Evaluasi Kapasitas Elemen Struktur Eksisting Food Court Untuk Perencanaan Cinemaxx Mal Pekanbaru

Evaluation of Existing Food Court Structural Capacity for Cinemaxx Renovation Desain in Mal Pekanbaru

  • Rony Ardiansyah Universitas Islam Riau
Keywords: Kapasitas, defleksi, beban hidup, momen

Abstract

[ID] Evaluasi Kapasitas Struktur Eksisting Area Food Court seluas 1024m2 yang dialihfungsikan sebagai Cinemaxx. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kapasitas izin dari elemen struktur eksisting pada elemen balok dan pelat lantai dengan memberikan beban hidup beragam. Struktur dimodelkan dengan menggunakan bantuan program ETABS 2015 untuk menganalisis gaya dalam pada elemen balok. Sedangkan untuk menganalisis gaya dalam pada elemen pelat menggunakan bantuan program SAP 2015. Adapun area yang ditinjau pada evaluasi ini yaitu pelat lantai-3 As-J s/d As-R dan As-2 s/d As-5. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelat lantai eksisting pada bentang X dengan dan tanpa memperhitungkan defleksi balok, dinyatakan aman (OK) untuk beban hidup 400 & 500 kg/m2, untuk beban hidup 600 kg/m2 dinyatakan KRITIS dan untuk beban hidup 700 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK). Pada pelat lantai, pelat bentang Y hanya beban hidup 400 kg/m2 yang dinyatakan aman (OK), beban hidup 500 kg/m2 dinyatakan KRITIS, dan beban hidup 600 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK). Pelat lantai tanpa memperhitungkan pengaruh defleksi dari balok sekelilingnya atau dengan asumsi pelat sebagai beban, untuk semua beban hidup nya mulai dari 400, 500 dan 600 kg/m2 dinyatakan aman (OK). Momen lentur balok induk 350 x 650 pada tumpuan dinyatakan aman (OK) untuk semua beban hidup mulai dari 500 kg/m2 s/d 800 kg/m2. Sedangkan area lapangan dinyatakan (OK) untuk beban hidup 500 & 600 kg/m2; untuk beban hidup 700 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK).

[EN] The evaluation of existing food court structural capacity with area size 1024m2 planned to be transformed to Cinemax. This research is purposed to determine permit capacity of existing structural elements on the beam and slab elements by providing various live loads. The structure is modeled using the ETABS 2015 program to analyze the internal forces on the beam elements. Then to analyze forces within slabs structures were modeled using the SAP 2015. The area covered in this evaluation is the floor slab-3 column centre J-R, and 2-5. The evaluation show for floor slab case in x-axis span, ignoring deflection of the beam, in response to 400 - 500 kg/m2 live load is considered to be safe (OK), 600 kg/m2 live load is considered to be critical, 700 kg/m2 live load is cosidered to be unsafe (NO-OK). In y-axis span, in response to 400 kg/m2 live load, it is considered safe (OK), 500 kg/m2 live load is considered critical, 600 kg/m2 live load is considered unsafe (NO-OK). All slabs assumed as its sole load without putting beam deflection into equation are considered safe in response to 500 - 600 kg/m2 live load. For main beams case (350x650), bending moment in support section is considered to be safe (OK) in all case of live load ranging from 500 - 800 kg/m2. While bending moment in midspan section, in response to 500-600 kg/m2 live load is considered to be safe (OK), 700 kg/m2 live load is considered to be unsafe (NO-OK).

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Subrianto, Puryanto and F. Fadhila, “Evaluasi Kapasitas Penampang Kolom Beton Bertulang Menggunakan Diagram Interaksi,” PILAR J. Tek. SIPIL, vol. Vol.15 No., pp. 12–18, 2020.

S. N. Indonesia and B. S. Nasional, “Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain,” Bandung Badan Stand. Indones., p. 196, 2013, doi: 10.1103/PhysRevB.81.115316.

2847:2013 SNI, “Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung,” Bandung Badan Stand. Indones., pp. 1–265, 2013.

B. S. Nasional, “Baja tulangan beton (SNI 2052:2017),” Standar Nas. Indones., p. 15, 2017.

George Winter and Arthur H. Nilson, Perencanaan Struktur Beton Bertulang. Jakarta: PT. Pradnya Paramita, 1993.

Phil M . Ferguson and Henry J. Cowan, Reinforced Concrete Fundamentals SI Version, Fourth Edi. Texas, 1981.

Ardiansyah Rony, “Beton Mutu Yang Lebih Tinggi Sangat Mempengaruhi Kekuatan Dan Efisiensi Biaya Komponen Struktur Beton Bertulang,” 2020. [Online]. Available: https://ronymedia.wordpress.com/2020/04/11/.

Ardiansyah Rony, “Cracks Pasca Konstruksi,” 2010. [Online]. Available: https://ronymedia.wordpress.com/2010/05/20/cracks-pasca-konstruksi/.

Ardiansyah Rony, “Perbedaan Nilai Karestristik K Dan Mpa Pada Beton.” [Online]. Available: https://wordpress.com/page/ronymedia.wordpress.com/2150.

Hendra Susanto & Hediana Makmur, Auditing Proyek-Proyek Konstruksi. Yogyakarta: ANDI, 2013.

Ferdinand L Singer and Andrew Pytel, Kekuatan Bahan (Teori Kokoh-Strength of Materials). Jakarta: Erlangga, 1981.

Rudolph Szilard, Teori dan Analisis Pelat Metode Klasik dan Numerik. Jakarta: Erlangga, 1989.

Daniel L. Schodek, Struktur. Bandung: PT Eresco, 1991.

Tri Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi Offset, 2004.

Widodo Pawirodikromo, Analisis Tegangan Bahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar (Anggota IKAPI), 2014.

Wolfgang Schueller, Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi ( High Rise Building Structures). Jakarta: PT. Eresco-Anggota IKAPI, 1989.

Jimmy S. Juana, Panduan Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka utama anggota IKAPI, 2001.

Dipohusodo Istimawan, Analisis struktur Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 2005.

Sjafei Amri, Teknologi Audit Forensik Repair Dan Retrofit Untuk Rumah & Bangunan Gedung. Jakarta: Yayasan John Hi-Tech Idetama, 2006.

B. S. Nasional, “SNI 03-2847:2019 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Dan Penjelasan Sebagai Revisi Dari Standar Nasional Indonesia 2847 : 2013,” Badan Standarisasi Nas., no. 8, pp. 1–695, 2019.

Published
2020-10-30
Section
Articles
Abstract viewed = 148 times
PDF downloaded = 0 times