Efektivitas Program Strategis Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, Dan Pembudayaan Ideologi Pancasila Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila Pada Pemuda Jawa Barat

Authors

  • Ardhan Irfan Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Ika Sartika Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Imelda Hutasoit Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.25299/jkp.2025.vol11(2).23255

Keywords:

Program Effectiveness, Socialization, Communication, Information Dissemination, Pancasila Ideology Development

Abstract

Agency for Fostering Pancasila Ideology (BPIP) is a state auxiliary body established by President Joko Widodo through Presidential Regulation Number 7 of 2018 concerning the Agency for Pancasila Ideology Education. This institution was formed in response to the government’s concern over the disappearance of Pancasila education among the younger generation after the Reform era. It has a Strategic Program focusing on Socialization, Communication, and Networking. This intensively implemented program targets various groups, including ministries/agencies, regional governments, socio-political organizations, other community components, and particularly the youth. As the nation’s future generation, youth require special attention from the government due to technological developments that make them vulnerable to transnational ideologies, such as radicalism, consumerism, liberalism, and terrorism. These concerns are documented in key BPIP documents, ranging from Policy Directions to Strategic Plans articulated through policy regulations. The researcher seeks to analyze the effectiveness of the implementation of this Strategic Program, with the research locus limited to West Java Province. Using a qualitative research design with a descriptive approach, based on information gathered through interviews, the researcher proposes three problem formulations: First, how effective is the Strategic Program for Inter-Institutional Relations, Socialization, Communication, and Networking?; Second, what are the supporting and inhibiting factors in the effectiveness of this Strategic Program?; and Third, what is the strategic plan formulation to improve the effectiveness of the Strategic Program for Inter-Institutional Relations, Socialization, Communication, and Networking? Based on the effectiveness theory proposed by Gibson (2010), which includes production, efficiency, satisfaction, adaptation, and development, the researcher concludes: First, the Strategic Program can be considered effective; Second, the inhibiting factors of the Strategic Program include difficulties in coordination with local governments, overlapping program activities, uneven budget distribution, and the absence of technical guidelines; and Third, BPIP can strengthen inter-institutional coordination and communication, ensure equal and transparent budget allocation, develop clear and standardized technical guidelines, synchronize programs among units and related institutions, enhance the capacity of implementers and data-based evaluations, and formulate region-based strategic plans.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Rozali. (1984). Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa. Jakarta: CV. Rajawali

Amin, M.M. (2015). Pendidikan Karakter Anak Bangsa. Yogyakarta: Calpulis.

Arfani, Riza Noer. (1996). Demokrasi Indonesia Kontemporer. Jakarta:Raja Grafindo Persada

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Asshiddiqie, Jimly. (2007). Ideologi Pancasila dan Konstitusi. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.

Bahar, Safroedin. (1995). Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945-22 Agustus 1945. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia

Bakry, Noor Ms. (2010). Pendidikan Pancasila, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Budimansyah, Dasim. (2008). Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan dan

Sejarahnya di Indonesia. HISTORIA:Journal of Historical Studies, IX, 1 (June 2008).

Burhan, Bungin. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: Prenada Grafindo Persada.

Cholisin. (2012). Budaya Politik Indonesia Dalam Pembelajaran PKn. Yogyakarta:UNY

Creswell, John W & J. David Creswell. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches Fifth Edition. SAGE Publications, Inc.

Danial, Endang. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Darmodihardjo D. (1978). Orientasi Singkat Pancasila. Jakarta: PT. Gita Karya Darmodihardjo, D dkk. (1996). Santiaji Pancasila Edisi Revisi. Surabaya: Usaha Nasional.

Gibson, James L. et al. (1996). Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Diterjemahkan oleh Ninuk Adriani. Jakarta: Binarupa Aksara.

Giddens, Anthony. (2017). Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas Anthony Giddens ( Hadi Purwanto (Ed.); 5th Ed.). Kreasi Wacana.

Hasim, M. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Quadra.

Hatta, Mohammad. (2015). Mohammad Hatta Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1926-1977). Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Ibn Faris bin Zakaria, Abu al-Husain. (1972). Mu’jam Maqayis al- Lughat Jilid

III. Mesir : Mustafa al- Halabi wa Syarikah.

Kaelan. (2000). Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta.

Karsadi. (2014). Pendidikan Pancasila di PerguruanTinggi, Upaya Membangun Moral Bangsa.Yogyakarta: PustakaPelajar

Kaderi, Alwi. (2015). Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Banjarmasin: Antasari Press.

Karl Marx dan Frederick Engels. (2013). Ideologi Jerman Jilid 1, Feuerbach , Diterjemahkan dari THE GERMAN IDEOLOGY, alih bahasa, Nasikhul Mutamanna, Yogyakarta: Pustaka Nusantara.

Latif, Yudi. (2011). Negara Paripurna (historisitas, rasionalitas, dan aktualitas). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Mahfud MD, Moh. (2001). Dasar dan struktur ketatanegaraan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleng, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mumpuni, A (2018). Integrasi Nilai Karakter Dalam Buku Pelajaran Analisis Konten Buku Teks Kurikulum 2013. Yogyakarta: Deepublish.

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nasution. (2003). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Nawawi. (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Notonagoro. (1975). Pancasila secara Ilmiah Populer. Jakarta: Pantjuran Tujuh Notosusanto, Nugroho. (1981). Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara. PN Jakarta: Balai Pustaka

Poerwadarminta, W.J.S. (1996). Kamus Besar Bahasa Indoneisa. Jakarata: PN Balai Pustaka

Ruppert Woodfin dan Oscar Zarate. (2008). Mengenal Marxisme, Yogyakarta: Resist Book.

Ruyadi, Y. (2003). Buku Tugas Belajar Mandiri Pendidikan Pancasila. Bandung: CV. Maulana.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Srijanti dan Rahman A, dkk. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Suny, Ismail. (1983). Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Jakarta: Aksara Baru.

Sutedi, Adrian. ( 2009). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika

Sutrisno, Slamet. (2006).”Filsafat dan Ideologi Pancasila”.Yogyakarta: Penerbit Andi.

Zulkifli, Suleman. (2010). Demokrasi Untuk Indonesia, Pemikiran Politik Bung Hatta. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara

Abi, A.R. (2017). Paradigma Membangun Generasi Emas Indonesia Tahun 2045. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 86.

Achmad Mobarok, MA, Prof.Dr. (2008). Aktualisasi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa. Neliti.

Anjar, A., Adi, P. N., Siregar, M., Siregar, Z. A., & Sepriani, Y. (2020). Civic Education Teachers’ Response to The Establishment of Pancasila Ideology Agency (BPIP). MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 36(1), 12–20. https://doi.org/10.29313/mimbar.v36i1.4794

Arif, S. (2018). Pola Pembinaan dan Pendidikan Pancasila Komparasi Orde Lama, Orde Baru, dan Pasca Reformasi. Prisma, 26(1), 59–72.

BPIP. (2020). Matrik Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan Tahun 2020 | 1 Matrik Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan Tahun 2020 | 2 (Issue 1).

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. (2023). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Deputi I. BPIP.

---. Laporan Triwulan I dan II Capaian Program dan Kegiatan Tahun 2024. BPIP.

---. Laporan Realisasi SP2D Tahun Anggaran 2024. BPIP.

Darmawan. (2018). Tesis Revitalisasi Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bermasyarakat di Era Globalisasi.

Dewi, S., & Utama, A. S. (2018). Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Serta Perkembangan Ideologi Pancasila Pada Masa Orde Lama, Orde Baru Dan Era Reformasi Sandra. 1(69), 5–24.

Muttaqin, Labib. (2018). Tesis Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Dalam Perspektif Lembaga Non Struktural dan Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia (Studi Perubahan Kelembagaan Unit Kerja Presiden Pembinaan Kelembagaan Ideologi Pancasila Menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).

Nursin. (2020). Tesis Strategi Penanaman Ideologi Kebangsaan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Mataram Ilir Seputih Surabaya Lampung Tengah.

Downloads

Published

2025-06-19

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)