NILAI NILAI PENDIDIKAN YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI LISAN MANOLAM DI AIR TIRIS, KECAMATAN KAMPAR, KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU

  • TENGKU RITAWATI Universitas Islam Riau, FKIP, Prodi Sendratasik, Pekanbaru, Indonesia
  • SYEFRIANI SYEFRIANI Universitas Islam Riau, FKIP, Prodi Sendratasik, Pekanbaru, Indonesia
  • AHMAD SHABRI ALSANTUNI Universitas Islam Riau, FKIP, Prodi Sendratasik, Pekanbaru, Indonesia
Keywords: nilai pendidikan, tradisi lisan manolam

Abstract

Tradisi Lisan Manolam merupakan salah satu kesenian tradisi yang dijumpai di Kawasan Limo Koto Kampar yang meliputi Salo, Koto Kuok, Air Tiris, Rumbio, Bangkinang pada Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Manolam adalah suatu tradisi yang dalam pemahaman masyarakat Kampar mempunyai pengertian yang khusus. Tradisi Manolam berisikan naskah atau nazhm atau biasa disebut Nazam yang berasal dari Bahasa Arab yaitu: nazhama yanzhimu: allafahu wa jamma`ahu yang berarti (mengarang dan mengumpulkan). Manolam sendiri di sampaikan kepada masyarakat umum secara professional dalam bentuk nyanyian syair pada acara-acara tertentu. Naskah atau nazam Manolam terdiri dari nazam Nabi Zhahir dan Mi’raj, Kayek (hikayat), nazam Manolam Siti Syarifah, nazam Manolam Kanak-kanak, Nabi bercukur, dan Azab Kubur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi lisan Manolam di Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat pemaparan, untuk melakukan penelitian yang bersifat menggambarkan mengenai situasi atau kejadian apa adanya dengan didukung oleh fakta-fakta yang ada. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori Balai Litbang (2016). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai nilai pendidikan yang terdapat dalam tradisi lisan Manolam di Air Tiris yaitu nilai keagamaan, Manolam berisikan naskah tentang ajaran agama seperti naskah perjalanan nabi dari lahir hingga wafat, azab kubur dan kanak-kanak yang menjadi pedoman hidup di dunia dan diakhirat dan dilakukan nya manolam bertepatan dengan hari besar islam. Nilai kerukunan yaitu nilai yang dapat dipandang sebagai bagian dari nilai sosial yang berkaitan dengan hubungan antar manusia dalam kehidupan bersama adanya interaksi, hubungan karib, keintiman, kedamaian, dan ketenangan yang didasarkan pada sikap keterbukaan, kerja sama, sentuhan kasih, Saling pengertian saling menghormati, tenggang rasa, saling menghargai, dan menerima perbedaan seperti ada nya terhadap hal lain. Keadaan rukun terdapat di mana semua pihak berada dalam keadaan damai satu sama lain, suka bekerja sama, saling menerima, dalam suasana tenang dan sepakat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-10-25
Abstract viewed = 46 times
PDF downloaded = 53 times