KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIS SISWA SMA DALAM MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BARISAN DAN DERET

  • Uswatun Khasanah Universitas Riau
  • Nahor Murani Hutapea Universitas Riau
  • Zulkarnain Zulkarnain Universitas Riau
Keywords: Discovery Learning, Komunikasi Matematis, Keaktifan Belajar, Barisan dan Deret.

Abstract

Kemampuan komunikasi dan keaktifan belajar matematis siswa dapat dikembangkan dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi dan kurangnya keaktifan belajar matematis siswa. Padahal kemampuan komunikasi matematis, keaktifan belajar matematis tercantum dalam tujuan pembelajaran matematika tingkat sekolah menengah pada kurikulum 2013 dan Discovery Learning adalah salah satu model pembelajaran yang di sarankan dalam mengimplementasikan kurikulum 2103. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui peningkatkan kemampuan komunikasi dan keaktifan belajar matematis siswa di tinjau dari sekolah dengan kategori level tinggi, sedang, rendah dan secara keseluruhan sekota Pekanbaru. Mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi dan keaktifan belajar matematis siswa di sekolah dengan kategori level tinggi, sedang dan rendah. Mengetahui keterkaitan antara kemampuan komunikasi dan keaktifan belajar matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi-eksperimen dengan populasi SMAN Se-Kota Pekanbaru dengan sampel penelitian SMAN 4 sebagai sekolah level tinggi, SMAN 15 sebagai sekolah level sedang dan SMAN 12 sebagai sekolah level rendah. Data diperoleh dari hasil tes tertulis terhadap kemmapuan komunikasi matematis, angket keaktifan belajar matematis dan lembar observasi. Artikel ini merupakan rancanagn penelitian sehingga belum memperoleh hasil. Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan keaktifan belajar matematis siswa. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angraini, L, M. (2013). Pengaruh Concept Attainment Model terhadap Kemampuan Komunikasi dan Berpikir Kritis Serta Disposisi Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa PGMI (Kuasi-Eksperimen pada Mahasiswa PGMI UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta). (Tesis) Pendidikan Matematika UPI Bandung : Tidak Diterbitkan.
Dina, A., Mawarsari, VD., Suprapto, R. (2015). Implementasi Kurikulum 2013 pada Perangkat Pembelajaran Model Discovery Learning Pendekatan Scientific Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Geometri SMK. 2 (1), hlm. 22-31.
Doly, M. (2015). Penerapan Strategi Instant Assessment untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Siswa SMP Al Hidayah Medan T.P 2013/2014, 1 (1), hlm. 1-16.
Fauzia, T., A., Juandi, D., Purniati, T. (2017). Desain Didaktis Konsep Barisan dan Deret Aritmatika pada Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Atas, 1 (1), hlm. 1-10.
Kadir. (2010). Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Potensi Pesisir sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik, Komunikasi Matematik dan Keterampilan Sosial Siswa SMP. Disertasi pada SPs UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Kementrian Pendidikan dan Budaya. (2013). Model Pembelajaran Peenemuan (Discovery Learning). Jakarta: Kemendikbud.
Kementrian Pendidikan dan Budaya. (2014). Peraturan Kementrian pendidikan dan Budaya No. 103. Jakarta: Kemendikbud.
Kementrian Pendidikan dan Budaya. (2016). Peraturan Kementrian pendidikan dan Budaya No. 21. Jakarta: Kemendikbud.
Kodirun, , Busnawir, Viktor, EB. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Lesson Study Dalam Upaya Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Kelas X Mipa-3 Sma Negeri 5 Kendari, 7 (2), hlm. 93-104.
Minarti, E. D. (2012). Penerapan model pembelajaran generatif
(generatif learning) untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa SMP. (Tesis). Pendidikan Matematika UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Mulyana, T. (2008). Pembelajaran Analitik Sintetik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi pada SPs UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Nurdin, E. (2012). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis siswa melalui pendekatan pembelajaran visual thinking: kuasi-eksperimen pada siswa salah satu MTs negeri di tembilahan. (Tesis) Pendidikan Matematika UPI Bandung : Tidak Diterbitkan.
Risna. (2011). Perbedaan peningkatan penalaran dan komunikasi siswa MTsN kota Medan antara yang diajar melalui pendekatan problem posing secara kelompok dan individu. Di akses dari http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Master-22908-0809715008%20Bab%20I.pdf. [27 November 2014].
Rohmawati, S., Muncarno, Mugiadi. (2014). Penerapan Metode Guided Discovery Learning untuk Meningkatakan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa, Naskah Publikasi.
Salo, YA. (2016). Pengaruh Metode Discovery Learning Terhadap Keaktifan Belajar Siswa (Studi Quasi Eksperimen Kelas VII SMPN 6 Banda Aceh). Hlm. 297-304.
Sari, DP., Rahardi, R. (2013). Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Ips 2 SMA Negeri 1 turen pada Pokok Bahasan Turunandengan Pembelajaran Kooperatif Tipeteams Games Turnament (TGT), Naskah Publikasi.
Shadiq, F. (2009). Apa dan mengapa matematika begitu penting?. Di akses dari https://fadjarp3g.files.wordpress.com/2009/10/09-apamat_limas_.pdf. [27 November 2014]
Sugiyono. (2006). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Edisi ke-6. Bandung: Alfabeta.
Suherman, E., dkk. (2008). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. JICA: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumarmo, U., dkk. (2017). Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa. Bandung: PT Refika Aditama.
Uno, B. H. (2008). Model pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Widyatari, R. (2017). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Barisan Dan Deret Ditinjau Dari Komunikasi Matematika, Naskah Publikasi, hlm. 1-14.
Published
2019-04-06
Abstract viewed = 1 times
PDF downloaded = 0 times