Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi dengan Memanfaatkan Fly Ash dan Bubuk Kaca Sebagai Bahan Pengisi

High Quality Concrete Compressive Strength by Using Fly Ash and Glass Powder as Filler

  • Siska Apriwelni Institut Teknolgi Sumatera
  • Nugraha Bintang Wirawan Insititut Teknologi Sumatera
Keywords: beton mutu tinggi, fly ash, serbuk kaca, kuat tekan

Abstract

(ID)

Penelitian ini membahas pengaruh kuat tekan beton mutu tinggi dengan memanfaatkan limbah fly ash dan limbah kaca. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton pada masing-masing variasi, mengetahui persentase campuran beton untuk menghasilkan kuat tekan maksimum, dan mengetahui apakah fly ash dan serbuk kaca efektif digunakan secara bersamaan sebagai bahan campuran beton. Komposisi fly ash terdiri dari 5 variasi yaitu persentase 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Sedangkan untuk komposisi serbuk kaca terdiri dari 2 variasi yaitu persentase 5% dan 10%. Jumlah benda uji 30 buah silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan 3 benda uji untuk setiap variasi. Perencanaan campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000 yang dimodifikasi. Pengujian kuat tekan diuji pada umur beton 28 hari. Beton dengan fly ash 0% dan serbuk kaca 10% memiliki kuat tekan paling tinggi dibandingkan dengan beton dengan tambahan fly ash, yaitu 46,77%. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya jumlah persentase serbuk kaca yang digunakan menunjukkan bahwa kuat tekan beton semakin bertambah juga. Penambahan fly ash pada campuran beton mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Pada variasi fly ash 0% memiliki kuat tekan tertinggi baik pada saat campuran serbuk kaca 5%dan 10%. Variasi fly ash 15% adalah kondisi optimum campuran beton dengan kuat tekan beton yaitu 43,31 Mpa. Kedua limbah ini dapat dikombinasikan dan dimanfaatkan dengan baik dan digunakan dalam pembuatan beton mutu tinggi.

(EN)

This study discusses the effect of high quality concrete by utilizing fly ash and glass waste. The purpose of this study is to determine the compressive strength of concrete in each variation, to determine the contribution of concrete to produce compressive strength, and to find out that fly ash and glass powder are effectively used in full as a concrete admixture. Fly ash composition consists of 5 variations, namely the percentage of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. While for the composition of glass powder consists of 2 variations, namely the percentage of 5% and 10%. The number of specimens is 30 cylinders with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm with 3 specimens for each variation. Concrete mixture planning using SNI 03-2834-2000 was developed. Compressive strength testing on concrete age 28 days. Concrete with 0% fly ash and 10% glass powder have the highest compressive strength compared to concrete with additional fly ash, which is 46.77%. In addition, it can increase the amount of glass powder addition that is used to show the concrete compressive strength is increasing as well. The addition of fly ash in the concrete mixture has an effect on the compressive strength of the concrete produced. In the variation of 0% fly ash has the highest compressive strength when the glass powder mixture of 5% and 10%. The 15% fly ash variation is the optimal concrete mixture with compressive strength of 43.31 MPa. These two wastes can be combined and utilized properly and are used in making high quality concrete.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

M. Ervianto, F. Saleh, and H. Prayuda, “Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Bahan Tambah Abut Terbang (Fly Ash) Dan Zat Adiktif (Bestmittel),” Sinergi, vol. 20, no. 3, p. 199, 2016, doi: 10.22441/sinergi.2016.3.005.

E. Luga and C. D. Atiş, “Strength properties of slag/fly ash blends activated with sodium metasilicate and sodium hydroxide+silica fume,” Period. Polytech. Civ. Eng., vol. 60, no. 2, pp. 223–228, 2016, doi: 10.3311/PPci.8270.

Almufid, “Beton Mutu Tinggi dengan bahan Tambahan,” J. Fondasi, vol. 4, no. 2, pp. 81–87, 2015.

A. S. Srie Gunarti, A. Suhartini, and A. Hasan, “Pengaruh Penambahan Tumbukan Limbah Botol Kaca Sebagai Bahan Subtitusi Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton,” Bentang, vol. 2, no. 1, p. 262529, 2014.

B. Herbudiman and ; Chandra Januar, “PEMANFAATAN SERBUK KACA SEBAGAI POWDER PADA SELF-COMPACTING CONCRETE,” Bandung, no. November, pp. 17–18, 2011.

R. Mamangkey, “Kajian Laboratorium Sifat Fisik Agregat Yang Mempengaruhi Nilai Vma Pada Campuran Beraspal Panas Hrs-Wc,” J. Sipil Statik, vol. 1, no. 3, pp. 196–201, 2013.

B. S. Nasional, “SNI 2531:2015 Metode uji densitas semen hidraulis (ASTM C 188-95 (2003), MOD),” Bandung, vol. 95, no. 2003, p. 14, 2015, [Online]. Available: http://infolpk.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/22224.

B. S. Nasional, “SNI 03-1971-1990: Metode pengujian kadar air agregat,” Bandung, pp. 1–13, 1990.

B. S. Nasional, “Sni 03-1969-1990 : Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Airagregat Kasar,” Bandung, pp. 2–5, 1990.

B. S. Nasional, “Sni 03-1968-1990 : Metode pengujian analisis saringan Agregat halus dan kasar,” Bandung, pp. 1–5, 1990, [Online]. Available: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-slamet-widodo-st-mt/sni-03-1968-1990.pdf.

B. S. Nasional, “SNI.03-4804-1998 : Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat,” Bandung, pp. 1–6, 1998.

B. S. Nasional, “SNI 03-1970-1990 : Metode Pengujian Berat Jenis dan penyerapan air agregat halus,” Bandung, pp. 1–17, 1990.

B. S. Nasional, “SNI 2816 Metode Uji Bahan Organik dalam Agregat Halus untuk Beton,” Bandung, p. 10, 2014, doi: 10.1109/CDC.2006.377159.

B. S. Nasional, “SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal,” Bandung, pp. 1–34, 2000.

H. Mallisa, “Pengaruh Lamanya Pengadukan Terhadap Nilai Slump Dan Kandungan Udara Campuran Beton,” J. Smartek, vol. 6, no. 2, pp. 80–87, 2008.

B. S. Nasional, “SNI 03-1972-2008v: Cara Uji Slump Beton,” Bandung, 2008.

A. C. Institute, “ACI 308R-01 R08 Guide to Curing Concrete,” Am. Concr. Inst., p. 31, 2008.

A. S. for T. Materials, “ASTM C150 / C150M-19a Standard Specification for Portland Cement,” Annu. B. ASTM Stand., p. 10, 2019, doi: 10.1520/C0150_C0150M-19A.

B. S. Nasional, “SNI 1974 : 2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder,” Bandung, p. 20, 2011.

Published
2020-04-29
Section
Articles
Abstract viewed = 107 times
PDF downloaded = 69 times