HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA SISWA SMA N 3 BANTUL
DOI:
https://doi.org/10.25299/annafs.2026.vol20(1).28574Keywords:
Kecemasan Sosial, Remaja, Sekolah Menengah Atas, regulasi emosiAbstract
Kecemasan sosial menjadi satu di antara masalah psikologis yang sering ditemukan pada kelompok remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), karena dapat memengaruhi interaksi sosial, kepercayaan diri, dan proses pembelajaran. Salah satu yang memengaruhi kecemasan sosial adalah regulasi emosi. Penelitian ini berfokus pada analisis keterkaitan antara kemampuan regulasi emosi dan tingkat kecemasan sosial pada siswa SMA Negeri 3 Bantul. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 69 responden yang ditentukan melalui metode purposive sampling sesuai karakteristik yang dibutuhkan dalam studi ini. Instrumen penelitian ini meliputi dua skala, yakni regulasi emosi berisikan 18 butir serta skala kecemasan sosial berisikan 19 butir. Hasil pengolahan data dengan uji korelasi Pearson menegaskan bahwa koefisien korelasi (r) sebesar -0,538 di mana nilai signifikansi < 0,001. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan di antara regulasi emosi dan kecemasan sosial. Dengan demikian, peningkatan kemampuan regulasi emosi cenderung diikuti oleh turunnya kecemasan sosial pada siswa SMA N 3 Bantul. Sebaliknya, ketika regulasi emosi siswa berada pada tingkat rendah, semakin baik tingkat kecemasan sosial pada siswa SMA N 3 Bantul. Hasil penelitian ini berimplikasi pentingnya pengembangan regulasi emosi yang positif sebagai upaya untuk mengurangi kecemasan sosial.





