Dampak Keberadaan Bandara Tempuling Terhadap Lahan, Sarana, dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Tempuling

The Effects of Tempuling Airport on Local Communities' Land Conditions, Facilities, Socio-Economic in Tempuling District

Authors

  • Puji Astuti Universitas Islam Riau
  • Muhammad Nabawi Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.25299/saintis.2025.vol25(01).20939

Keywords:

Perubahan Sosial Ekonomi, Penggunaan Lahan, Sarana Sosial Ekonomi, Bandara Tempuling

Abstract

Pembangunan Bandara Tempuling merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memeratakan pembangunan. Rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah adanya aktivitas perubahan penggunaan lahan, ketersediaan sarana sosial ekonomi yang belum memenuhi standar SNI, dan keberadaan bandara yang memunculkan kerawanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kondisi perubahan sosial ekonomi dan lahan masyarakat, mengidentifikasi kondisi ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat, dan menganalisa dampak keberadaan Bandara Tempuling terhadap sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2008 hingga tahun 2017, menganalisa ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi dari tahun 2003 hingga 2017, menggunakan skala likert untuk menganalisa perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat Kecamatan Tempuling. Berdasarkan hasil studi diperoleh bahwa penggunaan lahan sesudah adanya Bandara Tempuling tahun 2008 hingga tahun 2017 mengalami penurunan luasan sebesar 100 ha untuk kebun, lahan hutan negara sebesar 31.416 ha, lahan tambak, empang dan kolam sebesar 1.800 ha, lahan sementara sebesar 1.404 ha. Lahan yang mengalami penambahan luasan yaitu lahan sawah sebesar 201 ha, lahan perkebunan 33.286 ha, dan lahan permukiman 1.233 ha. Perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya Bandara tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat dari keberadaan Bandara Tempuling adalah tingkat kepadatan, penduduk pendatang, kriminalitas, kebisingan, pendapatan, lapangan pekerjaan, kemudahan untuk membuka usaha, harga tanah, kepemilikan rumah permanen mengalami peningkatan sedangkan tingkat kenyamanan dan kesehatan mengalami penurunan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] D. Perhubungan, Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). 2005.

[2] Republik Indonesia, Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 34 Tahun 2006 tentang Penetapan Lokasi Bandara Tempuling. 2006, pp. 1–7.

[3] R. Asfaringga, “Pengelolaan Bandar Udara Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2011-2014,” J. Online Mhs. FISIP UNRI, vol. 3, no. 1, pp. 1–14, 2016.

[4] S. Sharfina, “DAMPAK PEMBANGUNAN BANDARA KUALANAMU TERHADAP NILAI TANAH (Studi Pada Kantor Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang),” Perspektif, vol. 4, no. 1, pp. 271–290, 2016, doi: 10.31289/perspektif.v4i1.160.

[5] M. F. Andriyani, “Perubahan Kondisi Fisik dan Ekonomi Wilayah Sekitar Bandara Selama Pembagunan Bandara Internasional Lombok,” 2011.

[6] N. Azizah, “Dampak Pembangunan Sosial Ekonomi Pembebasan Lahan Pembangunan Bandar Udara (New Yogyakarta International Airport),” J. Ilmu Polit., vol. 8, no. 2, pp. 1–16, 2017.

[7] T. R. Noor, A. Hamdan, Saifuddin, and M. A. Fanan, “Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Jalan Tol Surabaya - Mojokerto ( Studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kec . Wringinanom , Kec . Kedamean , Kec . Driyorejo Kabupaten Gresik),” Pros. Semin. Nas. Temu Ilm. Jar. Peneliti, vol. 1, no. 3, pp. 268–280, 2017, [Online]. Available: http://ejournal.iaida.ac.id/index.php/proceeding/article/view/154

[8] D. H. Nugroho and S. Malkhamah, “Manajemen Sistem Transportasi Perkotaan Yogyakarta,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 20, no. 1, pp. 9–16, 2018.

[9] P. Astuti, I. Nugraha, A. Afriadi, R. B. Leksono, and Mardianto, “Peri-urban interaction and connectivity to the development area of Indragiri Hulu Regency, Riau Province,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2018. doi: 10.1088/1755-1315/202/1/012031.

[10] P. Aryany and W. Pradoto, “Perubahan Penggunaan Lahan Di Kawasan Sekitar Bukit Semarang Baru,” J. Tek. PWK (Perencanaan Wil. Kota), vol. 3, no. 1, pp. 96–105, 2014.

[11] J. F. SINUHAJI, “ANALISIS ASPEK SOSIAL TERHADAP PEMBANGUNAN FLY OVER BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus pada masyarakat di jln. Gajah Mada-Jln. Antasari),” UNIVERSITAS LAMPUNG, 2016.

[12] M. Kasiram, “Metode Penelitian Kuantitatif-Kualitatif . Malang: UIN Maliki Press Malang.,” Al-Irsyad J. Pendidik. dan Konseling, vol. 7, no. 1, pp. 48–62, 2008.

[13] Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. 2020.

[14] Badan Pusat Statistik Kabupaten Indragiri Hilir, “Kecamatan Tempuling dalam Angka 2017,” 2017. doi: 10.1088/1751-8113/44/8/085201.

[15] P. Astuti, R. Marsela, M. Mardianto, and T. A. Putri, “Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Dan Pelayanan Angkutan Umum Trans Metro Pekanbaru,” J. Saintis, vol. 18, no. 2, pp. 23–32, 2018, doi: 10.25299/saintis.2018.vol18(2).3149.

[16] D. Taluke, R. S. M. Lakat, A. Sembel, E. Mangrove, and M. Bahwa, “Analisis Preferensi Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pesisir Pantai Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat,” Spasial, vol. 6, no. 2, pp. 531–540, 2019.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

[1]
Puji Astuti and M. Nabawi, “Dampak Keberadaan Bandara Tempuling Terhadap Lahan, Sarana, dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Tempuling : The Effects of Tempuling Airport on Local Communities’ Land Conditions, Facilities, Socio-Economic in Tempuling District ”, SAINTIS, vol. 25, no. 01, pp. 33–44, Apr. 2025.

Issue

Section

Articles