HUBUNGAN ANTARA FAMILY SUPPORT DENGAN SELF-DIRECTED LEARNING PADA MAHASISWA YANG MERANTAU
DOI:
https://doi.org/10.25299/annafs.2026.vol20(1).28562Keywords:
Dukungan Keluarga, Self-Directed Learning, Mahasiswa PerantauAbstract
Mahasiswa perantau kerap menghadapi kesulitan mengelola proses belajar secara mandiri karena minimnya pengawasan langsung dari keluarga selama tinggal jauh dari rumah. Kemampuan self-directed learning dipengaruhi oleh faktor lingkungan terdekat, terutama dukungan keluarga, yang berperan membentuk motivasi, kepercayaan diri, serta kemandirian akademik mahasiswa selama masa perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan self-directed learning pada mahasiswa perantau di Universitas Islam Riau. Sampel penelitian berjumlah 384 mahasiswa aktif Universitas Islam Riau yang berstatus perantau dan tinggal terpisah dari keluarga, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan instrumen berupa skala dukungan keluarga (aspek emosional, informasi, instrumental, dan penghargaan) dan skala self-directed learning (aspek self-management, self-monitoring, dan motivasi belajar). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan keluarga dan self-directed learning (r = 0,457; sig = 0,000; p < 0,05). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula kemampuan belajar mandiri mahasiswa perantau. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pihak kampus dan keluarga perlu berperan aktif dalam menjaga komunikasi serta dukungan emosional terhadap mahasiswa perantau guna mendukung pengembangan kemampuan belajar mandiri mereka.





