HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS ISLAM RIAU
DOI:
https://doi.org/10.25299/annafs.2026.vol20(1).28426Keywords:
Kesiapan Kerja, Orientasi Masa Depan, Mahasiswa Tingkat AkhirAbstract
Persaingan dalam dunia kerja yang semakin sengit dan rumit yang nantinya dihadapi oleh mahasiswa setelah menyelesaikan studi dari perguruan tinggi membuat mereka perlu dibekali dengan orientasi masa depan yang jelas. Orientasi individu terhadap masa depan berhubungan dengan sejauh mana mereka siap untuk bekerja, sebab dengan adanya motivasi, perencanaan, dan evaluasi, mahasiswa bisa mengerti kemampuan diri mereka, termasuk kelebihan dan kekurangan, sehingga lebih siap memasuki dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depan dan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Riau. Partisipan pada penelitian ini melibatkan 411 orang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara hybrid, yaitu melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden dan secara daring melalui tautan Google Form. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas skala orientasi masa depan yang terdiri dari 26 item, serta skala kesiapan kerja yang terdiri dari 22 item. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan Pearson Product-Moment menunjukkan nilai r = 0,337 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara orientasi masa depan dengan kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan orientasi masa depan pada mahasiswa cenderung diikuti oleh meningkatnya kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, hipotesis penelitian dapat diterima.





