PEMAAFAN PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PERSELINGKUHAN DALAM PERNIKAHAN

PEMAAFAN

  • Maya Khairani Universitas Syiah Kuala
  • Dian Purnamasari Universitas Syiah Kuala

Abstract

Abstract

Marital infidelity is one of the problems that often caused the breakdown of a marriage, which can be done by husband or wife. Forgiveness is considered as one of the effective efforts to resolve problems in marriage, including infidelity. This study aims to analyze gender differences in forgiveness between individuals who experience marital infidelity. The samples of this study were 60 persons (30 females and 30 males) selected through quota sampling. Data were collected using Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Data analysis using Mann Whitney Test showed a significance value p = 0.000 (p<0.05), meaning there was a difference in forgiveness between females and males. Statistical analysis showed that females average score was lower compared to males, specifically 20,48 (females) < 40,52 (males), where the lower of the mean rank therefore the higher of the forgiveness level, and vice versa. It can be concluded that females tend to be more forgiving compared to males.


Keywords : Forgiveness, Marital Infidelity, Gender


 


Abstrak

Perselingkuhan merupakan salah satu permasalahan yang kerap menjadi penyebab retaknya sebuah pernikahan yang dapat dilakukan baik oleh suami maupun istri. Pemaafan merupakan salah satu upaya efektif untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga, termasuk masalah perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pemaafan pada individu yang mengalami perselingkuhan dalam pernikahan ditinjau dari jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri yang mengalami perselingkuhan sebanyak 60 orang (30 perempuan dan 30 laki-laki), dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kuota. Pengumpulan data menggunakan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Analisis data dengan menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan pemaafan secara signifikan antara laki-laki dan perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 20,48 (perempuan) ˂ 40,52 (laki-laki) dimana semakin rendah nilai mean rank maka semakin tinggi pemaafan, sebaliknya semakin tinggi nilai mean rank maka semakin rendah pemaafan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa perempuan memiliki tingkat pemaafan yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.


Kata kunci : Pemaafan, Perselingkuhan, Jenis Kelamin

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-07-04
How to Cite
KHAIRANI, Maya; PURNAMASARI, Dian. PEMAAFAN PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PERSELINGKUHAN DALAM PERNIKAHAN. AN-NAFS, [S.l.], v. 13, n. 01, p. 35-43, july 2019. ISSN 2622-2337. Available at: <https://journal.uir.ac.id/index.php/annafs/article/view/3281>. Date accessed: 20 nov. 2019.
Section
Articles