PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBASIS SOFT SKILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDY PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

  • Feri Haryati Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Keywords: pendekatan metakognitif berbasi soft skill, kemampuan komunikasi matematis mahasiswa.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dengan pembelajaran dengan pendekatan metakognitif berbasis soft skill. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester enam  pendidikan matematika UMSU tahun ajaran 2014/2015, dengan menggunakan dua kelas yang telah ditentukan. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan metakognitif berbasis soft skill sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian, angket, lembar observasi dan pedoman interview. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes  awal  dan  akhir untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Kesimpulan diambil berdasarkan hasil pengolahan dan anlasis data menggunakan uji T-test dengan bantuan program Microsoft Excel dan program SPSS 17. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Metakognitif berbasis soft skill lebih baik daripada mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, Suharsimi. (2007). Prosedur Penelitian (edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Elfindri.et al.(2011) Soft Skilluntuk Pendidikan. Jakarta: Baduose Media.
Fauzi. A. (2011). Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa dengan Pendekatan Pembelajaran Metakognitif di Sekolah Menengah Pertama. Disertasi pada PPS UPI: Tidak diterbitkan.
Goos, M. (1995).Metacognitive Knowledge, Belief, and Classroom Mathematics. Eighteen Annual Conference of The Mathematics Education Research Group of Australasia, Darwin, July 7-10 1995.
Hake, R.R. (1999). Analyzing Change/ Gain Scores. [Online]. Tersedia: http://www.physics.indiana.edu/∼sdi/Analyzingchange-Gain.pdf. (10 September 2010).
Haryati, Feri. (2012). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemandirian Belajar Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif Berbasis Soft Skill. Tesis pada PPs UPI: Tidak diterbitkan
Kusumah, Y.S & Suherman, E. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Presiden RI.(2013).Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2013 TentangStandar Nasional Pendidikan Tinggi
Noornia, Anton. (2011). Cooperative Learning with Metacognitive Approach Ton Enhance Mathematical Critical Thinking And Probelem Solving Ability And the Relation To Self Regulated Learning. Jurnal International Seminar and the 4th NationalConference on Mathematics Education. Juni 2011
Novaliyosi. (2011).Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Investigasi. Tesis pada SPs UPI: Tidak diterbitkan.
Presiden RI .(2013). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Ruseffendi, E.T. (2005). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan & Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.
Rusmini. (2007). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Program Cabri Geometri. Tesis pada SPs UPI: Tidak diterbitkan.
Schneider, W. & Artelt, C. (2010). Metacognition and mathematics education. ZDM -The International Journal on Mathematics Education 42(2): 149–161.
Published
2019-04-02
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times