Dampak Kebijakan Moratorium Pemberian Izin Baru Di Sektor Perkebunan Terhadap Tata Kelola Lahan Di Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.25299/jkp.2025.vol11(2).25509Keywords:
moratorium izin, tata kelola lahan, perkebunan kelapa sawit, kebijakan lingkungan, Provinsi RiauAbstract
Moratorium terhadap izin baru di sektor perkebunan, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018, merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam menangani krisis pengelolaan lahan dan tantangan ekologi yang timbul akibat perluasan perkebunan yang luas, terutama perkebunan kelapa sawit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan tersebut terhadap tata kelola lahan di Provinsi Riau, wilayah yang dikenal memiliki kepadatan perkebunan kelapa sawit tertinggi di Indonesia. Metodologi kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui analisis dokumen, evaluasi kebijakan, dan tinjauan literatur ilmiah terkini. Hasil studi menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan moratorium terutama dipengaruhi oleh lima indikator kritis: kejelasan isi regulasi, tingkat sosialisasi regional, dukungan dari lembaga lokal, mekanisme pemantauan dan evaluasi, serta tingkat kepatuhan entitas bisnis terhadap larangan izin baru. Kebijakan ini telah secara efektif mengurangi beberapa aspek pertumbuhan perkebunan; namun, tantangan substansial tetap ada, termasuk ketidakkonsistenan regulasi, koordinasi antarlembaga yang tidak memadai, dan keterlibatan masyarakat lokal yang terbatas. Studi ini menyarankan bahwa kebijakan moratorium akan lebih efektif jika didukung oleh peningkatan kapasitas institusional, keterbukaan tata kelola, dan integrasi menyeluruh data izin lintas sektor.
Downloads
References
(UNDP), U. N. D. P. (1997). Governance for Sustainable Human Development: A UNDP Policy Document. UNDP.
Abdulah, L. (2011). Model dinamika perubahan hutan dan lahan dan skenario perdagangan karbon di Provinsi Jambi. Tesis: Institut Pertanian Bogor Indonesia.
Aminudin, C. (2023). Pluralisme Instrumen Kebijakan dan Hukum Lingkungan. ECOTAS.
Anwar, K. (2016). Dinamika Pemerintahan di Indonesia Kasus Pengembangan Kelapa Sawit di Riau Pasca Reformasi. Jurnal Transformative, 2(2), 140–155.
Astuti, R., & McGregor, A. (2022). Making illegality visible: The governance dilemmas created by Indonesia’s One Map Policy. Land Use Policy, 112, 105781. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105781
Bengtsson, M. (2016). How to plan and perform a qualitative study using content analysis. NursingPlus Open, 2, 8–14. https://doi.org/10.1016/j.npls.2016.01.001
Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. In Qualitative Research Journal (Vol. 9, Issue 2). https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Cheema, G. S., & Rondinelli, D. A. (2007). Decentralizing Governance: Emerging Concepts and Practices. Brookings Institution Press.
Christiawan, Y. (2020). Problematika Hukum Implementasi Moratorium Perizinan Perkebunan Sawit. Jurnal Hukum, 25(1), 45–60. https://doi.org/https://doi.org/10.35506/jh.v25i1.4567
Crowe, S., Cresswell, K., Robertson, A., Huby, G., Avery, A., & Sheikh, A. (2011). The case study approach. BMC Medical Research Methodology, 11, 100. https://doi.org/10.1186/1471-2288-11-100
Dunn, W. N. (2016). Public Policy Analysis. Routledge, 5th Edition. https://www.routledge.com/Public-Policy-Analysis/Dunn/p/book/9781138899458
Firdaus, F., Nofrizal, N., & Hidayah, A. (2023). The Impact of Mandeh Tourism Development on Socioeconomic of Local Communities. Jurnal Apresiasi Ekonomi, 11(3), 663–670. https://doi.org/10.31846/jae.v11i3.692
Gambut, P. (2018). Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2018: Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit. Pantau Gambut. https://pantaugambut.id/publikasi/instruksi-presiden-no-8-tahun-2018
Indonesia, T., & Jikalahari. (2020). Evaluasi Implementasi Moratorium Sawit di Provinsi Riau. TuK Indonesia & Jikalahari. https://tuk.or.id
Lemos, M. C., & Agrawal, A. (2006). Environmental governance. Annual Review of Environment and Resources, 31, 297–325. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.31.042605.135621
Meijaard, E., Garcia-Ulloa, J., Sheil, D., Wich, S. A., Carlson, K. M., Juffe-Bignoli, D., & Brooks, T. (2018). Kelapa sawit dan keanekaragaman hayati. Analisis Situasi Oleh Satuan Tugas Kelapa Sawit IUCN. IUCN, Gland. Swiss.
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16, 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Rahmadini, S., & Mayarni, M. (2024). Tata Kelola Perizinan Perkebunan di Provinsi Riau Pasca Moratorium Sawit. Jurnal Kebijakan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 14(1), 22–35. https://ejournal.example.com/jksl
Sabatier, P. A., & Mazmanian, D. (1980). The Implementation of Public Policy: A Framework of Analysis. Policy Studies Journal, 8(4), 538–560. https://doi.org/10.1111/j.1541-0072.1980.tb01266.x
Watch, S. (2023). Evaluasi Implementasi Moratorium Sawit di Daerah: Studi Kasus Provinsi Riau. Sawit Watch. https://sawitwatch.or.id/laporan-evaluasi-moratorium-sawit-2023
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

2.png)
