Persepsi Masyarakat Terhadap Proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Lingkar di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru

Community Perceptions of the Land Acquisition Process for Ring Road Construction in Tenayan Raya District, Pekanbaru City

Authors

  • Puji Astuti Universitas Islam Riau
  • Annisya Safrielisa Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/saintis.2026.vol26(01).27629

Keywords:

Akusisi, Pengadaan Tanah, Persepsi Masyarakat

Abstract

[IN] Pengadaan Tanah di Kecamatan Tenayan Raya untuk pembangunan jalan lingkar luar adalah program Pemerintahan Kota Pekanbaru dalam mewujudkan pengembangan kawasan perkotaan, mempermudah akses jalan keluar masuk Kota Pekanbaru dan juga mengatasi kemacetan. Permasalahan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lingkar di Kecamatan Tenayan Raya, umumnya sama dengan pengadaan tanah di Indonesia. Permasalahan ganti rugi lahan, bangunan, dan tumbuhan adalah permasalahan yang sering terjadi dalam proses pengadaan tanah. Selain itu permasalahan pembagian trase pun menjadi permasalahan yang sulit diatasi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel, sampel yang dipilih adalah masyarakat  yang langsung terkena dampak dari proses pengadaan tanah.  Penelitian ini menggunakan skala Guttman. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis presepsi masyarakat terhadap proses pengadaan tanah untuk pembangunan umum jalan lingkar luar Kecamatan Tenayan Raya. Proses pengadaan tanah yang dimaksud mengacu pada  Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Hasil yang didapatkan adalah persepsi masyarakat terhadap proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum terdapat masyarakat yang setuju terhadap permasalahan ganti rugi lahan yang menjadi masalah utama dalam proses pengadaan tanah sebesar 90% dan tidak setuju 10%.

[EN] Land acquisition in Tenayan Raya District for the construction of the outer ring road is a program initiated by the Pekanbaru City Government to support urban development, improve accessibility in and out of Pekanbaru City, and alleviate traffic congestion. The issues related to land acquisition for the ring road development in Tenayan Raya District are generally similar to those encountered in land acquisition processes across Indonesia. Problems concerning compensation for land, buildings, and vegetation are among the most common challenges faced during the land acquisition process. In addition, issues related to route alignment (trase distribution) also present significant difficulties. The research approach employed in this study is descriptive, using a qualitative method. The sampling technique applied is non-probability sampling, meaning that not all members of the population have an equal chance of being selected as samples. The selected samples consist of communities directly affected by the land acquisition process. This study utilizes the Guttman scale. The objective of this research is to analyze community perceptions of the land acquisition process for the construction of the outer ring road in Tenayan Raya District. The land acquisition process referred to in this study is based on Law No. 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Public Interest. The results indicate that 90% of the community agree that compensation for land is the primary issue in the land acquisition process, while 10% disagree.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Djanggih Hardianto dan Salle, “Aspek Hukum Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum,” Res. Law J., vol. 12, no. 2, pp. 165–172, 2017.

[2] R. Indonesia, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah. 2012, pp. 1–43.

[3] B. U. N. Tahun, “POLITIK HUKUM MENEGAKKAN KONSTITUSI Tinjauan Status Dwi Kewarganegaraan Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2006,” J. Ilm. Huk. Dirgant., vol. 7, no. 1, pp. 1–13, 2014, doi: 10.35968/jh.v7i1.123.

[4] R. Indonesia, Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Perlaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum., no. 1. 2005, pp. 1–15.

[5] Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru, “Kota Pekanbaru dalam Angka 2019,” 2019.

[6] P. Astuti, R. Marsela, M. Mardianto, and T. A. Putri, “Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Dan Pelayanan Angkutan Umum Trans Metro Pekanbaru,” J. Saintis, vol. 18, no. 2, pp. 23–32, 2018, doi: 10.25299/saintis.2018.vol18(2).3149.

[7] Redaktur1, “Pemko Akan Bangun Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru,” https://mediacenter.riau.go.id/. Accessed: Apr. 20, 2019. [Online]. Available: https://mediacenter.riau.go.id/read/3454/pemko-akan-bangun-jalan-lingkar-luar-kota-pek.html

[8] S. W.Sarwono and E. A. Meinarno, “Psikologi Sosial,” no. January 2009, pp. 1–336, 2009.

[9] Amalia Yunia Rahmawati, Psikologi Sosial, no. July. 2020.

[10] Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. 2020.

[11] M. Kasiram, “Metode Penelitian Kuantitatif-Kualitatif . Malang: UIN Maliki Press Malang.,” Al-Irsyad J. Pendidik. dan Konseling, vol. 7, no. 1, pp. 48–62, 2008.

[12] Pemerintah Kota Pekanbaru Tahun 2020, “Pemerintah Provinsi Riau. (2020). Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2020 – 2040. Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau.,” 2020.,” 2020.

[13] K. Maudina, “Pengaruh Kepadatan Penduduk Perkotaan Terhadap Quality of Life Masyarakat Di Kota Pekanbaru,” 2021.

[14] M. Fasilitas, “Analisis Pola Pergerakan Penduduk dalam Mengkonsumsi Fasilitas Sosial di Kawasan Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar),” vol. 16, pp. 67–80, 2016.

[15] A. P. Lumuko et al., “KOTA BITUNG Persepsi Nelayan terkait tingkat Pendidikan Anak di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung . Rumusan Masalah tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung .,” vol. 11, no. 1, 2023.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

[1]
P. Astuti and A. Safrielisa, “Persepsi Masyarakat Terhadap Proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Lingkar di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru: Community Perceptions of the Land Acquisition Process for Ring Road Construction in Tenayan Raya District, Pekanbaru City ”, SAINTIS, vol. 26, no. 01, pp. 29–38, Apr. 2026.

Issue

Section

Articles