MOTIF BERINTERAKSI IMIGRAN ILEGAL ASAL AFGANISTAN DENGAN MASYARAKAT KOTA PEKANBARU

  • Ringgo Eldapi Universitas Riau
Keywords: Imigran Ilegal, Motif, Interaksi, Akulturasi

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui motif berinteraksi yang dilakukan imgran ilegal asal Afganistan dengan masyarakat Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi dari Alfred Shutz. Schutz menyatakan bahwa dalam penelitian fenomenologi peneliti berusaha untuk menggali pemahaman individu seseorang dalam mengkonstruksi makna serta konsep penting dalam kerangka pemahaman kita terhadap dunia yang dibentuk dalam interaksi kita dengan orang lain. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dari hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Motif yang dimiliki Imigran Ilegal asal Afganisthan berinteraksi dengan masyarakat adalah Motif Sosial, Motif Belajar serta Morif Hiburan. Motif sosial merupakan alasan yang dijadikan oleh imgran ilegal untuk berinteraksi dengan masyarakat, karena pada dasarnya sosialisasi merupakan kebutuhan dasar manusia, termasuk imigran ilegal. Motif belajar yakni ingin mengenal sesuatu yang baru baik itu tentang bahasa ataupun kebudayaan masyarakat setempat. Sedangkan motif hiburan untuk sekedar untuk membuang kejenuhan ataupun menyalurkan hobi seperti olahraga, ataupun berkeliling di tempat-tempat keramaian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bajari, Atwar, 2015. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Cushner, Kenneth & Ricahrd W. Brislin. 1996. Intercultural Interactions A Practical Guide. 2nd. California: Sage Publications.

Devito, Joseph A. 1992. Komunikasi Antarmanusia. Edisi Kelima. Jakarta: Profesional Books.

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Cetakan kesembilanbelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Griffin, EM. 2006. A First Look at Communication Theory. 6th edt. NY: McGraw Hill

Gudykunts, William B & Bella Mody. Edt. Handbook of International and Cultural Communication. 2nd edt. USA: Sage Publications.

Kuswarno, Engkus. 2009. Metode Penelitian Komunikasi, Fenomenologi, Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjadjaran.

Littlejohn, Stephen W. Karen A. Foss, editors. 2009. Encyclopedia of Communication Theory. USA: Sage Publication.

Moleong, Dr. Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. 2004. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

_______________. 2012. Cultures and Communication, An Indonesian Scholar’s Perspective. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Rahman, Mustafa Abd. 2002. Afganistan di Tengah Arus Perubahan. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara

Samovar, Larry A, Richard E. Porter, Edwin R. Mc Daniel. 2010. Komunikasi Lintas Budaya: Communication between cultures. Jakarta: Salemba Humanika.

Soeprapto, Enny. 1982 Beberapa Aspek Hukum Masalah Pengungsi, Jakarta: UNHCR.

Trijupitasari, R., & Riauan, M. A. I. (2017). Pola Komunikasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru Dalam Mensosialisasikan Bahaya HIV dan AIDS Kepada Penjaja Sex dan Gay. Jurnal Medium.

Wagiman. 2012. Hukum Pengungsi International. Jakarta: Sinar Grafika.

Warikoo, K. 2007. Afghanistan Issues and Perspectives. New Delhi: Pentagon Press.

West, Richard, Lynn H. Turner. 2010. Introducing Communication Theory: Analysis and Application 3rd ed. Jakarta: Salemba Humanika.

Widyosiswoyo, Supartono. 2004. Ilmu Budaya Dasar: Edisi revisi 2004. Bogor: Ghalia Indonesia.

Published
2020-06-22
Abstract viewed = 35 times
PDF downloaded = 20 times