Kapasitas Struktur Kolom Gedung Bertingkat Terhadap Penambahan Beban Aksial dan Beban Lateral Berdasarkan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019
Column Structure Capacity of Multi-Story Building Againts Addition Axial Load and Vertical Loads Based on SNI 2847-2019 and SNI 1726-2019
DOI:
https://doi.org/10.25299/saintis.2026.vol26(01).24895Keywords:
Kapasitas Kolom, Beban Aksial, Beban Lateral, Response Spektrum, Perkuatan StrukturAbstract
[IN] Gedung bertingkat tinggi memiliki risiko yang tinggi (high risk building), sehingga memerlukan perencanaan yang tepat. Dalam perencanaan gedung harus meliputi tahap-tahap seperti perencanaan desain, perencanaan pembebanan, perencanaan dimensi, serta perencanaan kekuatan strukturnya berdasarkan gaya normal, gaya geser, dan momen yang terjadi pada struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas struktur kolom eksisting pada Gedung Rumah Sakit terhadap penambahan beban akibat peningkatan jumlah lantai bangunan berdasarkan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019. Gedung rumah sakit ini direncanakan setinggi 9 lantai dan dibangun hanya 3 lantai pada tahun 2008 yang pada saat itu masih mengacu kepada SNI 2847-2002 dan SNI 1726-2002. Pada tahun 2024 pihak owner ingin melanjutkan pembangunan menjadi 9 lantai. Akan tetapi perlu dilakukan investigasi struktur terlebih dahulu untuk mengetahui kapasitas eksisting Gedung. Analisis menggunakan program finite element dan diagram interaksi untuk evaluasi kapasitas kolom. Beban gempa dihitung menggunakan metode Respons Spektrum. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam perencanaan struktur gedung bertingkat dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan terhadap standarisasi yang terbaru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom eksisting masih mampu menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur pada kondisi eksisting. Namun, apabila dilakukan penambahan lantai, maka kapasitas kolom akan mengalami kerentanan. Dengan menggunakan kombinasi pembebanan pada 2847-2019 dan SNI 1726-2019, ternyata kapasitas kolom hanya mampu menahan penambahan 2 lantai. Penambahan lebih dari jumlah lantai tersebut menyebabkan kolom tidak aman karena momen ultimit melebihi kapasitas nominal kolom, sehingga diperlukan perkuatan kolom untuk memenuhi persyaratan keselamatan struktur.
[EN] High-rise buildings are categorized as high-risk structures, requiring careful and comprehensive planning. Building design planning must encompass several stages, including architectural and structural design, load planning, dimensioning, and structural strength evaluation based on axial forces, shear forces, and bending moments acting on the structure. This study aims to evaluate the capacity of existing columns in a hospital building subjected to additional loads resulting from an increase in the number of floors, based on the provisions of SNI 2847:2019 and SNI 1726:2019, as well as SNI 2847:2002 and SNI 1726:2002. The analysis was conducted using finite element modeling and interaction diagrams to assess column capacity. Seismic loads were determined using the Response Spectrum Method. This study provides an important contribution to the design of multi-story building structures by considering safety, serviceability, and compliance with the latest structural standards. The results indicate that the existing columns are capable of resisting the combined effects of axial loads and bending moments under the current building condition. However, the addition of extra floors significantly reduces the column capacity. Based on SNI 2847:2019, the existing columns can safely support the addition of only two floors, whereas under SNI 2847:2002, they can support up to five additional floors. Any increase beyond these limits results in unsafe conditions, as the ultimate bending moment exceeds the nominal column capacity. Therefore, column strengthening is required to satisfy structural safety requirements
Downloads
References
[1] A. Kurnia, S. H. Dewi, dan M. Kurniawan, “Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kinerja Struktur Pada Gedung Tidak Beraturan Dengan Menggunakan Metode Response Spectrum,” J. Saintis, vol. 18, no. 1, hal. 15–24, 2018, doi: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).2809.
[2] V. Ecclesia, S. Marthin, D. J. Sumajouw, dan S. O. Dapas, “Perencanaan Bangunan Bertingkat Banyak Menggunakan Sistem Flat Slab dengan Drop Panel,” J. Sipil Statik, vol. 7, no. 12, hal. 1703–1710, 2019.
[3] A. S. Saptari, “Analisis Perbandingan Kinerja Bangunan Gedung Bertingkat Kolom Persegi Dengan Kolom Bulat Berdasarkan Metode Fema 356,” ITENAS Libr., hal. 5–31, 2020, [Daring]. Tersedia pada: http://eprints.itenas.ac.id/1043/
[4] C. V Saruni, S. O. Dapas, dan H. Manalip, “Evaluasi dan analisis perkuatan bangunan yang bertambah jumlah tingkatnya,” Sipil Statik, vol. 5, no. 9, hal. 591–602, 2017.
[5] G. Jonathan, O. Gandawidjaja, P. Pudjisuryadi, dan B. Lumantarna, “Evaluasi Kinerja Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Sni 2847-2013 Pada Struktur Dengan Gempa Dominan,” J. Dimens. …, hal. 1–6, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://publication.petra.ac.id/index.php/teknik-sipil/article/view/4946
[6] S. P. Sari, “No Titleر,” Pontif. Univ. Catol. del Peru, vol. 8, no. 33, hal. 44, 2014.
[7] Badan Standardisasi Indonesia, “SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Dan Penjelasan,” 2019.
[8] L. M. Victoria, “Perhitungan Struktur Kolom Pada Gedung C Yayasan Ulil Albab,” hal. 8–18, 2018.
[9] H. Subagio, Krisnamurti, dan Paksitya Purnama Putra, “Evaluasi Penambahan Jumlah Lantai Pada Gedung Perkuliahan Fakultas Teknik Universitas Jember,” Padur. J. Tek. Sipil Univ. Warmadewa, vol. 10, no. 1, hal. 1–12, 2021, doi: 10.22225/pd.10.1.1965.1-12.
[10] Y. Lesmana, Struktur Beton SNI 2847-2019, Edisi Pert. PT. Nas Media Indonesia, 2023.
[11] K. H. F. Sari, V. A. Noorhidana, F. Alami, L. Irianti, dan D. M. Helmi, “Evaluasi struktur kolom gedung 2 lantai eksisting terhadap rencana penambahan beban 2 lantai di atasnya dan beban gempa,” Pros. Semin. Nas. Ilmu Tek. dan Apl. Ind., vol. 4, hal. 138, 2021.
[12] A. Nicko, “Pengaruh Penambahan Lantai Terhadap Kolom Pendek Akibat Kombinasi Beban Aksial dan Lateral,” 2019.
[13] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 1727:2020 Beban Desain Minimum Dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung Dan Struktur Lain.” 2020.
[14] Y. Lesmana, Analisa Dan Desain Struktur Tahan Gempa Beton Bertulang (SRPMB, SRPMM & SRPMK) Berdasarkan SNI 2847-2019 & SNI 1726-2019, Edisi Pert. PT. Nas Media Indonesia, 2023.
[15] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Nongedung.” 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Enzyelin Nur Afni , Mahadi Kurniawan, Firman Syarif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright. This is an open access article which means that all content is freely available without charge to the user or his/her institution. Jurnal Saintis allows the author(s) to hold the copyright without restriction. The copyright in the text of individual articles (including research articles, opinion articles, and abstracts) is the property of their respective authors distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium. Users are allowed to read, download, copy, distribute, search, or link to full-text articles in this journal without asking by giving appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made.



