Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru

The Effect of Changes in Land Use on the Discharge of Drainage Channels on Jalan Arifin Ahmad on the Section Between Jalan Rambutan and the Jalan Paus in the City of Pekanbaru

  • Arie Setyawan Universitas Islam Riau
  • Anas Puri Universitas Islam Riau
  • Harmiyati Harmiyati Universitas Islam Riau
Keywords: Tata Guna Lahan, Drainase, Debit Rencana, RTRW, Intensitas Hujan

Abstract

[ID] Perkembangan kota yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadi alih fungsi lahan menjadi areal pemukiman ataupun perkantoran. Adanya perubahan fungsi lahan dari areal hijau menjadi areal pemukiman atau perkantoran mengakibatkan terganggunya daya resap tanah sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui kemampuan saluran drainase Jalan Arifin Ahmad dalam menampung debit aliran dengan pengaruh perubahan tataguna lahan dalam 10 tahun yang akan dating dan mengetahui penyebab dari tergenangnya air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepat nya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan frekuensi curah hujan menggunakan jenis uji distribusi Log-Pearson III. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode rasional. Debit rencana (Qr) berdasarkan jumlah debit hujan (Qh), debit air kotor (Qk) dan debit kiriman (QKiriman). Perubahan tata guna lahan mengacu kepada RTRW kota pekanbaru, kapasitas saluran drinase dihitung menggunakan persamaan manning, dan selanjutnya di analisa apakah saluran tersebut masih mampu menampung debit rencana 10 tahun mendatang dengan perubahan tata guna lahan yang ada. Dari hasil analisa debit rencana 10 tahun mendatang adalah 2,74 m3/detik dengan debit saluran (Qs) sebesar = 0,97 m3/detik untuk saluran tanah dan 2,34 m3/detik untuk saluran permanen, maka dapat disimpulkan bahwa saluran eksisting drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Puas Kota Pekanbaru tidak aman. Adapun dimensi saluran drainase rencana 10 tahun mendatang adalah lebar dasar saluran (B) = 3,5 m, tinggi permukaan air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan air (w) = 0,25 m, dan tinggi saluran (H) = 2 m. Faktor-faktor penyebab terjadinya genangan air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepatnya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung adalah tidak mengalirnya air dari badan jalan ke saluran drainase akibat kurang berfungsinya tali air sebagai tempat mengalirnya air hujan dari badan jalan ke saluran drainase, banyaknya sampah dan lumpur yang menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Adapun faktor utama nya adalah debit rencana aliran lebih besar dari pada debit saluran eksisting, dimana debit rencana aliran (Qr) = 2,32 m3/detik, debit saluran tanah eksisitng (Qs) = 0,97 m3/detik, dan debit saluran permanen eksisting (Qs) = 2,34 m3/detik.

[EN] The development of the city followed by the increasing number of residents in the city of Pekanbaru causing the conversion of land into residential areas or offices. The change of land function from green area to residential area or offices resulted in disturbance of soil absorption so that runoff becomes bigger.The purpose of this research is to know the ability of drainage channel Arifin Ahmad Road in accommodating flow discharge with the effect of land use change in 10 years that will come and know the cause of the water flooding on one of Arifin Ahmad Road segment right on the road between Jalan Rambutan with Jalan Pope Edge. In this research is calculated the frequency of rainfall using the type of Log-Pearson III distribution test. Rainfall intensity is calculated using rational methods. The plan debit (Qr) is based on the amount of rainfall (Qh), gross discharge (Qk) and debit of mail (QKiriman). Land use change refers to RTRW kotabaru, drainage channel capacity is calculated using the manning equation, and then analyzed whether the channel is still able to accommodate the discharge of the next 10 years plan with changes in existing land use.From the results of the next 10 years plan debit analysis is 2.74 m3 / second with the channel discharge (Qs) of 0.97 m3 / sec for the ground channel and 2.34 m3 / sec for the permanent channel, it can be concluded that the drainage existing channel Arifin Ahmad Road on the segment between Jalan Rambutan and Jalan Puas Pekanbaru is not safe. The dimensions of the drainage channel of the plan for the next 10 years are the bottom width of the channel (B) = 3.5 m, the water level (h) = 1.75 m, the water velocity (w) = 0.25 m, and the channel height (H ) = 2 m. The factors causing water puddle on one of Arifin Ahmad Road segment precisely on the road between Rambutan Street and Ujung Pope Road is not the flow of water from the road to the drainage channel due to the lack of functioning of the water line as a place of rain water flow from the road to the drainage channel , the amount of garbage and mud that causes blockage of water flow in the drainage channel. The main factor is the flow of the flow plan is greater than the existing channel discharge, where the flow of the flow plan (Qr) = 2.32 m3 / sec, the discharge of the exisiting ground channel (Qs) = 0.97 m3 / sec, and the permanent channel discharge Existing (Qs) = 2.34 m3 / sec.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standarisasi Nasional, 2005. “Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing”. SNI 03-7065-2005, Badan Standarisasi Nasional.
Bahri, Saipul, 2017. “Analisa Pengaruh Perubahan tata Guna Lahan Terhadap Kapasitas Drainase Di Jl. Arengka Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pasar Pagi Arengka)”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Islam Riau, Pekanbaru-Riau.
Direktorat Jenderal Bina Marga, 2006. “Perencanaan Sistem Drainase Jalan”. Departemen Pekerjaan Umum.
Hidayat, 2010. “Tinjauan Perencanaan Saluran Drainase Jalan Jati Kelurahan Tangkerang Utara Kota Pekanbaru-Riau”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Islam Riau, Pekanbaru-Riau.
Muslim, 2012. “Studi Perencanaan Sistem Drainase Jalan Terminal Mayang Terurai Kota Pekanbaru”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Riau, Pekanbaru-Riau.
Prima, Gama, 2015. “Kajian Kapasitas Saluran Pada Sistem Jaringan Drainase Untuk Mengatasi Genangan Di Jalan Raya Pekanbaru – Taluk Kuantan km 12 – km 13 Kabupaten Kampar”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Islam Riau, Pekanbaru-Riau.
Putra, Niko Erdi, 2016. “Tinjauan Perencanaan Saluran Drainase Jl. Arifin Ahmad Kec. Marpoyan Damai Kota Pekanbaru”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Islam Riau, Pekanbaru-Riau.
Rachman, Rizka dkk, 2014. “Studi Pengendalian Banjir di Kecamatan Kepanjen Dengan Sumur Resapan”. Malang: Jurnal Pengairan. Vol. 5, No. 1:79-90
Rapar, Sharon dkk, 2014. “Analisis Debit Banjir Sungai Tondano Menggunakan Metode HSS Gama I dan HSS Limantara”. Manado: Jurnal Sipil. Vol. 2, No. 1:13-21.
Rianda, Rizki, 2016. “Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Koefisien Limpasan Kota Pekanbaru Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)”. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Sipil, Universitas Riau, Pekanbaru-Riau
Soemarto, 1993. “Hidrologi Teknik”. Erlangga, Jakarta.
Suhardjono dkk, 2014. “Studi Pengendalian Banjir di Kecamatan Kepanjen Dengan Sumur Resapan”. Universitas Brawijaya, Malang-Jawa Timur.
Suripin, 2004. “Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan”. Andi Offset, Yoyakarta.
Suprayogi, Imam dkk. 2017. “Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Saluran Drainase Jalan Dprak Berdasarkan Pola Rencana Tata Ruang Tata Wilayah Kabupaten Meranti Tahun 2013-2032 Menggunakan Model Epa Swmm 5.0”. Pekanbaru: Jurnal Saintis. Vol. 17, No. 1:1-14.
Syafrianto dkk, 2013. “Evaluasi Sistem Drainase Jalan Lingkar Boter Kabupaten Rokan Hulu”. Rokan Hulu: Jurnal Sipil. Vol.1, No. 1
Wesli, 2008. “Drainase Perkotaan”. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Published
2018-10-30
Section
Articles
Abstract viewed = 2330 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 636 times