PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI ANAK USIA DINI

  • Sustikasari Sustikasari STIT Dar Aswaja Rokan Hilir, Riau

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of early childhood problems caused by low self-concept. Self-concept is a person's perspective, including understanding, assessment, and expectations of himself regarding both physical, psychological, and social self. Self-concept can form the cognitive structure of students to do something either take positive actions or take negative actions. Students who have a positive self-concept show good achievement in school, or high-achieving students in schools have high self-ratings and show positive interpersonal relationships. Students are able to determine realistic learning achievement targets and direct academic anxiety with hard and diligent learning, and student activities are always directed at learning, and not dependent on the teacher.

References

Abkin. 2007. Pemetaan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Ahmadi, Abu & Rohani, Ahmad. 1991. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: PT. Paragonatama Jaya.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka Cipta
Burns, R.B. 1979. The Self Concept in Theory, Measurment, Develpoment and Behavior. London: Longman Company.
________. 1993. Konsep Diri (Teori Pengukuran, Perkembangan dan Perilaku). Jakarta: Arcan.
Calhoun, & Acocella, dkk. 1995. Psikologi tentang Penyesuaian Diri: Hubungan dan Kemanusiaan. Semarang: MIP Semarang Press
David, G. Myers. 1996. Social Psychology: Fifth Edition. New York: McGraw-Hill.
Dennis, M 2006. Developmental psycho logy for Teachers: An Applied Approach. Australia: Allen & Unwin.
Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Djaali, H. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Famelia, P. 2006. Konsep diri positif, Menentukan Prestasi Anak. Yogyakarta: Kanisius.
Ferla, J.et al., 2009. Academic self-efficacy and Academic self-cncept: reconsidering structural Relationships. Learning and Individual Differences. 19, 2009, 499-505.
Furqon. 2004. Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alpabeta.
Gooden, P. 2009. When Juvenile Deliquency Enhances the Self-Concept: The Role of Race and Academic Performance. Columbus, Ohio, USA. Vol. 18, No. 3.
Huang. 2011. “Self-concept and academic acheivement: a meta-analysis of longitudinal relations,” Journal of School Psychology, Vol. 49, No. 5.
Hurlock, B. 1980. Development Psychologi: A life Span Approach. Alih bahasa. (1997). Istiwidayanti dan Soedjarwo. Psikologi Perkembangan: Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Jhon, Hattie. 1992. Self-Concept. London: The University of Western Australia.
McGrew, K. 2008. Academic Self-Concept: Definition and Conceptual Backgroud. [Online]. http://www.iapsych.co/Academicself-concept.html [7 Agustus 2012]
Nicholas and Kristin. 2012. Exploring Self-Concept for Students with Emotional and/or Behavioral Disorders as They Transition from Elementary to Middle School and High School. Department of Educational Psychology, University of Connecticut, Storrs, CT 06269, USA. http://dx.doi.org/10.1155/2012/871984
Nurihsan, A. Juntika. 2006. Bimbingan & Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
___________., dan Sudianto. A. 2005. Manajemen Bimbingan & Konseling di SMA Kurkulum 2004. Jakarta: PT. Gramedia.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Pendidikan dan PP RI Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan. Jakarta: CV. Pustaka Mandiri
Prayitno. 1997. Layanan Bimbingan dan Konseling (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia.
_______ dan Amti. E. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Pudjijogyanti. 1995. Konsep Diri dalam Pendidikan. Jakarta: Arcan Penerbit Umum.
Rachmayanti. 2010. Efektifitas Bimbingan dan Konseling Kelompok Tugas dan Diskusi dalam Mengembangkan Konsep Diri Siswa. Tesis. Jurusan BK UPI Bandung. [Online]. http://repository.-upi.edu
Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Robert, Baron & Donn, Byrne. 2003. Psikologi Sosial: Edisi Kesepuluh. Jakarta: Erlangga
Santrock, J.W. 1995. Live Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Terjemahan.Jilid 1. Alih Bahasa: Chusairi, A., Damanik, J. Erlangga: Jakarta
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Ungar and Teram. 2005. “Drifting Toward Mental Health: High-Risk Adolescents and The Process of Empowerment,” Youth and Society, Vol. 32, No. 2. View at Scopus.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Universitas Pendidikan Indonesia. 2013. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI
Winkel & Hastuti, MW. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
___________. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Yusuf, Syamsu. 2009. Program Bimbingan & Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi Press.
______________. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Published
2018-10-30
How to Cite
SUSTIKASARI, Sustikasari. PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI ANAK USIA DINI. Generasi Emas, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 168-190, oct. 2018. ISSN 2620-5270. Available at: <http://journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/view/2569>. Date accessed: 19 july 2019.