Masyarakat Peduli Alam Sekitar (KEMPAS) dalam Mengelola Ekowisata Mangrove Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. JOM Fisip UR. Vol.6, No.2, Hal. 1-13.
Hapsari, D. R. (2016). Peran Jaringan Komunikasi dalam Gerakan Sosial untuk pelestarian Lingkungan Hidup. Jurnal Komunikasi. Vol.1, No.1, Hal. 25-36 DOI: https://doi.org/10.25008/jkiski.v1i1.33.
Hardianti, F., Kuswarno, E., & Sjafirah, N. A. (2019). NOMOPHOBIA DALAM PERSPEKTIF MEDIA, BUDAYA DAN TEKNOLOGI. Jurnal Edutech 18 (2), Hal. 182-196 DOI:https://doi.org/10.17509/e.v18i2.17134.
Haris, M., Soekmadi, R., & Arifin, H. S. (2017). Potensi Daya Tarik Ekowisata Suaka Margasatwa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 14 No.1, 39-56.
Mardikanto, T. (2014). CSR (Corporate Social Responsibility) Tanggung Jawab Sosial. Bandung: Alfabeta.
Moekahar, F., & Handayani, B. (2019). ENOMENOLOGI LITERASI MEDIA PADA REMAJA DI KOTA PEKANBARU. Jurnal Ranah Komunikasi, 3, 1-11.
Morissan. (2020). Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana.
Sudiana, N. (2019). Analisis Potensi Bahaya Kebakaran Lahan Gambut di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jurnal Alami Vol. 3 No. 2, Hal. 132-140 DOI : https://doi.org/10.29122/alami.v3i2.3711.
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Widhagdha, M. F., & Hidayat, R. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Strategi Resolusi Konflik Sosial. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. Vol.8, No.1, 82-91.
Widya, I., & Wulandari. (2019). Komunikasi Lingkungan untuk Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Mengelola Sampah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Yenrizal. (2017). Lestarikan Bumi Dengan Komunikasi Lingkungan. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Published
2022-01-18
Abstract viewed = 136 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 169 times